Featured post

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit hati kronis yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, bahkan hingga ibu hamil dan ibu menyusui pun bisa mengalami penyakit hepatitis b.

Untuk pengobatannya, kini telah banyak produk kesehatan yang ditawarkan, namun salah satu obat herbal hepatitis terlaris yang kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia adalah obat hepatitis b kronis QnC Jelly Gamat. Alasannya, karena herbal ini telah terbukti aman, berlegalitas, serta halal dan juga aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Kami memberikan sistem pelayanan menarik untuk anda yaitu “KIRIM BARANG, SETELAH BARANG SAMPAI, BARU TRANSFER PEMBAYARAN”

Penyebab dan Gejala Penyakit Hepatitis

penyebab dan gejala hepatitis b

Penyakit hepatitis ditandai dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning), gejala yang mirip dengan pilek, seperti lelah, nyeri badan dan sakit kepala. Namun, pada sebagian orang gejala penyakit hepatitis b tidak muncul sehingga mereka tidak menyadari bahwa telah terkena infeksi.

Penyakit hepatitis dapat ditularkan melalui kontak seksual, berbagi jarum suntuk, kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja, dan dari ibu hamil yang mengidap hepatitis sehingga menular pada bayi yang dikandungnya.

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

mengobatihepatitisbkronis-qnc jelly gamat

Qnc Jelly Gamat merupakan salah satu solusi pengobatan hepatitis masa kini yang dibuat dari bahan-bahan alami yaitu dari 100% ekstrak teripang laut yang dipadukan dengan bahan alami lain seperti buah dan sayur, sweetener stevia, pengemulsi nabati, air RO dan Essen natural. Perpaduan bahan alami tersebut bertujuan untuk menghindari pemakaian obat kimia yang berbahaya. Bahan-bahan alami ini juga berfungsi untuk melembutkan, menghiangkan bau amis dari teripang, membentu tekstur dan rasa. Sehingga produk lebih awet dan mudah dikonsumsi (dijamin 0% kimia).

QnC Jelly Gamat diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Indonesia yaitu CV. Jogja Natural Herbal. Bahan utama yang digunakan obat hepatitis b kronis adalah teripang fres atau segar yang di ambil dari perairan terbaik Indonesia yaitu Sulawesi, Bangka Belitung dan Manado, sehingga kualitas teripang tetap terjaga dan telah memiliki standar terbaik untuk dijadikan obat herbal hepatitis b.

Tidak perlu khawatir mengenai keamanan produk kesehatan ini, karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di Lembaga Kesehatan DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 dan BPOM TR 173301471 serta telah bersertifikat HALAL dari MUI. Sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi dan dipercaya ampuh menyembuhkan keluhan kesehatan terutama pada organ hati seperti hepatitis, sirosis hati, dll.

teripang

Teripang yang menjadi bahan dasar pembuatan obat hepatitis b QnC Jelly Gamat telah diteliti oleh berbagai ahli kesehatan dengan keahliannya masing-masing dan menujukkan teripang mampu membantu mendetoksifikasi racun dalam hati, karena didalamnya terdapat kandungan vitamin B riboflavin dan niasin yang baik untuk membersihkan organ hati.

Tidak hanya itu, teripang juga dikenal dengan kandungan gamapeptidenya yang bermanfaat untuk mencegah inflamasi atau peradangan, mengurangi rasa sakit, 3 kali mempercepat proses penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan sel-sel dalam tubuh, membuat kulit lebih muda, meningkatkan kecantikan kulit, menstabilkan emosi, serta memelihara sirkulasi darah tetap lancar.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian di beberapa Universitas Malaysia, ditemukan bahwa teripang emas atau gamat gold (stichopus variegatus) sangat berkhasiat dan baik digunakan sebagai obat serbaguna dan sebagai antiseptik alami. Hal ini dikarenakan, berdasarkan hasil peneltian teripang memiliki kandungan protein 86.8%, kolagen 80.0%, mineral, mukopolisakarida, glucosamine dan chondroitine, antiseptik alami, glucosaminoglycans (GAG’s), saponin, omega 3, 6 dan 9, asam amino, lektin, vitamin dan mineral.

Ditambah pernyataan dari hasil penelitian juga menujukkan, teripang memiliki kandungan senyawa Cell Growth Factor yaitu faktor regenerasi sel sehingga mampu merangsang regerenerasi atau pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak dan bahkan membusuk. Sehingga menjadi pulih kembali dan sehat. Hal ini terbukti, ketika QnC Jelly Gamat diberikan pada penderita luka diabetes yang menunjukan hasil kesembuhan terhadap luka yang dioleskan dengan menggunakan QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, bukan hanya bisa menyembuhkan luka di daerah luar kulit saja, namun juga luka peradangan yang terjadi oleh infeksi bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya.

