Featured post

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit hati kronis yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, bahkan hingga ibu hamil dan ibu menyusui pun bisa mengalami penyakit hepatitis b.

Untuk pengobatannya, kini telah banyak produk kesehatan yang ditawarkan, namun salah satu obat herbal hepatitis terlaris yang kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia adalah obat hepatitis b kronis QnC Jelly Gamat. Alasannya, karena herbal ini telah terbukti aman, berlegalitas, serta halal dan juga aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Kami memberikan sistem pelayanan menarik untuk anda yaitu “KIRIM BARANG, SETELAH BARANG SAMPAI, BARU TRANSFER PEMBAYARAN”

Penyebab dan Gejala Penyakit Hepatitis

penyebab dan gejala hepatitis b

Penyakit hepatitis ditandai dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning), gejala yang mirip dengan pilek, seperti lelah, nyeri badan dan sakit kepala. Namun, pada sebagian orang gejala penyakit hepatitis b tidak muncul sehingga mereka tidak menyadari bahwa telah terkena infeksi.

Penyakit hepatitis dapat ditularkan melalui kontak seksual, berbagi jarum suntuk, kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja, dan dari ibu hamil yang mengidap hepatitis sehingga menular pada bayi yang dikandungnya.

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

obat hepatitis b kronis

Qnc Jelly Gamat merupakan salah satu solusi pengobatan hepatitis masa kini yang dibuat dari bahan-bahan alami yaitu dari 100% ekstrak teripang laut yang dipadukan dengan bahan alami lain seperti buah dan sayur, sweetener stevia, pengemulsi nabati, air RO dan Essen natural. Perpaduan bahan alami tersebut bertujuan untuk menghindari pemakaian obat kimia yang berbahaya. Bahan-bahan alami ini juga berfungsi untuk melembutkan, menghiangkan bau amis dari teripang, membentu tekstur dan rasa. Sehingga produk lebih awet dan mudah dikonsumsi (dijamin 0% kimia).

QnC Jelly Gamat diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Indonesia yaitu PT. Bijaksana Maju Utama. Bahan utama yang digunakan obat hepatitis b kronis adalah teripang fres atau segar yang di ambil dari perairan terbaik Indonesia yaitu Sulawesi, Bangka Belitung dan Manado, sehingga kualitas teripang tetap terjaga dan telah memiliki standar terbaik untuk dijadikan obat herbal hepatitis b.

Tidak perlu khawatir mengenai keamanan produk kesehatan ini, karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di Lembaga Kesehatan DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 dan BPOM TR 173301471 serta telah bersertifikat HALAL dari MUI. Sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi dan dipercaya ampuh menyembuhkan keluhan kesehatan terutama pada organ hati seperti hepatitis, sirosis hati, dll.

teripang

Teripang yang menjadi bahan dasar pembuatan obat hepatitis b QnC Jelly Gamat telah diteliti oleh berbagai ahli kesehatan dengan keahliannya masing-masing dan menujukkan teripang mampu membantu mendetoksifikasi racun dalam hati, karena didalamnya terdapat kandungan vitamin B riboflavin dan niasin yang baik untuk membersihkan organ hati.

Tidak hanya itu, teripang juga dikenal dengan kandungan gamapeptidenya yang bermanfaat untuk mencegah inflamasi atau peradangan, mengurangi rasa sakit, 3 kali mempercepat proses penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan sel-sel dalam tubuh, membuat kulit lebih muda, meningkatkan kecantikan kulit, menstabilkan emosi, serta memelihara sirkulasi darah tetap lancar.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian di beberapa Universitas Malaysia, ditemukan bahwa teripang emas atau gamat gold (stichopus variegatus) sangat berkhasiat dan baik digunakan sebagai obat serbaguna dan sebagai antiseptik alami. Hal ini dikarenakan, berdasarkan hasil peneltian teripang memiliki kandungan protein 86.8%, kolagen 80.0%, mineral, mukopolisakarida, glucosamine dan chondroitine, antiseptik alami, glucosaminoglycans (GAG’s), saponin, omega 3, 6 dan 9, asam amino, lektin, vitamin dan mineral.

