Featured post

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit hati kronis yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, bahkan hingga ibu hamil dan ibu menyusui pun bisa mengalami penyakit hepatitis b.

Untuk pengobatannya, kini telah banyak produk kesehatan yang ditawarkan, namun salah satu obat herbal hepatitis terlaris yang kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia adalah obat hepatitis b kronis QnC Jelly Gamat. Alasannya, karena herbal ini telah terbukti aman, berlegalitas, serta halal dan juga aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Kami memberikan sistem pelayanan menarik untuk anda yaitu “KIRIM BARANG, SETELAH BARANG SAMPAI, BARU TRANSFER PEMBAYARAN”

Penyebab dan Gejala Penyakit Hepatitis

penyebab dan gejala hepatitis b

Penyakit hepatitis ditandai dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning), gejala yang mirip dengan pilek, seperti lelah, nyeri badan dan sakit kepala. Namun, pada sebagian orang gejala penyakit hepatitis b tidak muncul sehingga mereka tidak menyadari bahwa telah terkena infeksi.

Penyakit hepatitis dapat ditularkan melalui kontak seksual, berbagi jarum suntuk, kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja, dan dari ibu hamil yang mengidap hepatitis sehingga menular pada bayi yang dikandungnya.

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

obat hepatitis b kronis

Qnc Jelly Gamat merupakan salah satu solusi pengobatan hepatitis masa kini yang dibuat dari bahan-bahan alami yaitu dari 100% ekstrak teripang laut yang dipadukan dengan bahan alami lain seperti buah dan sayur, sweetener stevia, pengemulsi nabati, air RO dan Essen natural. Perpaduan bahan alami tersebut bertujuan untuk menghindari pemakaian obat kimia yang berbahaya. Bahan-bahan alami ini juga berfungsi untuk melembutkan, menghiangkan bau amis dari teripang, membentu tekstur dan rasa. Sehingga produk lebih awet dan mudah dikonsumsi (dijamin 0% kimia).

QnC Jelly Gamat diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Indonesia yaitu PT. Bijaksana Maju Utama. Bahan utama yang digunakan obat hepatitis b kronis adalah teripang fres atau segar yang di ambil dari perairan terbaik Indonesia yaitu Sulawesi, Bangka Belitung dan Manado, sehingga kualitas teripang tetap terjaga dan telah memiliki standar terbaik untuk dijadikan obat herbal hepatitis b.

Tidak perlu khawatir mengenai keamanan produk kesehatan ini, karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di Lembaga Kesehatan DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 dan BPOM TR 173301471 serta telah bersertifikat HALAL dari MUI. Sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi dan dipercaya ampuh menyembuhkan keluhan kesehatan terutama pada organ hati seperti hepatitis, sirosis hati, dll.

teripang

Teripang yang menjadi bahan dasar pembuatan obat hepatitis b QnC Jelly Gamat telah diteliti oleh berbagai ahli kesehatan dengan keahliannya masing-masing dan menujukkan teripang mampu membantu mendetoksifikasi racun dalam hati, karena didalamnya terdapat kandungan vitamin B riboflavin dan niasin yang baik untuk membersihkan organ hati.

Tidak hanya itu, teripang juga dikenal dengan kandungan gamapeptidenya yang bermanfaat untuk mencegah inflamasi atau peradangan, mengurangi rasa sakit, 3 kali mempercepat proses penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan sel-sel dalam tubuh, membuat kulit lebih muda, meningkatkan kecantikan kulit, menstabilkan emosi, serta memelihara sirkulasi darah tetap lancar.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian di beberapa Universitas Malaysia, ditemukan bahwa teripang emas atau gamat gold (stichopus variegatus) sangat berkhasiat dan baik digunakan sebagai obat serbaguna dan sebagai antiseptik alami. Hal ini dikarenakan, berdasarkan hasil peneltian teripang memiliki kandungan protein 86.8%, kolagen 80.0%, mineral, mukopolisakarida, glucosamine dan chondroitine, antiseptik alami, glucosaminoglycans (GAG’s), saponin, omega 3, 6 dan 9, asam amino, lektin, vitamin dan mineral.