Karena itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai obat hepatitis b kronis untuk anda. Bukan hanya aman untuk orang dewasa namun juga untuk semua usia termasuk ibu hamil dan menyusui. Bagi anda yang berminat, silahkan kirimkan format pemesanannya dengan melalui SMS, BBM atau pun Whatsapp dengan mencantumkan kode produk EASJG dalam setiap pemesanan anda. Berikut dibawah ini contoh format pemesanan obat herbal hepatitis b.

CARA PEMESANAN VIA SMS DAN BBM

[Kode Produk] : Jumlah pesanan: NAMA: Alamat Lengkap: No. Hp/tlpn Anda
Contoh
EASJG: 10 botol: Yasinta Sintia : Jl. Tentara pelajar No. 50 Tasikmalaya: 085.223.944.949
KIRIM KE
Via SMS: 085.316.695.777
Via BBM: PIN BB 53227614
Tlp: 0265-339207
Whatsapp: +6852-2394-4949
#EASJG adalah kode produk pemesanan yang harus anda cantumkan dalam setiap pemesanan anda. Agar dapat terdeteksi oleh komputer admin kami dan pemesanan anda dapat segera kami proses.

DAFTAR HARGA QnC JELLY GAMAT

Pembelian Harga Ongkir Discount Total
1 Btl 155.000 JNE 0 155.000
4 Btl 620.000 JNE 20.000 600.000
9 Btl 1.395.000 JNE 63.000 1.332.000
10 Btl 1.155.000 JNE 100.000 1.450.000

Transfer Pembayaran

Setelah barang yang anda terima anda di haruskan membayar melalui rekening di bawah ini :

Bank BCA KCU Tasikmalaya
No. Rekening : 054-0606-196
Atas Nama : Aryanto

Bank BRI Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama : Aryanto

Bank BNI KC Tasikmalaya
No.Rekening : 0226098704
Atas Nama : Aryanto

Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
No. Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama : Aryanto

Bank CIMB Niaga Cab. Tasikmalaya

No. Rekening : 439-01-01029-11-8
Atas Nama    : Aryanto

Bank Mega Tasikmalaya
No. Rekening : 011380020392863
Atas Nama : Aryanto

Bank BJB Tasikmalaya
No. Rekening : 0077891218100
Atas Nama : Aryanto

Setelah anda transfer ke rekening diatas silahkan konfirmasi pembayaran ke no. 085.316.695.777
Semua rekening BANK beratas namakan Aryanto, selain nama tersebut itu berarti bukan pada agen kami.

Peringatan !

  • Jangan transfer pembayaran selain ke rekening atas nama ARYANTO !
  • Anda tidak perlu khawatir order online, karena semua pengiriman BISA DILACAK statusnya secara online melalui website jasa pengiriman JNE di jne.co.id
  • Simpanlah dengan baik NO RESI yang kami kirimkan via SMS untuk mengetahui status paket anda
  • Jika kami kirim no resi hari ini maka baru bisa di CEK STATUSNYA BESOK SORE/LUSA.
  • Batas Transfer Pembayaran setelah barang sampai maksimal 3 hari, bila lebih dari 3 hari anda tidak kunjung membayar maka dengan sangat berat hati anda akan terkena sanksi PASAL 5 BAB III NO.8 TH 1999 Tuntutan Hukum pidana dan dendaan atas langgaran tidak memenuhi kewajiban konsumen. Selain itu kami akan memasukan nama, alamat serta no hp anda dalam daftar “Orang Tidak Mau bayar” di 150 website kami.
  • Kini saatnya belanja dengan cara CERDAS! tidak perlu repot bepergian, cukup SMS & konfirmasi transfer, paket dikirim ke alamat anda.
  • Bagi anda yang berdomisili di Tasikmalaya Jawa Barat kami siap antar barang di tempat atau COD (Cash On Delivery).

 

TOLONG SEGERA TRANSFER PEMBAYARAN SETELAH BARANG DI TERIMA

*Obat Hepatitis B Kronis*

Advertisements

Berbagai Resiko Bikin Tato Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit

mengobatihepatitisbkronis.com – Tato adalah suatu seni menggambar pada tubuh dengan menggunakan tinta dan jarum khusus. Ketika membuat tato, tinta yang bersifat permanen kemudian dimasukkan pada lapisan kulit dengan menggunakan jarum. Dibalik keindahan tato, ternyata tato memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi kesehatan yang tentu saja akan membuat anda berfikir dua kali untuk membuat tato pada tubuh.

dampak tato bagi kesehatan dan kulit

Tetapi resiko tato bukan hanya pada jenis tato yang dibuat sebagai hiasan tubuh saja, ternyata juga pada tato kosmetik seperti tato alis atau tato bibir. Pada umumnya dalam pembuatan tato dilakukan tanpa adanya bantuan anestesi atau obat bius, sehingga akan merasakan rasa sakit atau nyeri akibat dari tusukan jarum tersebut.