Ditambah pernyataan dari hasil penelitian juga menujukkan, teripang memiliki kandungan senyawa Cell Growth Factor yaitu faktor regenerasi sel sehingga mampu merangsang regerenerasi atau pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak dan bahkan membusuk. Sehingga menjadi pulih kembali dan sehat. Hal ini terbukti, ketika QnC Jelly Gamat diberikan pada penderita luka diabetes yang menunjukan hasil kesembuhan terhadap luka yang dioleskan dengan menggunakan QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, bukan hanya bisa menyembuhkan luka di daerah luar kulit saja, namun juga luka peradangan yang terjadi oleh infeksi bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya.

Karena itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai obat hepatitis b kronis untuk anda. Bukan hanya aman untuk orang dewasa namun juga untuk semua usia termasuk ibu hamil dan menyusui. Bagi anda yang berminat, silahkan kirimkan format pemesanannya dengan melalui SMS, BBM atau pun Whatsapp dengan mencantumkan kode produk EASJG dalam setiap pemesanan anda. Berikut dibawah ini contoh format pemesanan obat herbal hepatitis b.

CARA PEMESANAN VIA SMS DAN BBM

[Kode Produk] : Jumlah pesanan: NAMA: Alamat Lengkap: No. Hp/tlpn Anda
Contoh
EASJG: 10 botol: Yasinta Sintia : Jl. Tentara pelajar No. 50 Tasikmalaya: 085.223.944.949
KIRIM KE
Via SMS: 085.316.695.777
Via BBM: PIN BB 53227614
Tlp: 0265-339207
Whatsapp: +6852-2394-4949
#EASJG adalah kode produk pemesanan yang harus anda cantumkan dalam setiap pemesanan anda. Agar dapat terdeteksi oleh komputer admin kami dan pemesanan anda dapat segera kami proses.

DAFTAR HARGA QnC JELLY GAMAT

Pembelian Harga Ongkir Discount Total
1 Btl 155.000 JNE 0 155.000
4 Btl 620.000 JNE 20.000 600.000
9 Btl 1.395.000 JNE 63.000 1.332.000
10 Btl 1.155.000 JNE 100.000 1.450.000

Transfer Pembayaran

Setelah barang yang anda terima anda di haruskan membayar melalui rekening di bawah ini :

Bank BCA KCU Tasikmalaya
No. Rekening : 054-0606-196
Atas Nama : Aryanto

Bank BRI Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama : Aryanto

Bank BNI KC Tasikmalaya
No.Rekening : 0226098704
Atas Nama : Aryanto

Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
No. Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama : Aryanto

Bank CIMB Niaga Cab. Tasikmalaya

No. Rekening : 439-01-01029-11-8
Atas Nama    : Aryanto

Bank Mega Tasikmalaya
No. Rekening : 011380020392863
Atas Nama : Aryanto

Bank BJB Tasikmalaya
No. Rekening : 0077891218100
Atas Nama : Aryanto

Setelah anda transfer ke rekening diatas silahkan konfirmasi pembayaran ke no. 085.316.695.777
Semua rekening BANK beratas namakan Aryanto, selain nama tersebut itu berarti bukan pada agen kami.

Peringatan !

  • Jangan transfer pembayaran selain ke rekening atas nama ARYANTO !
  • Anda tidak perlu khawatir order online, karena semua pengiriman BISA DILACAK statusnya secara online melalui website jasa pengiriman JNE di jne.co.id
  • Simpanlah dengan baik NO RESI yang kami kirimkan via SMS untuk mengetahui status paket anda
  • Jika kami kirim no resi hari ini maka baru bisa di CEK STATUSNYA BESOK SORE/LUSA.
  • Batas Transfer Pembayaran setelah barang sampai maksimal 3 hari, bila lebih dari 3 hari anda tidak kunjung membayar maka dengan sangat berat hati anda akan terkena sanksi PASAL 5 BAB III NO.8 TH 1999 Tuntutan Hukum pidana dan dendaan atas langgaran tidak memenuhi kewajiban konsumen. Selain itu kami akan memasukan nama, alamat serta no hp anda dalam daftar “Orang Tidak Mau bayar” di 150 website kami.
  • Kini saatnya belanja dengan cara CERDAS! tidak perlu repot bepergian, cukup SMS & konfirmasi transfer, paket dikirim ke alamat anda.
  • Bagi anda yang berdomisili di Tasikmalaya Jawa Barat kami siap antar barang di tempat atau COD (Cash On Delivery).