Ditambah pernyataan dari hasil penelitian juga menujukkan, teripang memiliki kandungan senyawa Cell Growth Factor yaitu faktor regenerasi sel sehingga mampu merangsang regerenerasi atau pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak dan bahkan membusuk. Sehingga menjadi pulih kembali dan sehat. Hal ini terbukti, ketika QnC Jelly Gamat diberikan pada penderita luka diabetes yang menunjukan hasil kesembuhan terhadap luka yang dioleskan dengan menggunakan QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, bukan hanya bisa menyembuhkan luka di daerah luar kulit saja, namun juga luka peradangan yang terjadi oleh infeksi bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya.

Karena itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai obat hepatitis b kronis untuk anda. Bukan hanya aman untuk orang dewasa namun juga untuk semua usia termasuk ibu hamil dan menyusui. Bagi anda yang berminat, silahkan kirimkan format pemesanannya dengan melalui SMS, BBM atau pun Whatsapp dengan mencantumkan kode produk EASJG dalam setiap pemesanan anda. Berikut dibawah ini contoh format pemesanan obat herbal hepatitis b.

CARA PEMESANAN VIA SMS DAN BBM

[Kode Produk] : Jumlah pesanan: NAMA: Alamat Lengkap: No. Hp/tlpn Anda
Contoh
EASJG: 10 botol: Yasinta Sintia : Jl. Tentara pelajar No. 50 Tasikmalaya: 085.223.944.949
KIRIM KE
Via SMS: 085.316.695.777
Via BBM: PIN BB 53227614
Tlp: 0265-339207
Whatsapp: +6852-2394-4949
#EASJG adalah kode produk pemesanan yang harus anda cantumkan dalam setiap pemesanan anda. Agar dapat terdeteksi oleh komputer admin kami dan pemesanan anda dapat segera kami proses.

DAFTAR HARGA QnC JELLY GAMAT

Pembelian Harga Ongkir Discount Total
1 Btl 155.000 JNE 0 155.000
4 Btl 620.000 JNE 20.000 600.000
9 Btl 1.395.000 JNE 63.000 1.332.000
10 Btl 1.155.000 JNE 100.000 1.450.000

Transfer Pembayaran

Setelah barang yang anda terima anda di haruskan membayar melalui rekening di bawah ini :

Bank BCA KCU Tasikmalaya
No. Rekening : 054-0606-196
Atas Nama : Aryanto

Bank BRI Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama : Aryanto

Bank BNI KC Tasikmalaya
No.Rekening : 0226098704
Atas Nama : Aryanto

Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
No. Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama : Aryanto

Bank CIMB Niaga Cab. Tasikmalaya

No. Rekening : 439-01-01029-11-8
Atas Nama    : Aryanto

Bank Mega Tasikmalaya
No. Rekening : 011380020392863
Atas Nama : Aryanto

Bank BJB Tasikmalaya
No. Rekening : 0077891218100
Atas Nama : Aryanto

Setelah anda transfer ke rekening diatas silahkan konfirmasi pembayaran ke no. 085.316.695.777
Semua rekening BANK beratas namakan Aryanto, selain nama tersebut itu berarti bukan pada agen kami.

Peringatan !

  • Jangan transfer pembayaran selain ke rekening atas nama ARYANTO !
  • Anda tidak perlu khawatir order online, karena semua pengiriman BISA DILACAK statusnya secara online melalui website jasa pengiriman JNE di jne.co.id
  • Simpanlah dengan baik NO RESI yang kami kirimkan via SMS untuk mengetahui status paket anda
  • Jika kami kirim no resi hari ini maka baru bisa di CEK STATUSNYA BESOK SORE/LUSA.
  • Batas Transfer Pembayaran setelah barang sampai maksimal 3 hari, bila lebih dari 3 hari anda tidak kunjung membayar maka dengan sangat berat hati anda akan terkena sanksi PASAL 5 BAB III NO.8 TH 1999 Tuntutan Hukum pidana dan dendaan atas langgaran tidak memenuhi kewajiban konsumen. Selain itu kami akan memasukan nama, alamat serta no hp anda dalam daftar “Orang Tidak Mau bayar” di 150 website kami.
  • Kini saatnya belanja dengan cara CERDAS! tidak perlu repot bepergian, cukup SMS & konfirmasi transfer, paket dikirim ke alamat anda.
  • Bagi anda yang berdomisili di Tasikmalaya Jawa Barat kami siap antar barang di tempat atau COD (Cash On Delivery).