Yang harus diperhatikan yaitu infeksi pada tato, karena pada proses pembuatan tato dapat dilakukan secara bebas dan tidak semuanya memiliki prosedur tindakan yang memenuhi pada standar kesehatan. Mungkin saja pada jarum suntik tidak steril. Selain itu juga, apabila tidak disimpan dengan baik, maka tinta yang dimasukkan kedalam kulit akan terkontaminasi bakteri sehingga terjebak didalam kulit.

Terjadinya infeksi ditandai dengan timbul ruam berwarna merah di sekitar tato dan disertai dengan demam. Sedangkan pada infeksi yang lebih parah dapat terjadi demam yang tinggi,menggigil, berkeringat hingga merasa kedinginan. Kondisi tersebut membutuhkan obat antibiotik atau perawatan lain yang lebih intensif di rumah sakit.

Berikut Berbagai Resiko Tato Pada Kesehatan Tubuh

Terdapat beberapa jenis tinta tato yang bersifat toksis atau beracun. Bahkan ada juga yang mengandung zat karsinogen (pemicu kanker) serta tidak memenuhi standar keamanan internasional didalam komposisi tinta tersebut. Ada juga komponen yang tidak aman didalam tinta tato seperti barium, merkuri, tembaga, dan yang lainnya. Tinta tato yang mungkin akan menimbulkan reaksi alergi setelah membuat tato. Berikut beberapa dampak dari pembuatan tato :

1. Alergi

Meskipun tidak pada semua orang tidak mengalami hal ini, tetapi alergi dapat beresiko dan terjadi pada kulit yang ditato. Alergi yang disebabkan oleh adanya zat warna pada tinta yang digunakan untuk membuat tato. Reaksi ini biasanya akan muncul seperti gatal-gatal atau ruam pada kulit yang ditato.

2. Penyakit Hepatitis

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang bisa didapatkan saat membuat tato menggunakan jarum bekas. Bahkan selain menyebabkan penyakit hepatitis, anda juga akan tertular HIV AIDS.

3. Tetanus

Alat untuk membuat tato (seperti jarum) yang tidak steril akan menyebabkan terkena tetanus. Pada jarum yang tidak steril dan tidak disimpan dengan baik memungkinkan akan mengandung bakteri, sehingga pada akhirnya akan terkena infeksi.

4. Keloid

Kulit yang sudah ditato kemungkinan akan menimbulkan bekas luka yang melampaui batas normal. Hal ini dikarenakan oleh adanya pertumbuhan yang berlebihan pada jaringan parut ketika kulit ditato. Keloid akan menimbulkan masalah penampilan dibandingkan dengan kesehatan. Dan mungkin saja akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang terlihat orang lain.

5. Dapat Mempengaruhi MRI (Magnetic Resinance Imaging)

Tinta yang berbahan dasar logam dapat menghambat proses pemeriksaan dengan melalui scan MRI. Pada beberapa kasus yang langka ini juga diketahui ada penderita yang mengalami luka besar akibat dari tato yang bereaksi dengan MRI. Selain itu juga, pigmen yang terdapat pada tato dapat mengganggu kualitas gambar yang diambil dan apabila tinta mengandung logam, warna tato juga akan memudar.

Itulah berbagai resiko tato, mulai dari infeksi hingga penyakit lain yang lebih berbahaya. Oleh karena itu sebaiknya untuk pertimbangkan kembali resiko-resiko tersebut sebelum membuat tato.

| Berbagai Resiko Bikin Tato Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit

Definisi Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkohol

Perlemakan hati non-alkohol adalah suatu kondisi yang terlalu banyak lemak dan tersimpan didalam sel-sel hati. Akan tetapi hal ini terjadi pada orang yang memang bukan peminum alkohol atau hanya minum sedikit alkohol. Perlemakan hati non-alkohol yang merupakan bentuk penyakit yang berpotensi cukup serius, dengan ditandai oleh peradangan hati berat (yang dapat berkembang menjadi luka dan juga kerusakan yang tidak dapat disembuhkan). Kondisi kerusakan ini hampir mirip dengan rusaknya hati yang disebabkan oleh pengguna minuman alkohol berat.