 

TOLONG SEGERA TRANSFER PEMBAYARAN SETELAH BARANG DI TERIMA

*Obat Hepatitis B Kronis*

Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Hati yang berfungsi sebagai organ yang mampu untuk memproduksi berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, disaat sedang melakukan metabolisme. Saat hati tidak dapat berfungsi dengan baik yang disebabkan oleh adanya sebuah penyakit tertentu yang menyerang organ hati maka tubuh dengan secara keseluruhan akan terpengaruh dengan adanya gangguan kesehatan tersebut.

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang menyerang pada organ hati, dan disebabkan oleh adanya virus. Untuk itu bagi penderita hepatitis, sebaiknya untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Ada beberapa buah-buahan yang dapat meringankan penyakit hepatitis dan dapat membantu dalam proses penyembuhan serta mencegah penyakit liver.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut buah-buahan yang baik dikonsumsi untuk penderita hepatitis :

macam buah untuk penderita hepatitis

1. Buah Jeruk

Buah jeruk yang kaya akan kandungan vitamin C yang dapat merangsang hati untuk memproduksi antibodi yang berpengaruh dalam perlawanan terhadap penyakit hepatitis.

Manfaat lain dari buah jeruk untuk kesehatan :
– Menjaga kesehatan ginjal
– Melancarkan pencernaan
– Menjaga stamina
– Mengatasi sariawan
– Baik untuk tulang
– Mencegah kerusakan kulit
– Dapat membantu proses diet

2. Buah Apel

Apel merupakan salah satu buah yang memiliki cita rasa yang enak, bahkan sangat cocok untuk penderita hepatitis. Selain untuk penderita hepatitis, buah apel juga sangat bermanfaat untuk kesehatan lainnya, diantaranya :

– Mencegah batu empedu
– Mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh
– Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
– Mencegah penyakit parkinson
– Sangat baik untuk pencernaan

3. Buah Jambu Biji Merah

Buah jambu dapat meringankan penyakit hepatitis. Selain itu juga dapat menjaga fungsi saraf dan otak, serta mampu menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit kanker termasuk kanker hati.

Berikut manfaat lainnya dari buah jambu biji merah untuk kesehatan :
– Membantu menyehatkan kelenjar tiroid
– Membantu menyerap nutrisi
– Menjaga fungsi saraf dan otak
– Mencegah penyakit kanker
– Dapat membuat releks tubuh
– Dapat mengendalikan tekanan darah
– Bisa menangkal radikal bebas

4. Buah Lemon

Lemon merupakan jenis buah yang dapat Anda coba untuk tidak terkena penyakit hepatitis, namun selain untuk pencegahan, buah lemon dapat dijadikan sebagai pengobatan penyakit hepatitis.

Berikut beberapa manfaat lain buah lemon untuk kesehatan :
– Menghilangkan raacun dalam tubuh
– Menghentikan pendarahan
– Dapat mengurangi ketombe
– Dapat dijadikan sebagai masker untuk mencerahkan kulit
– Memperkecil pori-pori kulit
– Menstabilkan tekanan darah tinggi

Itulah beberapa macam-macam buah untuk penyembuhan penyakit hepatitis dan manfaat untuk kesehatan tubuh lainnya.