 

TOLONG SEGERA TRANSFER PEMBAYARAN SETELAH BARANG DI TERIMA

*Obat Hepatitis B Kronis*

Terapi Sinar Biru Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

Sebagai orang tua yang baru saja melahirkan tentu saja bukan suatu pilihan jika sang anak menderita penyakit kuning. Namun tidak perlu khawatir karena relatif normal bagi bayi yang baru lahir kerap mengalaminya dan dapat disembuhkan.

Penyakit kuning merupakan suatu kondisi yang biasa terjadi pada bayi baru lahir, namun bersifat sementara dan tidak berbahaya. Penyakit kuning dapat terjadi pada bayi yang cukup bulan atau bayi lahir prematur, dan biasanya akan mulai terlihat pada satu minggu awal hari pertama kelahiran bayi tersebut. Penyakit kuning juga dapat terjadi saat ada pembangunan dari sunsitusi alami yang terdapat dalam darah disebut dengan “bilirubin”. Bilirubin adalah sebuah pigment didalam darah yang memiliki warna merah atau orange. Bilirubin tersebut diproduksi sebagai pemecahan yang normal dari sel-sel darah merah.

terapi sinar biru mengatasi penyakit kuning

Normal bagi semua orang memiliki bilirubin dengan level rendah didalam darah. Sebagaimana bilirubin akan mulai terbentuk, substansi tersebut akan tersimpai dalam jaringan lemak dibawah kulit sehingga mengakibatkan kulit bayi dan mata bagian putihnya terlihat kekuningan.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Perawatan Sinar Biru atau Phototherapy

Secara medis, bayi yang mengalami penyakit kuning akan dilakukan terapi sinar biru, yang disebut dengan Phototherapy.
Phototherapy adalah terapi yang menggunakan penyinaran dengan insensitas tinggi yaitu 425-475 nm untuk menghilangkan bilirubin dalam tubuh. Terapi ini dilakukan karena jika bilirubin tidak langsung terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan penumpukan pada bagian otak serta menyebabkan gejala gangguan saraf bahkan kematian.

Pada bayi prematur, phototherapy akan dilakukan jika :

  • Berat badan bayi kurang dari 1000g.
  • Kadar bilirubin tak langsung 7-9mg/dl pada berat badan 1000-1500g.
  • Kadar bilirubin tak langsung 10-12mg/bl pada berat badan 1500-2000g.
  • Kadar bilirubin tak langsung 13-15mg/dl pada berat badan 2000-2500g.

Sedangkan pada bayi matur atau sesuai dengan usia kehamilan normal, phototherapy dilakukan jika :

  • Bayi kuning < 24 jam setelah lahir.
  • Bayi usia 24-28 jam, kadar bilirubin tak langsung 15-18mg/dl.
  • Bayi usia 48-72 jam, kadar bilirubin tak langsung 18-20mg/dl.
  • Bayi usia > 72 jam kadar bilirubin tak langsung > 20mg/dl.

Phototherapy dilakukan pada bayi yang lahir prematur dibaringkan ke dalam incubator, sedangkan pada bayi matur pada ranjang dalam keadaan telanjang. Diatasnya akan dipasang alat yang memiliki lampu pemancar sinar dengan intensitas tinggi. Sinar tersebut akan menguraikan bilirubin tak langsung menjadi zat yang dapat dibuang dari tubuh dengan melalui air kencing atau empedu. Selama penyinaran berlangsung, mata dan alat kelamin akan ditutup bertujuan untuk menghindari kerusakan pada retina serta perubahan struktur genetic pada alat reproduksi. Perlu diketahui dan diingat bahwa terapi sinar biru atau phototherapy hanya dapat digunakan untuk bilirubin tak langsung saja.