Pada kondisi perlemakan hati non-alkohol ini termasuk kondisi kronis. Saat ini penyakit perlemakan hati non-alkohol lebih umum terjadi yang dimana kasus obesitas atau kelebihan berat badan yang sekarang lebih umum terjadi di dunia.

definisi perlemakan hati non-alkohol

Apa saja jenis perlemakan hati non-alkohol?

Terdapat 4 jenis perlemakan hati non-alkohol dari mulai yang tidak berbahaya sampai yang mengancam nyawa, diantaranya :

  • Nonalcoholic Fatty Liver (NAFLD). Pada jenis ini termasuk jenis paling serius. Adanya lemak yang menumpuk didalam hati, tetapi tidak akan menyakiti Anda. Dan kondisi ini merupakan kondisi yang cukup umum untuk memiliki jenis penyakit hati berlemak non-alkohol saat ini.
  • Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH). Jenis ini merupakan lemak yang menumpuk dan dapat menyebabkan peradangan pada hati. Sehingga akan merusak pada bagian hati dan menyebabkan luka serta mengurangi fungsi hati.
  • Perlemakan hati non-alkohol terkait sirosis. Kondisi peradangan hati ini dapat menyebabkan luka yang cukup parah pada jaringan dan mengalami gagal hati, bahkan liver tidak dapat berfungsi lagi.

 Artikel terkait : Obat Herbal Hati Berlemak

Penyebab Perlemakan Hati Non-alkohol

NAFLD merupakan salah satu sindrom metabolik yang ditandai dengan diabetes atau pra-diabetes (resistensi insulin), meningkatnya lemak darah seperti kolesterol dan trigliserida, kelebihan berat badan atau obesitas, serta tekanan darah tinggi. Tetapi tidak semua pasien akan mengalami manifestasi sindrom metabolik. Terdapat beberapa faktor yang mungkin berkaitan dengan berkembangnya NASH, diantaranya :

  • Tidak seimbangnya antara bahan kimia pro-oksidan dengan anti-oksidan yang dapat menyebabkan kerusakan sel hati (stres aoksidatif)
  • Nekrosis atau kematian sel hati yang disebut dengan apoptosis
  • Produksi dan pelepasan protein inflamasi yang beracun (sitokin) oleh sel inflamasi, sel-sel lemak, atau sel-sel hati.
  • Peradangan jaringan adipose (jaringan lemak) dan infiltrasi sel darah putih
  • Gut microbiota (bakteri usus) yang anggap sebagai penyebab peradangan hati.

Faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena perlemakan hati non-alkohol, antara lain :

  • kolesterol tinggi
  • kadar trigliserida dalam darah tinggi
  • obesitas, jika lemak terkonsentrasi pada perut
  • sindrom metabolik
  • diabetes tipe II
  • sleep apnea
  • tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
  • kelenjar pituitary kurang aktif (hipoputuitarisme)
  • usia lanjut

Gejala perlemakan hati non-alkohol

  • Kelelahan dan lemas
  • Pembesaran hati
  • Berat badan menurun
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Kulit dan mata menguning (jaundice)
  • Pembuluh darah seperti laba-laba
  • Gatal, terjadinya penumpukan cairan dan pembengkakan pada kaki (edema) dan abdomen (ascites)
  • Kebingungan

Sedangkan pada penderita perlemakan hati akut yang merupakan komplikasi kehamilan langka dan bahkan dapat mengancam nyawa. Berikut ini ada beberapa gejala awal trimester ketiga, diantaranya :

  • Mual dan muntah yang persisten
  • Nyeri perut pada bagian atas kanan
  • Malaise umum
  • Penyakit kuning

Sebagai pencegahan guna untuk mengurangi resiko penyakit perlemakan hati non-alkohol Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini :

  • mempertahankan berat badan
  • makan diet sehat
  • olahraga secara teratur
  • membatasi asupan alkohol
  • tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.

| Baca juga : 

| Definisi Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkohol

Kenali Perbedaan Gejala Tipes dan Hepatitis

Hepatitis adalah salah satu masalah kesehatan umum yang sering terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan tipes adalah salah satu penyakit yang menular bahkan dapat mengancam kesehatan. Dari kedua penyakit ini sama-sama dapat disebabkan oleh kebersihannya yang kurang baik. Lalu apa perbedaan tipes dan hepatitis?

perbedaan gejala tipes dan hepatitis

Hepatitis yang merupakan suatu kondisi peradangan yang terjadi pada sel-sel hati manusia yang dapat disebabkan oleh adanya infeksi seperti virus, bakteri, parasit, dan toksin, seringnya mengonsumsi minuman alkohol, obat-obatan dan penyakit autoimun. Pada penyakit hepatitis ini memiliki beberapa jenis berdasarkan virus yang menyerangnya diantaranya hepatitis A, B, C, dan E.