Pengobatan Penyakit Hepatitis

Jika penyakit hepatitis Anda berlanjut, kami memberikan saran untuk segera melakukan pengobatan. Kami merekomendasikan obat herbal yaitu QnC Jelly Gamat karena didalamnya memiliki khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk penyakit hepatitis.

| Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Semakin lama penyakit diabetes menjadi penyakit umum. Meskipun kebiasaan gaya hidup yang sehat dapat membantu untuk mencegah diabetes, namun melakukan pola makan yang buruk juga bukan menjadi penyebab dari adanya diabetes.

Virus hepatitis C juga sering dikaitkan dengan penyakit diabetes, dan pada beberapa orang bahkan dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis C merupakan suatu infeksi virus C yang terjadi pada organ hati sehingga menyebabkan hati menjadi bengkak akibat dari peradangan sel-sel hati. Pada keadaan ini maka akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Virus dari hepatitis C ini dapat ditularkan dengan melalui darah, dan dianggap lebih berbahaya karena tidak ada vaksin untuk virus ini. Hepatitis C akan mencegah hati dengan melakukan fungsi normalnya, termasuk untuk mencerna makanan, mencegah infeksi, menyimpan nutrisi dan energi, dan membersihkan zat kimia dari aliran darah.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

komplikasi dabetes terhadap hepatitis

Selain mengganggu pada fungsi hati, ternyata hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit terjadi dalam waktu yang lama). Dan hal ini terjadi akibat dari salah satu gangguan fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, yang dimana hati tidak akan mampu untuk menyimpan kelebihan glukosa yang ada didalam darah sehingga kadar gula akan meningkat (hiperglikemia).

Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C, dan hal ini terjadi karena kadar gula yang sangat tinggi serta tidak terkontrol dalam waktu yang lama dan menyebabkan hati menjadi harus bekerja lebih keras sampai terjadi meradang. Menurut salah satu studi the American Diabetes Assocation (ADA), terdapat sekitar 80% penderita diabetes telah mengalami penumpukkan glukosa yang berlebih pada hati sehingga menyebabkan hati menjadi lebih sulit untuk melawan berbagai macam infeksi termasuk pada infeksi virus hepatitis C.

Komplikasi

Apabila menderita diabetes dan juga hepatitis C maka juga akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain seperti sirosis hati (dapat menyebabkan meningkatnya kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes), serta gagal pada hati yang berakibat fatal. Meskipun tidak semua pada penderita hepatitis C mengalami diabetes ataupun sebaliknya, namun akan tetap beresiko lebih tinggi. Maka dari itu penderita sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga akan dapat mendeteksi pada gangguan dan mendapatkan pengobatan cepat.

Insulin dan Pengobatan Virus Hepatitis C

Sangat penting untuk menggunakan insulin seperti yang telah direkomendasikan oleh dokter apabila memiliki penyakit diabetes. Namun jika Anda mengalami penyakit hepatitis C, maka dalam penggunaan insulin akan menjadi rumit dan harus dipertimbangkan kembali. Karena insulin dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme hati serta menurunkan kemampuan organ hati dalam melawan berbagai macam infeksi.

Tindakan Pencegahan Virus Hepatitis Akibat Diabetes

Berikut beberapa tindakan dalam pencegahan yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya hepatitis serta tejadinya kerusakan pada organ hati, antara lain :

– Pastikan untuk mengurangi berat badan apabila memiliki masalah pada kelebihan berat badan Anda.

– Tidak terlalu dekat dengan penderita hepatitis karena penyakit hepatitis tergolong penyakit menular dan pada penderita diabetes akan lebih mudah tertular dengan penyakit tersebut.

– Mencegah penyakit hepatitis dengan cara meningkatkan antibodi, serta mendapatkan vaksinasi hepatitis untuk meningkatkan antibodi.

Baca juga : Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apabila Anda menjalankan semua tindakan pencegahan secara disiplin, maka Anda juga akan terbebas dari masalah kerusakan organ hati serta hepatitis akibat dari diabetes tesebut.

| Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Hepatitis B adalah sebuah penyakit yang ditularkan dengan melalui virus yang masuk pada cairan tubuh secara langsung. Penyakit hepatitis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyerang pada bagian hati secara langsung sehingga akan membuat penderita mengalami gangguan pada organ hati yang sangat serius. Penyakit ini dapat terjadi pada ibu hamil dan sangat berbahaya pada janin yang ada pada kandungannya.