Baca juga : Obat Penyakit Kuning Alami Untuk Anak dan Dewasa

Phototherapy akan dikatakan berhasil jika kadar bilirubin tak langsung turun sesuai dengan kadar normalnya tergantung pada usia dan berat badan terkait. Namun perubahan warna kulit bukan menjadi indikator keberhasilan terapi.

Efek samping phototherapy

Terapi sinar biru mengandung spektrum sinar bir, yang merupakan bagian dari spektrum cahaya dengan kekuatan gelombang terbaik. Efek dari radiasinya cukup tajam tetapi bersifat lembut dari spektrum cahaya merah dan kuning sehingga akan lebih efektif menembus pada lapisan kulit, serta efektif memecahkan sel-sel pengikat dari cairan bilirubin tetapi tidak membahayakan bagi sang bayi.

Penggunaan sinar biru ini belum ada laporan mengenai efek sampingnya. Bahkan phototherapy menjadi standar internasional untuk menangani keluhan pada bayi kuning.

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa terapi ini menjadi langkah pertama dalam menangani menghilangkan bilirubin dengan cepat. Namun terapi tersebut tidak bisa mengatasi masalah yang menjadi terbentuknya endapan bilirubin.

| Terapi Sinar Biru Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

5 Macam Buah-buahan yang Baik Untuk Penderita Liver

Penyakit liver merupakan salah satu penyakit yang termasuk kronis dan cukup mengerikan karena dapat menyebabkan kematian. Fungsi dari hati merupakan organ yang mampu memproduksi berbagai zat kimia yang snagat diperlukan oleh organ tubuh lainnya ketika melakukan metabolisme. Saat hati sudah tidak dapat berfungsi lagi dengan baik maka kinerja tubuh secara keseluruhan juga akan berpengaruh dengan adanya gangguan tersebut. Penyebab penyakit liver yaitu oleh virus yang menyerang organ hati.

Namun berikut terdapat faktor yang menjadi resiko terjadinya penyakit liver, antara lain :

  • Pola hidup yang tidak sehat.
  • Akibat mengkonsumsi makanan yang kurang sehat atau higienis.
  • Sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat tertentu secara berlebihan.
  • Pola makan yang tidak teratur atau tidak seimbang.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Maka dari itu lakukan pola makan yang sehat seperti mengkonsumsi buah-buahan untuk penyakit liver sehingga tidak akan menimbulkan tingkat keparahannya.

buah-buahan untuk penderita liver

5 Buah-buahan Untuk Penyakit Liver

Ada 5 macam buah-buahan bagi penderita penyakit liver yang dapat dikonsumsi untuk membantu dalam proses penyembuhan dan pencegahan penyakit liver, diantaranya :

1. Alpukat

Ketika organ hati terserang virus hepatitis yang dapat menyebabkan liver maka organ hati sangat perlu dibersihkan dari racun atau senyawa berbahaya yang terdapat pada hati. Kandungan zat glutathione pada buah alpukat sangat efektif untuk membersihkan kandungan racun dalam organ hati. Selain itu juga alpukat yang memiliki kandungan lemak tak jenuh sangat mambantu untuk penderita liver dalam menekan kolesterol jahat.

2. Pisang

Pisang juga termasuk buah obat liver yang sangat cukup dalam menunjang proses penyembuhan penyakit organ hati. Pisang yang kaya akan zat-zat baik yang berupa vitamin dan nutrisi lainnya, serta dapat dikonsumsi setiap hari.

3. Pepaya

Pepaya yang dapat dimakan langsung juga sangat bermanfaat dalam pencegahan kerusakan hati. Tekstur dari pepaya yang lembut sangat memudahkan pada organ lambung dalam mencerna buah tersebut sehingga dalam penyerapan zat pada pepaya akan semakin mudah untuk menjalar ke seluruh organ tubuh.

4. Jeruk Lemon

Menurut kepercayaan jeruk lemon mengandung asam buah yang buruk bagi penderita penyakit liver atau lambung, tetapi ternyata jeruk lemon juga memiliki kandungan zat antioksidan yang dapat membantu secara optimal dalam proses detoksifikasi dalam hal yang terinfeksi virus.