Masa inkubasi pada seseorang yang menderita penyakit hepatitis membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Pada penyakit hepatitis A memerlukan masa inkubasi rata-rata sekitar 28 hari, hepatitis B 120 hari, sedangkan pada hepatitis C 45 hari. Lalu apa itu tipes?

Menurut CDC, tipes atau yang disebut dengan demam tifoid merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh adanya bakteri Salmonella. Bakteri tersebut akan masuk kedalam tubuh manusia dengan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Bakteri tersebut akan menyerang pada bagian usus halus manusia, kemudian akan berkembang biak serta menyebar. Untuk masa inkubasi atau masa timbulnya gejala sejak bakteri masuk kedalam tubuh, penderita penyakit tipes memerlukan waktu kurang lebih 14 hari.

Perbedaan gejala tipes dan hepatitis

Pada umumnya terdapat beberapa gejala yang sama antara tipes dan hepatitis, yaitu pusing, mual, muntah, demam, nafsu makan berkurang, dan nyeri perut. Tetapi ada gejala utama yang dapat membedakan tipes dan hepatitis yakni terjadinya penyakit kuning (jaundice) untuk penderita hepatitis.

Jaundice atau ikterus merupakan suatu kondisi yang dimana jaringan tubuh menjadi kekuningan yang disebabkan oleh menurunnya konsentrasi bilirubin pada cairan ekstraseluler pada seseorang yang menderita hepatitis. Sedangkan pada penyakit tipes tidak akan terjadi gejala seperti ini, tetapi dapat ditemukan seperti bintik-bintik berwarna merah muda area dada. Selain itu, biasanya pada penderita hepatitis akan memiliki gejala demam, sedangkan pada penderita tipes, suhu tubuh akan cenderung meningkat saat menjelang sore hati, dan akan menurun normal kembali pada pagi hari.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Perbedaan penyakit hepatitis dan tipes dari segi penularan penyakit

Penularan pada penyakit tipes dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi Salmonella typhi. Pada makanan atau minuman tersebut terkontaminasi oleh lalat yang sebelumnya menempel pada muntahan ,urine, atau kotoran dari penderita tipes. Makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan manusia, pada sebagian kuman dari makanan tersebut mati oleh pengaruh asam lambung dan pada sebagiannya lagi akan masuk kedalam usus halus.

Kuman akan masuk kedalam kelenjar getah bening, pembuluh darah, bahkan ke seluruh tubuh terutama pada organ hati dan empedu sehingga air seni penderita tipes mengandung bakteri Salmonella yang akan mencemari manusia lainnya.

Penularan hepatitis bermacam-macam berdasarkan pada jenis virusnya. Pada hepatitis A dan E, cara penularannya hampir mirip dengan tipes yaitu pada umumnya terjadi karena pencernaan air minum, makanan yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, kebersihan tubuh yang tidak terjaga, dan sanitasi yang buruk. Sedangkan pada hepatitis B cara penularannya 95% terjadi ketika persalinan (hubungan antara ibu dan anak). Akan tetapi juga dapat terjadi dengan melalui transfusi darah, pisau cukur, jarum suntik yang tercemar, tato, atau transplantasi organ. Sementara pad hepatitis C cara penularannya dapat terjadi dengan melalui darah dan cairan tubuh.

Pengobatan penyakit hepatitis dan tipes

Biasanya pada penyakit tipes akan diberikan obat anti biotik oleh dokter, sedangkan pada penyakit hepatitis tergantung pada jenis penyakit hepatitis yang diderita. Penyakit hepatitis A tidak terdapat pengobatan yang khusus, tetapi hanya diberikan pengobatan pendukung serta dijaga keseimbangan gizinya. Sedangkan untuk pengobatan hepatitis tipe B, C, dan D akan diberikan antiviral khusus dan interferon.

Berbagai Alasan Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi virus. Virus tersebut akan menyerang pada organ hati sehingga akan menimbulkan penyakit akut dan kronis. Jumlah penderita penyakit hepatitis B di Indonesia terbilang sangat tinggi. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita hepatitis terbanyak diantara 11 negara di Asia Tenggara. Menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2017, terdapat 7,1% penduduk Indonesia yang diduga menderita penyakit Hepatitis B.

alasan hepatitis b mudah menyebar di indonesia

Semua orang beresiko tertular penyakit hepatitis B. Pada penyakit yang disebabkan oleh adanya virus ini dapat menyerang pada organ hati dan dapat ditularkan dengan melalui darah, cairan vagina, sperma, dan juga air liur.