Pada umumnya ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B dengan melalui beberapa perantara seperti cairan vagina, air mani, dan tes darah yang tidak steril pada jarum suntiknya. Pada sistem kekebalan tubuh pun akan semakin lemah karena adanya virus yang aktif didalam tubuhnya. Biasanya pada beberapa orang dewasa akan sembuh dari penyakit hepatitis B ini secara alami karena kekebalan tubuhnya, namun penyakit hepatitis B ini bisa lebih berat apabila terjadi pada ibu hamil. Lalu bagaimana kondisi awal pada ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B?

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa gejala atau ciri-ciri hepatitis B pada ibu hamil :

ciri-ciri hepatitis pada ibu hamil

1. Flu Saat Hamil

Awal saat virus menyerang tubuh pada ibu hamil dapat menyebabkan gejala ringan seperti flu. Namun jika flu parah saat sedang hamil maka akan merasakan sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, dan masalah flu lainnya.

2. Tubuh Terasa Sakit

Virus yang menyerang pada tubuh akan menyebabkan kondisi menjadi tidak nyaman pada ibu hamil. Tidak hanya pada bagian tulang dan sendi saja, namun pada semua bagian tubuh akan merasakan sakit. Pada saat inilah virus sedang berkembang dan berusaja merusak fungsi organ hati. Ketika dalam beberapa bagian tubuh disentuh maka akan terasa lebih sakit dibandingkan dengan biasanya. Apabila ibu hamil bekerja sambil berdiri maupun duduk dengan dalam jangka waktu yang lama maka kondisi kelelahan akan menjadi semakin buruk, termasuk pada bagian kaki bengkak pada ibu hamil.

3. Ibu Hamil Cepat Lelah

Infeksi virus dapat menyebabkan kondisi hati akan melemah. Dari semua sistem yang melibatkan organ hati tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan hati juga tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga akan banyak racun didalam tubuh.

4. Nafsu Makan Menurun

Gejala dari hepatitis B pada ibu hamil akan menyebabkan nafsu makannya berkurang, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh terjadinya morning sickness meskipun kondisinya bisa memburuk. Hati bekerja sangat penting untuk mengahasilkan enzim yang dapat membantu dalam penyerapan nutrisi didalam tubuh. Saat muncul infeksi pada bagian hati maka ibu hamil tidak akan bisa menerima makanan dengan baik, sehingga pengolahan nutrisi akan menjadi gangguan dan ibu hamil pun tidak akan merasa lapar.

5. Morning Sickness Parah

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan morning sickness yang parah. Biasanya ibu hamil mengalami kondisi tersebut saat masuk pada trimester pertama. Hal ini berlainan apabila sang ibu masih mengalami morning sickness pada trimester selanjutnya maka akan menderita hepatitis B, sehingga tubuh ibu hamil akan menjadi lebih lemah.

6. Kulit dan Putih Mata Menguning

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan bagian putih mata dan kulit menjadi menguning. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa yang memang sudah terkena infeksi. Tetapi gejala tersebut muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah terkena infeksi virus hepatitis B. Pada perubahan warna putih mata dan kulit yang menguning disebabkan oleh adanya akumulasi kadar bilirubin didalam tubuh ibu hamil, Hati yang berfungsi untuk mengatur kadar bilirubin, apabila bermasalah maka kadar bilirubin akan menjadi tinggi dan zat dapat menumpuk didalam hati.

7. Gangguan Pencernaan

Hati juga berperan penting untuk sistem pencernaan. Saat gangguan pada hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak akan bekerja dengan baik. Pada beberapa gangguan pencernaan dapat terjadi seperti sakit perut, mual terus menerus, muntah, dan diare. Semua gejala tersebut sangat berat karena ibu hamil juga mengalami morning sickness. Ketika gangguan pencernaan terjadi maka ibu hamil juga harus mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Karena jika terjadi diare maka akan menyebabkan gangguan pada sangat berat karena sang ibu tidak menerima makanan dengan baik.