5. Semangka

Sama halnya dengan buah jeruk lemon, pada buah semangka juga termasuk dalam buah untuk penderita penyakit liver karena didalamnya mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu juga mampu menangkal radikal bebas yang telah mengendap pada organ hati.

Itulah beberapa 5 macam buah-buahan yang baik dan memiliki khasiat yang luar biasa bagi penderita penyakit liver. Semoga bermanfaat.

| 5 Macam Buah-buahan yang Baik Untuk Penderita Liver

Cara Penularan Pada Penyakit Hepatitis Virus A, B, C dan D

Hepatitis merupakan suatu kondisi peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh toksin atau senyawa kimia, atau mungkin pada obat yang mampu menjadikan seseorang telah terinfeksi. Hepatitis dengan masa berlangsung yang tidak akan lebih dari 6 bulan juga diketahui dengan sebutan hepatitis akut, sedangkan pada hepatitis kronis yaitu kondisi hepatitis yang dengan masa sekitar 6 bulan lebih lamanya.

Biasanya penyebab utamanya yaitu adanya virus, meskipun tidak demikian karena hepatitis juga dapat terjadi karena penggunaan obat-obatan dan juga alkohol. Dari kedua faktor pemicu tersebut dikenal sebagai hepatitis non-virus. Terdapat beberapa cara penularan penyakit hepatitis dengan melalui virus yaitu pada hepatitis A, B, C, dan D.

cara penularan hepatitis a, b, c, dan d

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Cara Penularan Penyakit Hepatitis

1. Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh adanya virus HAV yang dapat menular dengan cara dalam dan menurut para medis dikenal dengan fecal oral (fecal = kotoran), yang artinya dari cara penularan pada hepatitis A ini dapat terjadi pada kontiminas dengan melalui air atau makanan karena adanya paparan virus HAV dengan melalui kotoran tersebut.

Cara penularannya :

  • Mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi
  • Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja seseorang yang telah terinfeksi penyakit hepatitis A akibat dari buruknya kebersihan. Contohnya saat kita akan mengkonsumsi makanan yang telah disiapkan oleh penderita hepatitis A namun belum mencuci tangan dengan baik, apalagi jika penderita tersebut telah melakukan buang air besar.
  • Mengkonsumsi buah-buahan atau sayuran yang yang dicuci menggunakan air yang telah terkontaminasi.
  • Mengkonsumsi makanan laut yang telah tercemat oleh limbah.
  • Berhubungan seksual dengan penderita penyakit hepatitis A.

2. Hepatitis B

Cara penularan dengan melalui hepatitis B yaitu virus HBV yang berupa jenis penyakit liver yang memang sangat membahayakan bahkan dapat mengakibatkan seseoang mengalami kondisi yang sangat buruk. Pada kasus HBV dapat menghilangkan secara alami, namun jika pada 10% kasus pada virus tersebut maka akan berkembang menjadi penyakit yang kronis kemudian akan mengalami kanker hati atau sirosis. Tidak sedikit pada anak dan juga bayi yang dapat terjadi pada penyakit tersebut yang tidak bisa disembuhkan, sehingga penyakit liver sangat membahayakan jika pada usia dewasa nanti. Gejala awal yang terjadi pada penyakit hepatitis B yaitu seperti nyeri disertai gatal pada bagian persendian, nyeri dada pada bagian perut, nafsu makan berkurang, dan mengalami mual serta muntah.

Cara penularannya :

  • Kontak darah
    Dengan melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang terserang virus HBV pada orang yang tidak terkena infeksi.
  • Kontak seksual
    Seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman atau pelindung maka akan sangat mudah mengakibatkan air liur ataupun cairan pada vagina yang akan masuk dengan melalui tubuh wanita.
  • Dari ibu pada anaknya
    Seperti yang dapat terjadi pada seorang ibu yang sedang ada pada masa kehamilan kemudian ia terkena virus tersebut sehingga akan sangat mudah janin yang ada pada kandungannya akan terserang virus HBV.

3. Hepatitis C

Penyakit hepatitis C dapat terjadi dengan melalui virus HCV, dan cara penularan pada hepatitis C sama halnya dengan hepatitis B.