Terdapat dua cara penularan hepatitis B, diantaranya :

1. Penyebaran Vertikal, yaitu dari seorang ibu yang mengidap virus hepatitis B pada bayi ketika persalinan.

2. Penyebaran Horizontal, yaitu dengan melalui tindakan yang memungkinkan perpindahan cairan tubuh (darah atau air mani) dari seseorang yang terkena infeksi pada tubuh orang yang sehat.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Ada beberapa perilaku yang dapat memperbesar terjadinya resiko penyebaran horizontal, yaitu :

  • Melakukan hubungan seksual beresiko
  • Memakai dan berbagi jarum suntik yang tidak steril seperti tatto atau narkoba suntikan.
  • Berbagai penggunaan alat cukur atau sikat gigi dengan orang lain.

Tingginya jumlah penderita penyakit hati kronis dan mereka yang menjalani hemodialisa (cuci darah), dan mutasi genetik pada virus penyakit hepatitis B diduga memiliki peran dalam tingginya kasus hepatitis B di Indonesia. Pada sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hepatitis B, sehingga saat didiagnosis, mereka kemungkinan mengalami kondisi yang sudah pada tingkat lanjut.

Upaya Mencegah Penyebaran Hepatitis B

Dengan melalui Kemenkes, ada beberapa hal yang harus dilakukan guna untuk menekan penyebaran hepatitis B, yaitu gerakan imunisasi hepatitis B pada bayi. Upaya yang dilakukan Kemenkes dengan melalui pendidikan dengan membuat buku pedoman mengenai pengendalian hepatitis, buku saku, poster, dan seminar mengenai hepatitis pada beberapa kota di Indonesia untuk bertugas kesehatan dan juga masyarakat. Selain itu juga, diadakan deteksi dini penyakit hepatitis B pada ibu hamil.

Ada beberapa upaya untuk pencegahan resiko penularan secara horizontal yang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat, hal tersebut meliputi :

  • Mendapatkan vaksinasi hepatitis B
  • Menutup luka yang terbuka
  • Hindari berbagi permen karet
  • Jangan mengunyah makanan yang akan diberikan pada bayi
  • Pastikan jaruk ada dalam keadaan steril baik dalam pengobatan, membuat tatto, atau tindik telinga
  • Jangan berbagi alat cukur, alat manikur, sikat gigi, atau anting tindik dengan orang lain
  • Gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual
  • Pakailah sarung tangan saat akan menyentuh atau membersihkan cairan tubuh orang lain, ataupun benda pribadi orang lain, seperti pembalut, perban luka, dan kain atau handuk.
  • Bersihkan pada bagian yang terkena darah dengan cairan

Baca juga : Obat Herbal Hepatitis B Menggunakan Daun Sirsak

Apabila Anda bersentuhan atau mengalami kontak dengan darah atau cairan tubuh orang lain, terutama dengan orang yang menderita penyakit hepatitis B, sebaiknya untuk segera memeriksa pada dokter. Sedangkan untuk Anda yang mengalami infeksi virus hepatitis B, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan maupun tindakan guna untuk mencegah penyebaran secara lebih lanjut.

| Berbagai Alasan Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia

Dampak Kelebihan Berat Badan Terhadap Kesehatan Hati

Untuk menjaga kesehatan hati, maka terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah menjaga berat badan. Mengapa? Berikut ulasannya.

dampak kelebihan berat badan terhadap hati

Hati adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Hati memiliki peran untuk menetralisir racun dalam tubuh, menyimpan kelebihan cadangan makanan dan juga vitamin, memproduksi protein, metabolisme dengan berbagai jenis bahan makanan dan obat yang masuk kedalam tubuh, serta membentuk cairan empedu. Apabila hati mengalami gangguan, maka terdapat fungsi hati yang akan terganggu sehingga akan berdampak terhadap kesehatan tubuh kita.

Untuk menjaga kesehatan organ hati, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu menjaga berat badan. Karena kelebihan atau kekurangan berat badan akan berdampak pada kesehatan hati. Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat terbukti menyebabkan perlemakan hati sehingga akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati.

| Artikel terkait :

Perlemakan hati adalah adanya pengumpulan sel lemak yang berlebihan didalam hati, yaitu bisa mencapai lebih dari 5% berat hati. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan hati kronis yang sering terjadi dikalangan masyarakat. Mengonsumsi alkohol dan obesitas merupakan penyebab umum terjadinya perlemakan hati. Dari berbagai penelitian juga membuktikan hubungan dari kelebihan berat badan dan juga perlemakan hati. Hal ini terjadi karena hati yang berfungsi sebagai salah satu tempat menyimpan kelebihan cadangan makanan. Sehingga seseorang yang memiliki berat badan lebih atau mengalami obesitas, maka kadar lemaknya akan disimpan didalam hati sehingga dapat menyebabkan perlemakan hati.