Resiko ibu hamil terkena hepatitis B

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil dapat mempengaruhi pada kondisi kesehatan ibu dan juga janin. Saat semua gejala hepatitis muncul maka pemeriksaan sangat perlu dilakukan lebih cepat. Berikut terdapat dampak hepatitis B bagi janin :

  • Beresiko tinggi lahir secara prematur.
  • Bayi lahir dengan kondisi yang kurang sehat termasuk berat badan yang rendah serta bayi kuning.
  • Sang ibu dan bayi akan mengalami diabetes gestasional.
  • Ibu akan mengalami pendarahan yang berat selama masa kehamilan, bahkan sebelum pada persalinan.
  • Bayi akan memiliki resiko terkena hepatitis B sehingga harus menerima vaksin setelah proses kelahiran.

| Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Efek Terapi Bekam Untuk Penyakit Hepatitis Kronis

Hepatitis merupakan penyakit radang hati yang menyerang pada hati atau liver. Hampir sebagian penduduk dunia memiliki bibit virus hepatitis bahkan dalam beragam varian didalam tubuhnya, tetapi tidak semua akan mengalami infeksi ataupun terkena serangan virus hepatitis tersebut.

efek terapi bekam untuk hepatitis kronis

Hepatitis dibagi dalam 2 bagian besar penyebab meskipun yang menginfeksikannya yaitu virus hepatitis itu sendiri :

1. Penyebab Viral
Penyebab dari infeksi hepatitis jenis ini yaitu virus tanpa adanya pemicu dari yang lain.

2. Penyebab Non Viral
Penyebab dari infeksi hepatitis jenis merupakan virus hepatitis tetapi kondisi dari infeksi di permudah dengan melemahnya fungsi liver atau kekebalan tubuh secara umumnya, yang dikarenakan adanya asupan makanan maupun minuman yang dapat menyebabkan virus hepatitis sehingga akhirnya akan menginfeksi tubuh serta menyebabkan hepatitis.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Gejala Hepatitis Kronis

  • Munculnya rasa kelelahan dan malas.
  • Terjadi muntah darah
  • Pembesaran liver dan limpa.
  • Kadar getah empedu kuning meningkat sehingga penderita hepatitis akan terkena penyakit kuning.
  • Ditemukan kadar enzim-enzim hati yang meningkat dalam sehingga banyak kasus hepatitis kronis.
  • Akibat tekanan darah yang tinggi pada pembuluh darah porta maka akan timbul varises esofagus, dan mungkin akan terjadi pembengkakan pada bagian perut.

Berikut Efek Terapi Bekam Untuk Penyakit Hepatitis Kronis :

1. Efek melakukan terapi bekam terhadap penyakit hepatitis kronis yaitu berperan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat membantu mengatasi virus.

2. Terapi bekam dapat menstimulasi sirkulasi darah dalam lobus-lobus hati dengan melalui zat nitrit oksida (NO) yang berperan sebagai memperluas pembuluh darah serta melancarkan suplay darah dengan cara melimpahkan pada sel-sel, mencegah kematian sel pada bagian tepi kelompok sel hati serta sel-sel yang terinfeksi.

3. Terapi bekam berpengaruh positif pada sel karena dengan terapi bekam dapat membersihkan sel dari virus yang telah berhasil menembusnya sehingga pada sel-sel akan kembali berfungsi sempurna.

4. Bekam berperan untuk mengurangi tekanan darah pada pembuluh darah portal pada hati sehingga dapat mencegah terjadinya varises esofagus serta pembengkakan limpa dan juga perut.

5. Efek terapi bekam terhadap penyakit hepatitis kronis yaitu dapat ditemukan bahwa enzim-enzim pada hati mulai berkurang setelah dilakukannya terapi bekam. Karena hal ini menunjukkan bahwa sel-sel pada hati telah berfungsi dengan lebih baik. Bahkan ditemukan juga jumlah virus dalam sebagian besar kasus berkurang. Pada kondisi ini terjadinya peningkatan pada kekebalan tubuh.