Cara penularan :

  • Melalui hubungan seksual yang tidak menggunakan alat pelindung bagi orang yang terserang hepatitis.
  • Melalui transfusi darah.
  • Penularan dari ibu pada anaknya pada masa kehamilan.
  • Penggunaan jarum suntik atau peralatan lainnya dengan cara bersamanaan dengan penderita hepatitis C.

4. Hepatitis D

Virus Delta merupakan penyebab dari penyakit hepatitis D. Virus yang hanya berkembang pada dalam tubuh tersebut telah mengalami suatu infeksi atau pada virus hepatitis B. Meksipun pada jenis ini sangat jarang terjadi, tetapi pada penyakit hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang membahayakan dari jenis penyakit hepatitis lainnya.

Jika membedakan penderita hepatitis D dengan hepatitis B memang sangat sulit, karean gejala tersebut hampir sama, seperti :

– Mudah lelah
– Sakit perut
– Muntah
– Adanya rasa nyeri pada bagian persendian
– Warna urine berubah menjadi gelap
– Terjadinya perubahan warna kulit pada tubuh menjadi warna kuning.

Cara penularannya :

Pada virus hepatitis D dapat menular atau menyebar dengan melalui kontak darah yang terkontaminasi atau pada ciaran tubuh lainnya. Menurut Rumah Sakit Anak juga menjelaskan bahwa sekitar 5% pada penderita hepatitis B juga terkena hepatitis D.

| Cara Penularan Pada Penyakit Hepatitis Virus A, B, C, dan D

Pantangan Makanan Bagi Penderita Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan harus segera diatasi, karena jika penyakit ini dibiarkan maka akan menyebabkan penyakit kanker. Penyakit hepatitis B disebabkan oleh adanya virus HBV alias Hepatitis B Virus.

Bagi penderita penyakit hepatitis, apabila sedang dalam melakukan pengobatan maka untuk mengobati penyakit hepatitis tersebut, perlu ketahui memang sangatlah penting apa saja pantangan-pantangan yang harus dihindari supaya penyakit hepatitis tersebut dapat sembuh. Salah satu pantangan yang harus diketahui yaitu dari segi makanan. Karena makanan adalah faktor paling utama yang dapat menunjang pada proses kesembuhan.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

pantangan makanan bagi hepatitis

Berikut Pantangan Makanan Bagi Penderita Hepatitis :

1. Makanan yang mengandung lemak tinggi

Penderita penyakit hepatitis diharuskn untuk menjauhi makanan yang memiliki kandungan minyak tinggi. Dan salah satu makanan yang memiliki lemak tinggi seperti gorangan, jeroan, daging kambing, es krim, makanan bersantan, dan susu full krim. Karena pada makanan yang mengandung minyak bersifat berbahaya pada organ hati.

2. Makanan yang menimbulkan gas

Makanan yang dapat menimbulkan gas yaitu seperti ubi, kacang merah, mentimun, durian, nangka, lobak, dsb. Alangkah baiknya makanan tersebut dihindari oleh penderita penyakit hepatitis karena dapat menimbulkan gas yang bersifat panas untuk organ hati apabila dikonsumsi.

3. Makanan atau minuman yang bersoda dan mengandung alkohol

Makanan atau minuman yang bersifat soda atau mengandung alkohol sangat tidak baik jika dikonsumsi oleh penderita penyakit hepatitis. Dari kedua makanan atau minuman tersebut sangat cepat dalam merusak organ hati, karena memiliki kandungan gas yang cukup besar.

4. Makanan yang memiliki rasa dan aroma tinggi

Pada jenis makanan ini yaitu seperti makanan pedas yang ditimbulkan dari bahan masakan yaitu lada, merica, bawang bombay, cuka, dsb. Dari semua jenis makanan tersebut bersifat panas untuk organ hati, dan akan lebih merusak hati apabila terus dikonsumsi.