Tetapi, tidak hanya kelebihan berat badan saja yang dapat menyebabkan perlemakan hati, kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan perlemakan hati. Selain itu kekurangan zat protein juga dapat menyebabkan penurunan sintesis suatu protein yang berperan sebagai pengikat dan membawa lemak yang ada pada darah. Akibatnya lemak dalam darah akan menumpuk didalam hati sehingga akan menyebabkan perlemakan hati.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan hati sangatlah penting dengan cara menjaga berat badan supaya tidak terlalu berlebihan atau malah terlalu kurang. Selain itu juga, hindari mengonsumsi minuman alkohol atau obat-obatan yang sudah jelas dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sebaiknya untuk minum suplemen khusus untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk hati. Dengan begitu kita dapat menjaga supaya hati dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

| Dampak Kelebihan Berat Badan Terhadap Kesehatan Hati

Penyakit Hepatomegali yang Wajib Diketahui Sejak Dini

Apa itu hepatomegali?

Hepatomegali adalah pembengkakan pada hati yang diakibatkan oleh terjadinya pembesaran ukuran organ hati yang melebihi ukuran normal. Pada kondisi ini bisa dipicu oleh penyakit hati ataupun diluar hati. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan pada fungsi hati sehingga akan berdampak pada organ tubuh lainnya jika tidak segera ditangani dengan cepat.

Kondisi ini memang jarang terjadi, biasanya terjadi pada pasien dengan usia lanjut. Tetapi penyakit ini juga bisa ditemukan pada anak-anak yang memiliki luka bakar parah, terinfeksi parasit, atau yang lainnya. Hepatomegali ini bisa ditangani untuk mengurangi faktor resiko, serta harus dikonsultasikan pada dokter.

penyakit hepatomegali

Apa yang menyebabkan terjadinya hepatomegali?

Kasus yang paling umum terjadi pemicu hepatomegali yaitu berbagai penyakit dan kondisi sebagai berikut :

  • Metastasis, kanker pada bagian hati yang berasal dari kanker organ lain.
  • Kanker yang berasal dari hati itu sendiri.
  • Hepatitis A, B, C, D, atau E.
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik atau Non-alcoholic fatty liver diaease yaitu adanya gangguan pada proses metabolisme akibat dari pola hidup tertentu.
  • Penyakit hati atau alcoholic liver diaease akibat dari konsumsi minuman alkohol yang berlebih sehingga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak pada hati. Berbagai penyakit yang termasuk kedalam penyakit hati alkoholik yaitu hepatitis alkohol, penyakit perlemakan hati alkoholik, serta sirosis.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Ada juga beberapa kondisi penyakit lain yang menjadi penyakit hepatomegali yaitu adanya infeksi bakteri dan parasit, berbagai penyakit kanker, kelainan genetik, dan berbagai kelainan pada jantung. Pada kondisi kelainan genetik bisa menyebabkan terjadinya penumpukan lemak, protein atau zat lainnya yang terdapat pada organ hati sehingga dapat terjadi pembesaran ukuran hati. Kelainan genetik tersebut seperti penyakit wilson, penyakit penimbunan glikogen, dan hemokromatosis.

Selain itu juga, ada berbagai kelainan jantung yang termasuk faktor resiko hepatomegali antara lain stenosis pada katup jantung dan gagal jantung kongestif. Pada bayi yang baru lahir atau anak-anak, penyakit hepatomegali dapat disebabkan oleh penyakit gaucher, malaria, infeksi virus, galaktosemia, talasemia, anemia sel sabit, serta obat-obatan.

Gejala Hepatomegali

Gejala yang muncul bisa bergantung pada jenis penyakit yang telah menjadi pemicu kondisi tersebut sehingga pemeriksaan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan diagnosis. Ada berbagai gejala yang akan timbul, seperti :

  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Mual
  • Hilangnya nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Kulit berubah menjadi menguning dan bagian putih pada mata (sklera)

Pencegahan Hepatomegali

Melakukan diet sehat dapat mengurangi resiko terkena hepatomegali dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian kedalam menu makanan sehari-hari. Perhatikan juga berat badan ideal dengan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum akan melakukan rangkaian perawatan. Batasi penggunaan obat berbahan kimia secara berlebihan seperti insektisida, terutama pada ruangan yang tidak memiliki sistem ventilasi yang proporsional.

| Penyakit Hepatomegali yang Wajib Diketahui Sejak Dini

Mengenal Vaksin Hepatitis A Untuk Mencegah Kerusakan Hati

Dalam pemberian vaksin hepatitis A bertujuan untuk mencegah adanya virus hepatitis A yang dapat menyebabkan infeksi pada organ hati. Infeksi virus hepatitis A dapat ditandai dengan sejumlah gejala seperti kelelahan, sakit perut, demam, mual, muntah, urine berubah menjadi warna gelap, dan penyakit kuning.

Untuk penyebaran virus hepatitis A (HAV) akan terjadi secara fecal-oral, yang artinya terjadinya perpindahan virus dari bahan yang terkena kontaminasi feses atau tinja pada penderita hepatitis A, ke mulut (oral) orang yang sehat.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus hepatitis A dapat menyebabkan peradangan hati yang bisa mengakibatkan gangguan yang serius dan dapat membahayakan kelangsungan hidup. Maka dari itu, dalam pemberian vaksin hepatitis A sangat diberikan sejak dini karena merupakan hal yang terbaik dalam mencegah kerusakan hati. Pada kebanyakan kasus, penyakit hepatitis A tidak menimbulkan gejala pada anak-anak. Tetapi pada sejumlah gejala baru yang tampak saat anak-anak yang terkena infeksi virus hepatitis A saat beranjak dewasa, dengan tanda sebagai berikut :

  • Sakit perut yang parah dan diare
  • Lelah, mual, muntah, demam, nyeri sendi, dan hilangnya nafsu makan
  • Penyakit kuning yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan juga mata menjadi kuning, berubahnya warna urine menjadi kecoklatan, kemerahan, atau kuning gelap seperti teh, dan buang air besar yang berwarna pucat.

Vaksin hepatitis A dibagi menjadi tiga macam yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan vaksin hepatitis A saja. Pada umumnya di Indonesia yang sering digunakan yaitu vaksin hepatitis A saja, tetapi juga ada vaksin kombinasi hepatitis A dan B.

mengenal vaksin hepatitis a

Lalu siapa saja yang memerlukan vaksin hepatitis A?

  • Anak Balita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mewajibkan dalam pemberian vaksin hepatitis A sebagai imunisasi dasar pada anak-anak setelah berusia 2 tahun sebanyak 2 dosis. Pada dosis pertama akan diberikan setelah anak menginjak usia 2 tahun, kemudian pada dosis kedua diberikan setelah 6 bulan hingga 12 bulan.

  • Orang yang rentan terkena infeksi virus

Beberapa kondisi diharuskan untuk melakukan pemberian vaksin hepatitis A, diantaranya penyakit hati kronis, pengguna obat terlarang baik dengan melalui suntikan atau tidak, serta pria yang berhubungan seksual dengan sesama jenis. Selain itu juga, sebaiknya vaksin hepatitis A diberikan pada mereka yang menderita penyakit yang bisa mempengaruhi pada sistem darah atau kekebalan tubuh.

  • Seseorang yang mengunjungi negara yang beresiko

Ternyata vaksin juga wajib diberikan pada para orang yang bepergian ke negara tertentu dan orang yang beresiko tinggi terkena infeksi virus. Pada dosis pertama dapat diberikan dengan cepat untuk merencanakan perjalanan.

Sebagai perlindungan pada orang dewasa, maka penderita gangguan imunitas atau penyakit hati kronis, bisa diberikan suntikan imunoglobulin. Pada suntukan tersebut bisa dimanfaatkan pada usia anak dibawah satu tahun yang belum bisa memperoleh vaksin hepatitis A.

Vaksin tidak boleh diberikan ketika beberapa keadaan, seperti :

  • Adanya reaksi alergi saat pemberian dosis pertama, maka dosis yang kedua juga tidak perlu diberikan.
  • Pada ibu hamil.
  • Sedang dalam kondisi sakit.

Efek samping yang terjadi setelah pemberian vaksin, maka akan mengalami nyeri dan bengkak pada bagian yang telah disuntikan, kelelahan, demam, sakit kepala, dan mual. Tetapi efek tersebut akan berlangsung hanya beberapa jam saja setelah vaksinasi.

Untuk pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang mudah dalam menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dengan air bersih dan gunakan sabun sebelum melakukan makan atau setelah dari toilet, serta hindari untuk mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya.

Related post :

| Mengenal Vaksin Hepatitis A Untuk Mencegah Kerusakan Hati