Perlu diketahui melakukan terapi bekam terhadap penyakit hepatitis kronis

– Penderita harus menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan berlemak, merokok, dan mengkonsumsi alkohol.

– penderita hepatitis diharuskn untuk rutin mengkonsumsi obat yang telah dianjurkan oleh dokter, serta tidak ada kontradiksi antara obat-obatan dengan terapi bekam.

– Penderita hepatitis disarankan untuk menggunakan sarana pengobatan lain.

– Penderita hepatitis diharuskan untuk mengulang pemeriksaan yang telah diperlukan dari waktu ke waktu karena untuk memastikan pada fungsi hati.

Eksperimen dan Hasil Terapi

Pada fungsi hati akan meningkat secara nyata setelah melakukan terapi bekam pada penderita hepatitis. Jumlah virus pun akan berkurang, namun terapi bekam harus dilakukan secara rutin sebulan sekali sehingga fungsi hati akan kembali normal. Setelah itu akan dilakukan pembekaman pada setiap dua bulan sekali. Apabila sudah terjadi fibrosis pada beberapa sel maka akan bekam akan berperan melindungi sel-sel yang sehat supaya tidak mengalami fibrosis serta menstimulasi aktivitasnya.

| Efek Terapi Bekam Untuk Penyakit Hepatitis Kronis

Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Pada dasarnya penyakit hepatitis dapat menyerang pada siapa saja, dan tidak dibatasi oleh usia serta jenis kelamin. Tetapi apakah penyakit hepatitis dapat menyerang pada ibu hamil? Jika iya bagaimana gejala serta prosentasi hepatitis pada kehamilan?

waspada hepatitis pada bumil

Harus diwaspadai bahwa ikterus atau gejala kuning bisa terjadi akibat hepatitis virus. Pada wanita hamil cenderung lebih mudah terkena hepatitis virus karena pada persoalan sanitasi dan nutrisi yang buruk. Hal tersebut bisa dimengerti karena menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit hepatitis virus yaitu karena lingkungan yang buruk dan kurangnya asupan nutrisi. Pada sebuah penelitian telah ditemukan bahwa 9,5% hepatitis virus terjadi pada usia trimester pertama, 32% trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Pengaruh Hepatitis Pada Masa Kehamilan

Pada wanita hamil usia trimester I atau paling lambat permulaan trimester kedua yang dikatakan sedikit beruntung karena gejala disebabkan tidak terlalu berat. Tetapi gejala yang masih ringan, penderita hepatitis ini harus melakukan pemeriksaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyakit hepatitis ini sangat berbahaya apabila telah menyerang pada wanita hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau akan memasuki masa kelahiran. Dan pada umumnya dapat menunjukan gejala fulminant.

Menurut pada praktisi kesehatan banyak menyimpulkan bahwa berat atau ringannya gejala hepatitis virus pada masa kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil tersebut. Apabila ibu hamil tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kekurangan protein, maka infeksi virus akan memberikan gejala yang cukup berat.

Hepatitis virus juga tidak hanya mengganggu pada wanita hamil saja, namun juga dapat mempengaruhi pada kondisi sang janin, baik saat masih ada didalam kandungan ataupun saat sudah dilahirkan. Dan penularannya dengan melewati plasenta, ASI, terjadi kontak langsung antara ibu dengan anak, dan ketika bayi telah terkontiminasi dengan darah atau tinja saat proses persalinan.

Pencegahan Hepatitis Pada Kehamilan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar terjadinya hepatitis virus pada masa kehamilan yaitu dengan cara :

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg pada wanita hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis.

– Dapat memastikan kecukupan gizi pada wanita hamil, terutama pada mencukupi kebutuhan proteinnya.