Itulah beberapa jenis makanan sebagai pantangan bagi penderita penyakit hepatitis. Menghindari makanan yang telah disampaikan diatas akan berguna untuk meringankan penyakit tersebut yang sedang dialami.

| Pantangan Makanan Bagi Penderita Penyakit Hepatitis B

Melakukan Tes Darah Untuk Mendeteksi Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C (HCV) adalah salah satu penyakit yang berbahaya dan sangat ditakuti. Pasalnya infeksi dari hepatitis C ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada hati yang sangat serius, tetapi juga dapat menyebabkan suatu komplikasi pada kesehatan lainnya.

tes darah mendeteksi hepatitis c

Infeksi virus yang ditularkan dengan melalui paparan darah seseorang yang terkena penyakit serupa, maka perlu diketahui seberapa banyak orang yang beresiko terkena penyakit hepatitis C. Karena pada beberapa diantaranya yaitu pengguna obat intravena (obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah vena) yang melakukan berbagi jarum suntik. Selain itu bagi pekerja kesehatan juga beresiko terkena penyakit tersebut. Pada paparan infeksi tersebut dapat terjadi saat pekerja medis terpapar darah ketika proses donor ataupun saat pengambilan sampel darah.

Selain itu, saat penggunaan alat tatto yang tidak steril juga akan beresiko terkena infeksi HCV. Apabila Anda beresiko terkena infeksi tersebut, sebaiknya untuk segera melakukan tes darah. Karena dengan melakukan deteksi dini akan jauh lebih baik. Skrining untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi hepatitis C tersebut dilakukan dengan memeriksa keberadaan antibodi HCV. Apabila terdapat antibodi HCV maka hasil dari tes menunjukkan HCV antibodi tidak reakrif.

Apabila dari hasil tes menunjukkan antibodi HCV reakrif, maka disarankan untuk melakukan tes yang selanjutnya. Tetapi jika memiliki antibodi HCV yang tidak berarti maka tubuh Anda telah terpapar virus. Dari pemeriksaan kedua tersebut merupakan tes dari HCV ribonucleic acid (RNA). Pada molekul RNA tersebut berperan dalam ekspresi dan regulasi gen. Terdeteksinya HCV RNA pada seseorang maka menandakan terjadinya infeksi hepatitis C.

Langkah Pencegahan Hepatitis C

Hepatitis C masih belum bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menurunkan resiko penularannya, seperti berhenti dalam menggunakan obat-obatan terlarang. Tidak berbagai dalam penggunaan barang-barang pribadi yang memiliki potensi terkontaminasi darah seperti gunting kuku dan sikat gigi.

Penyakit yang jarang menular melalui hubungan seks, penggunaan alat pengaman seperti kondom dapat menghindari dari hepatitis C, terutama apabila terjadi kontak dengan darah (seperti seks anal atau darah menstruasi). Para penderita hepatitis C lebih beresiko terkena hepatitis jenis lainnya, maka dari itu Dokter umumnya sangat menganjurkan vaksinasi untuk mencegah hepatitis A dan hepatitis B.

Obat Herbal Hepatitis C

obat hepatitis c

Obat Herbal Hepatitis C – QnC Jelly Gamat merupakan suplemen kesehatan yang multikhasiat dan terbuat dari bahan alami yaitu teripang emas dari spesies terbaik didunia. Teripang emas memiliki kandungan banyak diantaranya Gamapeptide yang berperan sebagai mencegah suatu inflamasi atau peradangan, mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi rasa sakit, mengaktifkan pertumbuhan dan mengaktifkan sel-sel, menstabilkan sirkulasi darah dan membuat kulit menjadi lebih mudah serta meningkatkan kecantikan.

Kandungan yang ada pada teripang emas sangat baik dijadikan sebagai obat dan sebagai antiseptik tradisional, diantaranya protein 86.8%, kolagen 80.0%, mukopolisakarida, glucosamine, mineral, antiseptik alami, omega 3, 6, dan 9, lektin, asam amino, saponin, chondroitine, dan vitamin.