– Pada proses kehamilan berikutnya, alangkah baiknya berikan jarak minimal 6 bulan setelah terjadinya persalinan pertama.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan supaya penyakit hepatitis virus pada kehamilan bisa diminimalisir. Dalam upaya pencegahan lainnya juga sangat perlu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, karena virus akan mudah berkembang pada tempat yang tidak bersih.

| Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apa manfaat dari vaksinasi Hepatitis B?

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis yang wajib diberikan pada bayi baru lahir. Pada orang dewasa pun dapat menghindari dari infeksi berbahaya tersebut dengan vaksinasi tersebut. Dalam pemberian vaksin hepatitis B yang dimaksud yaitu untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi yang dimaksudkan juga untuk mencegah berbagai akibat yang bisa ditimbulkan oleh infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

manfaat vaksin hepatitis B

Hepatitis B yang merupakan penyebab utama dari penyakit kronis, yang kemudian menjadi sirosis serta kanker hati. Hal ini yang menjadikan penyakit hepatitis B menjadi masalah termasuk di Negara Indonesia. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan dengan vaksin yag lain, selain dari pemberian tunggal. vaksinasi ini juga dapat melindungi infeksi hepatitis B dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Imunisasi vaksin penyakit hepatitis B ini merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Pada kandungan vaksin tersebut yaitu HBsAg dalam bentuk cair. Dengan frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Pada waktu imunisasi ini diberikan dengan melalui intramuskular.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Sangatlah banyak dalam pemberian vaksin hepatitis B pada penderita ataupun orang yang sehat, karena dalam proses penularannya yang cepat serta gejala yang muncul ketika sudah mencapai kondisi yang kronik. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada siapa saja. Berikut manfaat vaksin hepatitis B :

1. Sangat diperlukan bagi seseorang yang telah memiliki pasangan tersuspect virus hepatitis B. Pada kondisi tersebut maka penularan akan sangat rentan melalui hubungan seksual. Jadi apabila salah satu pasangan terkena hepatitis B, maka harus seger melakukan vaksinasi supaya tidak menular.

2. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit hati kronik dan ginjal.

3. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan penyakit hati akut dan ginjal sehingga sangat bermanfaat apabila dilakukan.

4. Pemberian vaksin dapat dirasakan oleh staf medis atau orang yang bekerja dirumah sakit karena profesi yang berhubungan dengan darah serta pasien yang memiliki penyakit berbagai penyakit, bahkan dengan peralatan medis yang kurang steril.

5. Bagi pengguna narkoba yang memasuki jarum suntik, pemberian vaksin hepatitis B sangatlah bermanfaat. Karena salah satu faktor penularan hepatitis pemakai obat-obatan terlarang berasal dari jarum suntik.

6. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk penderita HIV karena virus tersebut sering tertular dengan melalui jarum suntik atau kontak langsung dengan penderitanya. Banyak penderita HIV yang memiliki penyakit tambahan pada tubuhnya sehingga tidak menutup kemungkinan juga menderita penyakit hepatitis B.

Dosis Vaksinasi

Vaksinasi hepatitis B yang terdiri dari bahan yang aman dan tidak akan menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini sangat efektif untuk semua kalangan usia, dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali dalam periode 6 bulan. Pada umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Untuk dosis yang pertama pada saat bayi dilahirkan, dosis kedua bayi saat usia 1-2 bulan, dan dosis ketiga usia 6-18 bulan. Ada juga pada sebagian bayi yang mendapatkan 4 dosis apabila menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Sedangkan bagi vaksinasi pada orang dewasa terbagi kedalam tiga dosis, yaitu dosis pertama dan kedua dengan adanya jeda waktu empat minggu, kemudian disusul oleh dosis terakhir pada lima bulan kemudian. Akan terjadi beberapa reaksi ringan setelah pemberian vaksinasi, seprti rasa nyeri saat disentuh dan demam.

Cara Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B termasuk pada lima jenis imunisasi dasar yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Untuk bayi dan anak-anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Sedangkan vaksinasi pada orang dewasa dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dengan biaya ditanggung sendiri.

| Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B