Dengan kandungan yang sangat lengkap dari teripang emas sehingga obat herbal ini dijadikan sebagai salah sary alternatif dalam pengobatan penyakit hepatitis C yang alami dan juga aman tanpa efek samping. Untuk Anda yang berminat memesan QnC Jelly Gamat, silahkan ikuti format pemesanan QnC Jelly Gamat dibawah ini :

Cara Pemesanan Obat Herbal Hepatitis C

[Kode Produk] : Jumlah pesanan: NAMA: Alamat Lengkap: No. Hp/tlpn
Contoh
EASJG : 9 botol: Bayu: Jl. Tentara pelajar No. 50 Tasikmalaya: 085.223.944.949
KIRIM KE
BBM: 53227614
SMS 0852-2394-4949 / 082320970600

#EASJG adalah kode produk pemesanan yang harus anda cantumkan dalam setiap pemesanan anda. Jika tidak menggunakan kode produk dan alamat dengan lengkap dan benar, pemesanan tidak akan kami proses.

| Melakukan Tes Darah Untuk Mendeteksi Penyakit Hepatitis C

Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Hati yang berfungsi sebagai organ yang mampu untuk memproduksi berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, disaat sedang melakukan metabolisme. Saat hati tidak dapat berfungsi dengan baik yang disebabkan oleh adanya sebuah penyakit tertentu yang menyerang organ hati maka tubuh dengan secara keseluruhan akan terpengaruh dengan adanya gangguan kesehatan tersebut.

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang menyerang pada organ hati, dan disebabkan oleh adanya virus. Untuk itu bagi penderita hepatitis, sebaiknya untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Ada beberapa buah-buahan yang dapat meringankan penyakit hepatitis dan dapat membantu dalam proses penyembuhan serta mencegah penyakit liver.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut buah-buahan yang baik dikonsumsi untuk penderita hepatitis :

macam buah untuk penderita hepatitis

1. Buah Jeruk

Buah jeruk yang kaya akan kandungan vitamin C yang dapat merangsang hati untuk memproduksi antibodi yang berpengaruh dalam perlawanan terhadap penyakit hepatitis.

Manfaat lain dari buah jeruk untuk kesehatan :
– Menjaga kesehatan ginjal
– Melancarkan pencernaan
– Menjaga stamina
– Mengatasi sariawan
– Baik untuk tulang
– Mencegah kerusakan kulit
– Dapat membantu proses diet

2. Buah Apel

Apel merupakan salah satu buah yang memiliki cita rasa yang enak, bahkan sangat cocok untuk penderita hepatitis. Selain untuk penderita hepatitis, buah apel juga sangat bermanfaat untuk kesehatan lainnya, diantaranya :

– Mencegah batu empedu
– Mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh
– Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
– Mencegah penyakit parkinson
– Sangat baik untuk pencernaan

3. Buah Jambu Biji Merah

Buah jambu dapat meringankan penyakit hepatitis. Selain itu juga dapat menjaga fungsi saraf dan otak, serta mampu menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit kanker termasuk kanker hati.

Berikut manfaat lainnya dari buah jambu biji merah untuk kesehatan :
– Membantu menyehatkan kelenjar tiroid
– Membantu menyerap nutrisi
– Menjaga fungsi saraf dan otak
– Mencegah penyakit kanker
– Dapat membuat releks tubuh
– Dapat mengendalikan tekanan darah
– Bisa menangkal radikal bebas

4. Buah Lemon

Lemon merupakan jenis buah yang dapat Anda coba untuk tidak terkena penyakit hepatitis, namun selain untuk pencegahan, buah lemon dapat dijadikan sebagai pengobatan penyakit hepatitis.

Berikut beberapa manfaat lain buah lemon untuk kesehatan :
– Menghilangkan raacun dalam tubuh
– Menghentikan pendarahan
– Dapat mengurangi ketombe
– Dapat dijadikan sebagai masker untuk mencerahkan kulit
– Memperkecil pori-pori kulit
– Menstabilkan tekanan darah tinggi

Itulah beberapa macam-macam buah untuk penyembuhan penyakit hepatitis dan manfaat untuk kesehatan tubuh lainnya.

Pengobatan Penyakit Hepatitis

Jika penyakit hepatitis Anda berlanjut, kami memberikan saran untuk segera melakukan pengobatan. Kami merekomendasikan obat herbal yaitu QnC Jelly Gamat karena didalamnya memiliki khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk penyakit hepatitis.

| Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis