Featured post

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

Penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit hati kronis yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, bahkan hingga ibu hamil dan ibu menyusui pun bisa mengalami penyakit hepatitis b.

Untuk pengobatannya, kini telah banyak produk kesehatan yang ditawarkan, namun salah satu obat herbal hepatitis terlaris yang kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia adalah obat hepatitis b kronis QnC Jelly Gamat. Alasannya, karena herbal ini telah terbukti aman, berlegalitas, serta halal dan juga aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Kami memberikan sistem pelayanan menarik untuk anda yaitu “KIRIM BARANG, SETELAH BARANG SAMPAI, BARU TRANSFER PEMBAYARAN”

Penyebab dan Gejala Penyakit Hepatitis

penyebab dan gejala hepatitis b

Penyakit hepatitis ditandai dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, sakit kuning (dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning), gejala yang mirip dengan pilek, seperti lelah, nyeri badan dan sakit kepala. Namun, pada sebagian orang gejala penyakit hepatitis b tidak muncul sehingga mereka tidak menyadari bahwa telah terkena infeksi.

Penyakit hepatitis dapat ditularkan melalui kontak seksual, berbagi jarum suntuk, kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja, dan dari ibu hamil yang mengidap hepatitis sehingga menular pada bayi yang dikandungnya.

Pengobatan Hepatitis B Kronis Alami dan Aman

obat hepatitis b kronis

Qnc Jelly Gamat merupakan salah satu solusi pengobatan hepatitis masa kini yang dibuat dari bahan-bahan alami yaitu dari 100% ekstrak teripang laut yang dipadukan dengan bahan alami lain seperti buah dan sayur, sweetener stevia, pengemulsi nabati, air RO dan Essen natural. Perpaduan bahan alami tersebut bertujuan untuk menghindari pemakaian obat kimia yang berbahaya. Bahan-bahan alami ini juga berfungsi untuk melembutkan, menghiangkan bau amis dari teripang, membentu tekstur dan rasa. Sehingga produk lebih awet dan mudah dikonsumsi (dijamin 0% kimia).

QnC Jelly Gamat diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Indonesia yaitu PT. Bijaksana Maju Utama. Bahan utama yang digunakan obat hepatitis b kronis adalah teripang fres atau segar yang di ambil dari perairan terbaik Indonesia yaitu Sulawesi, Bangka Belitung dan Manado, sehingga kualitas teripang tetap terjaga dan telah memiliki standar terbaik untuk dijadikan obat herbal hepatitis b.

Tidak perlu khawatir mengenai keamanan produk kesehatan ini, karena QnC Jelly Gamat telah terdaftar di Lembaga Kesehatan DEPKES P-IRT No: 109321601291-1229 dan telah bersertifikat HALAL dari MUI. Sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi dan dipercaya ampuh menyembuhkan keluhan kesehatan terutama pada organ hati seperti hepatitis, sirosis hati, dll.

teripang

Teripang yang menjadi bahan dasar pembuatan obat hepatitis b QnC Jelly Gamat telah diteliti oleh berbagai ahli kesehatan dengan keahliannya masing-masing dan menujukkan teripang mampu membantu mendetoksifikasi racun dalam hati, karena didalamnya terdapat kandungan vitamin B riboflavin dan niasin yang baik untuk membersihkan organ hati.

Tidak hanya itu, teripang juga dikenal dengan kandungan gamapeptidenya yang bermanfaat untuk mencegah inflamasi atau peradangan, mengurangi rasa sakit, 3 kali mempercepat proses penyembuhan luka, mengaktifkan pertumbuhan dan sel-sel dalam tubuh, membuat kulit lebih muda, meningkatkan kecantikan kulit, menstabilkan emosi, serta memelihara sirkulasi darah tetap lancar.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian di beberapa Universitas Malaysia, ditemukan bahwa teripang emas atau gamat gold (stichopus variegatus) sangat berkhasiat dan baik digunakan sebagai obat serbaguna dan sebagai antiseptik alami. Hal ini dikarenakan, berdasarkan hasil peneltian teripang memiliki kandungan protein 86.8%, kolagen 80.0%, mineral, mukopolisakarida, glucosamine dan chondroitine, antiseptik alami, glucosaminoglycans (GAG’s), saponin, omega 3, 6 dan 9, asam amino, lektin, vitamin dan mineral.

Ditambah pernyataan dari hasil penelitian juga menujukkan, teripang memiliki kandungan senyawa Cell Growth Factor yaitu faktor regenerasi sel sehingga mampu merangsang regerenerasi atau pemulihan sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak dan bahkan membusuk. Sehingga menjadi pulih kembali dan sehat. Hal ini terbukti, ketika QnC Jelly Gamat diberikan pada penderita luka diabetes yang menunjukan hasil kesembuhan terhadap luka yang dioleskan dengan menggunakan QnC Jelly Gamat.

QnC Jelly Gamat, bukan hanya bisa menyembuhkan luka di daerah luar kulit saja, namun juga luka peradangan yang terjadi oleh infeksi bakteri, virus, dan penyebab penyakit lainnya.

Karena itulah kami merekomendasikan QnC Jelly Gamat sebagai obat hepatitis b kronis untuk anda. Bukan hanya aman untuk orang dewasa namun juga untuk semua usia termasuk ibu hamil dan menyusui. Bagi anda yang berminat, silahkan kirimkan format pemesanannya dengan melalui SMS, BBM atau pun Whatsapp dengan mencantumkan kode produk EASJG dalam setiap pemesanan anda. Berikut dibawah ini contoh format pemesanan obat herbal hepatitis b.

CARA PEMESANAN VIA SMS DAN BBM

[Kode Produk] : Jumlah pesanan: NAMA: Alamat Lengkap: No. Hp/tlpn Anda
Contoh
EASJG: 10 botol: Yasinta Sintia : Jl. Tentara pelajar No. 50 Tasikmalaya: 085.223.944.949
KIRIM KE
Via SMS: 085.316.695.777
Via BBM: PIN BB 53227614
Tlp: 0265-339207
Whatsapp: +6852-2394-4949
#EASJG adalah kode produk pemesanan yang harus anda cantumkan dalam setiap pemesanan anda. Agar dapat terdeteksi oleh komputer admin kami dan pemesanan anda dapat segera kami proses.

DAFTAR HARGA QnC JELLY GAMAT

Pembelian Harga Ongkir Discount Total
1 Btl 155.000 JNE 0 155.000
4 Btl 620.000 JNE 20.000 600.000
9 Btl 1.395.000 JNE 63.000 1.332.000
10 Btl 1.155.000 JNE 100.000 1.450.000

Transfer Pembayaran

Setelah barang yang anda terima anda di haruskan membayar melalui rekening di bawah ini :

Bank BCA KCU Tasikmalaya
No. Rekening : 054-0606-196
Atas Nama : Aryanto


Bank BRI Cab. Tasikmalaya
No. Rekening : 0100-01-054862-50-5
Atas Nama : Aryanto

 

Bank BNI KC Tasikmalaya
No.Rekening : 0226098704
Atas Nama : Aryanto


Bank Mandiri KCP Tasikmalaya
No. Rekening : 131-00-0994255-0
Atas Nama : Aryanto

 
Bank CIMB Niaga Cab. Tasikmalaya

No. Rekening : 439-01-01029-11-8
Atas Nama    : Aryanto

Setelah anda transfer ke rekening diatas silahkan konfirmasi pembayaran ke no. 085.316.695.777
Semua rekening BANK beratas namakan Aryanto, selain nama tersebut itu berarti bukan pada agen kami.

Peringatan !

  • Jangan transfer pembayaran selain ke rekening atas nama ARYANTO !
  • Anda tidak perlu khawatir order online, karena semua pengiriman BISA DILACAK statusnya secara online melalui website jasa pengiriman JNE di jne.co.id
  • Simpanlah dengan baik NO RESI yang kami kirimkan via SMS untuk mengetahui status paket anda
  • Jika kami kirim no resi hari ini maka baru bisa di CEK STATUSNYA BESOK SORE/LUSA.
  • Batas Transfer Pembayaran setelah barang sampai maksimal 3 hari, bila lebih dari 3 hari anda tidak kunjung membayar maka dengan sangat berat hati anda akan terkena sanksi PASAL 5 BAB III NO.8 TH 1999 Tuntutan Hukum pidana dan dendaan atas langgaran tidak memenuhi kewajiban konsumen. Selain itu kami akan memasukan nama, alamat serta no hp anda dalam daftar “Orang Tidak Mau bayar” di 150 website kami.
  • Kini saatnya belanja dengan cara CERDAS! tidak perlu repot bepergian, cukup SMS & konfirmasi transfer, paket dikirim ke alamat anda.
  • Bagi anda yang berdomisili di Tasikmalaya Jawa Barat kami siap antar barang di tempat atau COD (Cash On Delivery).

 

TOLONG SEGERA TRANSFER PEMBAYARAN SETELAH BARANG DI TERIMA

*Obat Hepatitis B Kronis*

Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Pada dasarnya penyakit hepatitis dapat menyerang pada siapa saja, dan tidak dibatasi oleh usia serta jenis kelamin. Tetapi apakah penyakit hepatitis dapat menyerang pada ibu hamil? Jika iya bagaimana gejala serta prosentasi hepatitis pada kehamilan?

waspada hepatitis pada bumil

Harus diwaspadai bahwa ikterus atau gejala kuning bisa terjadi akibat hepatitis virus. Pada wanita hamil cenderung lebih mudah terkena hepatitis virus karena pada persoalan sanitasi dan nutrisi yang buruk. Hal tersebut bisa dimengerti karena menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit hepatitis virus yaitu karena lingkungan yang buruk dan kurangnya asupan nutrisi. Pada sebuah penelitian telah ditemukan bahwa 9,5% hepatitis virus terjadi pada usia trimester pertama, 32% trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Pengaruh Hepatitis Pada Masa Kehamilan

Pada wanita hamil usia trimester I atau paling lambat permulaan trimester kedua yang dikatakan sedikit beruntung karena gejala disebabkan tidak terlalu berat. Tetapi gejala yang masih ringan, penderita hepatitis ini harus melakukan pemeriksaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyakit hepatitis ini sangat berbahaya apabila telah menyerang pada wanita hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau akan memasuki masa kelahiran. Dan pada umumnya dapat menunjukan gejala fulminant.

Menurut pada praktisi kesehatan banyak menyimpulkan bahwa berat atau ringannya gejala hepatitis virus pada masa kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil tersebut. Apabila ibu hamil tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kekurangan protein, maka infeksi virus akan memberikan gejala yang cukup berat.

Hepatitis virus juga tidak hanya mengganggu pada wanita hamil saja, namun juga dapat mempengaruhi pada kondisi sang janin, baik saat masih ada didalam kandungan ataupun saat sudah dilahirkan. Dan penularannya dengan melewati plasenta, ASI, terjadi kontak langsung antara ibu dengan anak, dan ketika bayi telah terkontiminasi dengan darah atau tinja saat proses persalinan.

Pencegahan Hepatitis Pada Kehamilan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar terjadinya hepatitis virus pada masa kehamilan yaitu dengan cara :

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg pada wanita hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis.

– Dapat memastikan kecukupan gizi pada wanita hamil, terutama pada mencukupi kebutuhan proteinnya.

– Pada proses kehamilan berikutnya, alangkah baiknya berikan jarak minimal 6 bulan setelah terjadinya persalinan pertama.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan supaya penyakit hepatitis virus pada kehamilan bisa diminimalisir. Dalam upaya pencegahan lainnya juga sangat perlu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, karena virus akan mudah berkembang pada tempat yang tidak bersih.

| Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apa manfaat dari vaksinasi Hepatitis B?

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis yang wajib diberikan pada bayi baru lahir. Pada orang dewasa pun dapat menghindari dari infeksi berbahaya tersebut dengan vaksinasi tersebut. Dalam pemberian vaksin hepatitis B yang dimaksud yaitu untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi yang dimaksudkan juga untuk mencegah berbagai akibat yang bisa ditimbulkan oleh infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

manfaat vaksin hepatitis B

Hepatitis B yang merupakan penyebab utama dari penyakit kronis, yang kemudian menjadi sirosis serta kanker hati. Hal ini yang menjadikan penyakit hepatitis B menjadi masalah termasuk di Negara Indonesia. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan dengan vaksin yag lain, selain dari pemberian tunggal. vaksinasi ini juga dapat melindungi infeksi hepatitis B dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Imunisasi vaksin penyakit hepatitis B ini merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Pada kandungan vaksin tersebut yaitu HBsAg dalam bentuk cair. Dengan frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Pada waktu imunisasi ini diberikan dengan melalui intramuskular.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Sangatlah banyak dalam pemberian vaksin hepatitis B pada penderita ataupun orang yang sehat, karena dalam proses penularannya yang cepat serta gejala yang muncul ketika sudah mencapai kondisi yang kronik. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada siapa saja. Berikut manfaat vaksin hepatitis B :

1. Sangat diperlukan bagi seseorang yang telah memiliki pasangan tersuspect virus hepatitis B. Pada kondisi tersebut maka penularan akan sangat rentan melalui hubungan seksual. Jadi apabila salah satu pasangan terkena hepatitis B, maka harus seger melakukan vaksinasi supaya tidak menular.

2. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit hati kronik dan ginjal.

3. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan penyakit hati akut dan ginjal sehingga sangat bermanfaat apabila dilakukan.

4. Pemberian vaksin dapat dirasakan oleh staf medis atau orang yang bekerja dirumah sakit karena profesi yang berhubungan dengan darah serta pasien yang memiliki penyakit berbagai penyakit, bahkan dengan peralatan medis yang kurang steril.

5. Bagi pengguna narkoba yang memasuki jarum suntik, pemberian vaksin hepatitis B sangatlah bermanfaat. Karena salah satu faktor penularan hepatitis pemakai obat-obatan terlarang berasal dari jarum suntik.

6. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk penderita HIV karena virus tersebut sering tertular dengan melalui jarum suntik atau kontak langsung dengan penderitanya. Banyak penderita HIV yang memiliki penyakit tambahan pada tubuhnya sehingga tidak menutup kemungkinan juga menderita penyakit hepatitis B.

Dosis Vaksinasi

Vaksinasi hepatitis B yang terdiri dari bahan yang aman dan tidak akan menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini sangat efektif untuk semua kalangan usia, dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali dalam periode 6 bulan. Pada umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Untuk dosis yang pertama pada saat bayi dilahirkan, dosis kedua bayi saat usia 1-2 bulan, dan dosis ketiga usia 6-18 bulan. Ada juga pada sebagian bayi yang mendapatkan 4 dosis apabila menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Sedangkan bagi vaksinasi pada orang dewasa terbagi kedalam tiga dosis, yaitu dosis pertama dan kedua dengan adanya jeda waktu empat minggu, kemudian disusul oleh dosis terakhir pada lima bulan kemudian. Akan terjadi beberapa reaksi ringan setelah pemberian vaksinasi, seprti rasa nyeri saat disentuh dan demam.

Cara Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B termasuk pada lima jenis imunisasi dasar yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Untuk bayi dan anak-anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Sedangkan vaksinasi pada orang dewasa dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dengan biaya ditanggung sendiri.

| Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Obat Herbal Hepatitis B Menggunakan Daun Sirsak

Dari daftar penyakit yang mematikan di dunia saat ini adalah penyakit hepatitis B. Penyakit ini terjadi karena disebabkan oleh adanya virus yang menyerang pada bagian organ tubuh dalam manusia terutama liver atau hati. Saat tubuh diserang maka tubuh akan melakukan perlawanan terhadap virus dengan berbagai cara, tetapi jika sudah tidak bisa ditangani maka perkembangannya akan semakin banyak dan semakin parah sehingga dapat menyebabkan kematian.

Namun perlu diketahui juga, mengkonsumsi secara berlebihan juga tidak baik. Bagi penderita kanker dan tumor akan mengakibatkan diare, tubuh panas, nyeri sendi, keringat berlebih, susah buang air besar, lembung perih, dan punggung akan terasa panas.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk dapat sembuh dari penyakit hepatitis ini yaitu dengan cara tindakan medis atau dengan langkah herbal. Obat herbal hepatitis B ini dijadikan sebagai pilihan karena tidak memiliki efek samping apapun dan dianggap lebih aman dibandingkan dengan mengkonsumsi obat-obatan medis.

Daun sirsak merupakan salah satu obat herbal yang sangat efektif untuk mengobati penyakit hepatitis B. Pada buah ini memiliki kandungan zat yang sangat banyak dan dibutuhkan untuk mengobati penyakit hepatitis B. Kandungan didalamnya juga dibuat sebagai pestisida alami.

Kandungan yang terdapat dalam daun sirsak anopentosin A, anopentosin B, anopentosin C, murikatosin acetoginins A, murikatosin B, murikapentosin, anomurisin E. Acetogenins yang ada dalam sirsak mampu melawan lebih dari 12 macam kanker diantaranya kanker paru-paru, kanker usus besar, termasuk penyakit hepatitis B, tanpa mengganggu sel-sel dalam tubuh. Berdasarkan data dan hasil dari penelitian, daya kerja zat anti kanker yang ada didalam tanaman sirsak ini adalah 10.000 kali lipat lebih kuat dalam membunuh dan juga memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan langkah medis.

Tidak hanya untuk penyakit kanker saja, ternyata daun sirsak juga dapat mengatasi berbagai macam penyakit lainnya seperti jantung, liver, paru-paru, asma, ginjal, rematik, ambeien, dan prostat.

Cara pembuatan daun sirsak

Rebus sebanyak 10 lembar daun sirsak yang telah kering dengan air sebanyak 3 gelas air, dan biarkan hingga menjadi satu gelas air. Lalu saring kemudian minum. Untuk lebih baiknya minum pada setiap pagi. Perut akan terasa hangat, dan badan menjadi berkeringat.

Namun perlu diketahui juga, mengkonsumsi secara berlebihan juga tidak baik. Bagi penderita kanker dan tumor akan mengakibatkan diare, tubuh panas, nyeri sendi, keringat berlebih, susah buang air besar, lembung perih, dan punggung akan terasa panas.

| Obat Herbal Hepatitis B Menggunakan Daun Sirsak

Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Banyak yang mengira bahwa penyakit hepatitis merupakan penyakit hati yang sama, namun paa setiap jenisnya berbeda bahkan memiliki daya tular dan daya pengobatan yang berbeda juga. Hepatitis yang kadarnya ringan seperti pada hepatitis A, dan yang terberat yaitu pada hepatitis C. Dan di Indonesia terdapat tiga jenis hepatitis yaitu A, B, dan C yang penyebabnya oleh virus. Lalu apa perbedaan dari penyakit hepatitis ini?

Hepatitis adalah suatu peradangan pada organ hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Hepatitis yang banyak terjadi di negara kita yaitu Indonesia disebabkan oleh virus hepatitis A, B, dan C.

Hepatitis A, B, dan C yang sama-sama disebabkan oleh virus, yaitu Hepatitis Virus tipe A (HVA), Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan Hepatitis Virus tipe C (HVC). Tetapi dari ketiga virus menular tersebut ada dalam media yang berbeda.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut perbedaan antara Hepatitis A, B, dan C.

ketahui hepatitis a, b, dan c

Hepatitis A

Penularan virus Hepatitis A atau HVA dengan melalui facial oral, yaitu virus yang ditemukan pada tinja. Virus ini juga sangat mudah menular melalui suatu makanan atau minuman yang telah terkontiminasi, atau juga tidak jarang melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A yang terjadi biasanya tidak muncul hingga Anda memiliki virus selama beberapa minggu, karena hepatitis terkait dengan pola hidup yang bersih. Banyak kasus infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang sampai separah seperti Hepatitis B dan C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Tetapi hepatitis A juga harus melakukan pengobatan supaya mengurangi produktivitas.

Berikut tanda dan gejala yang dialami oleh penderita Hepatitis A :

– Mual dan muntah.
– Kelelahan.
– Hilangnya nafsu makanan.
– Demam.
– Nyeri perut dan tidak nyaman, terutama pada daerah hati (sisi kanan bawah tulang rusuk).
– Nyeri otot.
– Mata dan kulit menguning (jaudince).
– Urine berwarna gelap.

Pola hidup sehat mengurangi potensi Hepatitis A, sehingga akan lebih sulit untuk berkembang separah jenis hepatitis lainnya yang memicu kanker hati. Apabila terinfeksi hepatitis A, alangkah baiknya untuk segera melakukan perawatan.

Hepatitis B

Hepatitis Virus tipe B (HVB) yang dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu pada janin didalam kandungan, dan melalui transfusi darah atau suntikan yang telah tercemar virus Hepatitis V, seperti pada pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, gunting, pisau) yang tidak disterilkan dengan sempurna.

Berbeda dengan Hepatitis A, pada virus Hepatitis B yang terjadi pada sebagian orang dapat menyebabkan Hepatitis B Kronis, yang akan menyebabkan gagal hati, kanker hati, atau sirosis yaitu suatu kondisi kerusakan hati yang bersifat permanen.

Gejala yang terjadi pada Hepatitis B seperti :

– Sakit perut, nyeri sendi.
– Hilangnya nafsu makan.
– Kelelahan dan kelemahan.
– Urine berwarna gelap.
– Demam.
– Kulit dan bagian putih mata akan menguning (jaudince).
– Mual dan muntah.

Pada kebanyakan orang yang mengalami Hepatitis B saat dewasa akan sepenuhnya sembuh. Tetapi jika heptitis B pada bayi atau anak-anak akan jauh untuk mengembangkan infeksi Hepatitis B Kronis. Pada penyakit Hepatitis B membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatanny. Apabila tidak terobati maka akan berkembang menjadi sirosis bahkan kanker hati.

Hepatitis C

Hepatitis C yang memiliki tingkah keparahan paling tinggi dibandingkan dengan hepatitis A dan B. Namun penularannya sama dengan Hepatitis B dengan melalui darah yang berasal dari transfusi arah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan).

Infeksi pada virus hepatitis C disebut sebagai infeksi yang terselubung karena pada infeksi ini seringkali tidak memiliki gejala sehingga akan sering terlewatkan. Pada kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi hingga kerusakan hati akan muncu; atau melalui tes medis dengan rutin.

Jika pun mengalami gejala, biasanya Hepatitis C hanya mengalami flu seperti :

– Demam.
– Kelelahan.
– Mual atau nafsu makan yang buruk.
– Nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri daerah hati.

Virus hepatitis C merupakan virus yang secara genetik memiliki angkat mutasi tinggi sehingga kemungkinan generasi virus akan beraneka ragam. Dan akibatnya masih belum ada vaksin yang sudah berhasil dibuat untuk mencegah hepatitis C.

Berdasarkan perbedaan dari hepatitis A, B, dan C dari proses penularannya berbeda-beda. Namun potensi terjadinya kerusakan hati yang lebih tinggi yaitu pada hepatitis B dan C, sedangkan pada hepatitis A masih bisa dicegah dengan pemberian vaksin atau dengan penerapan pola hidup yang sehat.

| Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A adalah sebuah penyakit yang dapat menyebar melalui kotoran ataupun makanan namun bukan melalui aktivitas atau darah. Jenis hepatitis A ini termasuk yang paling sering ditemukan pada anak. Biasanya virus dari hepatitis A ini disebarkan melalui makanan atau minuman tercemar virus yang dikonsumsi oleh anak.

hepatitis A pada anak

Para penderita hepatitis A ini bisa saja berkelanjutan dikarenakan termasuk pada golongan penyakit akut. Apabila tidak ditangani dengan segera maka dapat menimbulkan penyakit hepatitis fulminant (jenis hepatitis berat), yang akan mengalami gejala pada anak yaitu perubahan warna kulit menguning, atau bahkan bisa saja mengalami hilangnya kesadaran hingga kejang-kejang.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Gejala Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A merupakan bukan penyakit yang berbahaya jika imunitas didalam tubuhnya dapat melawan virus yang menyerang, namun apabila anak mengalami penurunan imunitas maka akan membahayakan pada kondisi sang anak.

Gejala yang dialami oleh si kecil yang menderita penyakit hepatitis A yaitu demam yang disertai dengan lemas, mengalami pusing bahkan mual dan muntah. Virus hepatitis A yang disebarkan melalui makanan dan juga minuman yang telah terinfeksi virus sehingga dapat menyebabkan sang anak mengalami sakit perut sebelah kanan atas serta warna urine yang berubah menjadi seperti air teh. Akan mengakibatkan kurang nafsu makan dikarenakan kondisi yang tidak nyaman. Untuk kondisi pada umumnya saat kulit akan berubah warna menjadi kuning.

Gejala yang dialami oleh anak yang menderita penyakit hepatitis A bukanlah gejala suatu penyakit melainkan respon dari imunitas tubuh yang bekerja dengan baik saat melawan virus yang berada pada sel hati. Sedangkan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun mengalami kondisi terlihat samar karena imunitas tubuh belum begitu sempurna sehingga gejala tidak terlihat mencolok.

Pencegahan Hepatitis A Pada Anak

Untuk mempercepat dalam penyembuhan alangkah baiknya lakukan pemeriksaan bertujuan untuk memperkuat sistem imun pada anak. Berikut ada beberapa cara pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari infeksi hepatitis A :

| Baca juga : Obat Hepatitis A Akut Untuk Anak Dan Dewasa

Perhatian Kebersihan Lingkungan

Penyebaran virus hepatitis A yaitu dapat melalui tinja atau kotoran pada penderita sebelumnya. Apabila kebersihan lingkungan seperti sistem sanitasi lingkungan kurang baik, maka penyebaran virus akan dengan mudah menyerang pada anak.

Pengolahan Makanan

Mengolah makanan yang baik dan juga benar serta menjaga kebersihan dalam proses memasak adalah cara yang terbaik dalam menjaga kebersihan termasuk dalam menjaga kebersihan anak dari berbagai infeksi virus hepatitis A.

Jangan Biarkan Anak Jajan Sembarangan

Apabila Bunda sangat mengakhawatirkan si kecil dalam membeli makanan bebas, tidak ada salahnya untuk memberikan bekas kepada sang anak. Karena salah satu media dari penyebaran virus hepatitis ini adalah pada makanan yang tidak steril sehingga mudah untuk tercemar virus hepatitis A.

Pemberian Vaksin Hepatitis A

Pada anak berusia 2 tahun diberikan vaksin hepatitis A. Kemudia diulang lagi pada usia 6 bulan sampai 12 bulan dari pemerian vaksin pertama. Hal tersebut untuk membuat pertahanan tubuh sehingga diberikan 2 kali pada anak.

Biasakan Untuk Mencuci Tangan

Kebiasaan mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan yang sangat mudah namun sering kali terabaikan. Benda yang telah disentuh akan berpotensu dalam menyebarkn virus dan juga bakteri sehingga mencuci tangan merupakan kegiatan yang sangat penting. Usahakan untuk tidak menggunakan secara bersamaan seperti peralatan handuk, sikat gigi, dan gunting kuku, untuk menjaga kesehatan serta kebersihan sebagai pelindung diri.

Itulah sedikit informasi mengenai penyakit hepatitis A pada anak. Lakukan tindakan pencegahan sejak dini, semoga bermanfaat 😉

| Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Alasan Kenapa Penyakit Kuning Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Apakah kondisi bayi kuning ini berbahaya?

Penyakit kuning yang bisa menyerang pada bayi baru lahir. Pada umumnya kondisi tersebut tidak berbahaya dan biasanya dapat dengan sendirinya dalam waktu hitungan minggu. Namun, meskipun kondisi tersebut bisa saja membahayakan si kecil, untuk itu perlu kita pahami dalam perbedaan tanda-tandanya.

Penyakit kuning adalah suatu kondisi yang ditandai dengan berubahnya kulit menjadi menguning, sklera (bagian putih dari mata), dan membran mukosa pada hidung dan mulut akibat dari penumpukan bilirubin didalam darah dan juga jaringan-jaringan tubuh lain. Namun gejala yang terjadi bisa juga berupa dengan urine yang berwarna keruh (gelap) serta tinja yang berwarna pucat.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Mengapa Bayi Kuning Bisa Terjadi?

alasan bayi kuning

Pada kondisi ini terjadi karena sang bayi memiliki kelebihan bilirubin (unsur kuning) pada darahnya. Bayi baru lahir memiliki kadar sel darah yang cukup tinggi sehingga akan memicu produksi bilirubin. Karena bilirubin sendiri akan terbentuk saat sel-sel darah merah yang tua dihancurkan.

Sebenarnya bayi memang sudah memiliki bilirubin sejak sedang ada dalam kandungan. Tetapi didalam kandungan, tubuh Bunda akan mengeluarkan bilirubin unsur bayi dengan melalui plasenta. Setelah lahir bayi tidak dapat melakukannya karena organ hati bayi yang masih belum berkembang. Maka hal ini dapat menghambat dalam proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan ketika sedang buang air kecil atau besar. Kondisi ini disebut dengan penyakit kuning fisiologis. Sang bayi akan mulai menguning dalam waktu sekitar 24 jam setelah lahir dan akan memburuk setelah empat hari, setelah itu kondisinya akan membaik saat sudah berusia sekitar satu minggu.

Penyebab Terjadinya Bayi Kuning

Penyebab bayi kuning bersifat fisiologis atau normal, tetapi juga ada yang disebabkan oleh hal oleh hal tidak normal. Pada bayi prematur akan memiliki resiko lebih besar terkena penyakit kuning lebih dari 50%, sedangkan pada bayi yang dilahirkan secara normal memiliki resiko terkena penyakit kuning kurang dari 50%. Berikut beberapa alasan terjadinya penyakit kuning pada bayi :

1. Pigmen Kuning

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bilirubin dalam darah yang meningkat dapat menyebabkan si kecil terkena penyakit kuning. Karena hal ini terjadi adanya pecahan sel-sel darah merah pada tubuh bayi. Pada kondisi normal, organ yang berfungsi unsur menguraikan bilirubin tersebut adalah hati. Dan setelah diuraikan akan dibuang melalui BAB. Namun saart masih ada didalam kandungan, sang ibu yang berperan sebagai pengurai bilirubin tersebut. Setelah dilahirkan, perkembangan hatinya belum bekerja dengan sempurna, sehingga akan ada penumpukan bilirubin dan kulit bayi berwarna kuning.

2. Infeksi

Adanya infeksi dalam tubuh dapat menyebabkan bayi terkena penumpukan bilirubin, yang dapat menyebabkan bahaya bayi kuning saat dilahirkan.

3. Darah Tidak Cocok

Darah yang tidak cocok dengan sang Ibu juga memicu terkena pembentukan bilirubin yang berlebih oleh aliran darah atau terganggunya pengeluaran bilirubin yang melalui BAB.

4. Organ Hati Belum Matang

Organ hati yang belum matang akan menjadi penyebab terkena bayi kuning. Maka dari itu penyakit kuning akan dikaitkan dengan organ hati. Apabila pada orang dewasa memiliki sakit kuning atau yang identik dengan penyakit liver atau hati, sedangkan pada bayi yang memiliki penyakit kuning akan dikaitkan dengan organ hati yang masih belum matang. Organ hati yang belum matang tidak akan bisa menguraikan bilirubin sehingga akan terjadi penumpukan pada tubuh bayi.

5. Kerusakan Hati

Bayi yang mengalami penyakit kuning bisa diakibatkan oleh adanya kerusakan pada organ hati. Hati yang rusak pada selama perkembangan janin, maka tidak bisa menguraikan bilirubin dengan cara yang sempurna yang akibatnya si kecil akan mengalami penyakit kuning tidak normal.

6. Asupan Enzim G6PD Kurang

Enzim ini terdapat pada aliran darah merah yang memiliki fungsi unsur mencegah kerusakan sel darah merah. Oleh karena itu hal inilah pada gizi ibu hamil harus dicukupi selama masa kehamilan berlangsung.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Selain dengan penanganan medis, Bunda dapat mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberikan asupan yang cukup. Karena asupan tersebut dapat membantu si kecil untuk dapat mengeluarkan bilirubin pada tubuhnya. Dengan memberikan ASI sebanyak 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Atau juga dapat memberikan susu formula, namun harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan biasanya diberikan sekitar 6 hingga 10 perhari. Atau dapat Anda lakukan dengan menggunakan obat alami.

Oleh karena itu Anda harus memperhatikannya, dengan mengecek bagian bola mata atau kulitnya sehari 2 kali untuk melihat apakah sudah kembali normal atau malah menjadi bertambah parah.

| Alasan Kenapa Penyakit Kuning Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Pengobatan Tradisional Penyakit Hepatitis Dengan Daun Sukun

Didalam bidang kesehatan, daun sukun memiliki tingkat keefektifan sebagai obat yaitu untuk mengobati penyakit hepatitis, liver, gatal-gatal, pembersihan limpa, jantung, ginjal, dan sakit gigi. Bahkan di masyarakat Ambon lebih sering memanfaatkan kulit batang tanaman sukun sebagai obat yang alami untuk mencairkan darah bagi wanita yang baru melahirkan.

manfaat daun sukun untuk hepatitis

Pohon sukun yang merupakan salah satu jenis pohon yang mudah untuk ditemukan apalagi di daerah pedesaan. Tumbuhan yang dapat tumbuh besar ini memiliki daun lebar serta buah yang dapat dikonsumsi dengan berbagai olahan. Selain itu, daun sukun juga telah diteliti dan ditemukan berbagai macam khasiat, salah satunya untuk penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis yang berbahaya ini dapat menyerang pada salah satu organ yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh, yaitu hati.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Penyebab Terjadinya Penyakit Hepatitis

Pada umumnya, masyarakat mengetahui bahwa penyakit hepatitis memiliki 3 kelompok, yaitu Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Salah satu penyebab munculnya penyakit hepatitis yaitu adanya virus yang terdapat pada makanan sehingga masuk ke dalam tubuh. Selain itu, terjadi karena organ hati yang melakukan pekerjaan terlalu berat dan adanya pengaruh radikal bebas dari makanan yang kurang sehat sehingga masuk ke dalam tubuh. Penyakit hepatitis yang telah menyerang organ hati maka akan merusak sel-sel yang ada didalam organ hati.

Gejala Terjadinya Penyakit Hepatitis

Hati yang merupakan organ yang sangat penting karena berperan penting dalam menetralisi semua racun yang masuk ke dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan. Organ hati yang memiliki fungsi dalam pencernaan gizi makanan seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu juga berperan untuk melakukan metabolisme tubuh. Saat organ hati mengalami kerusakan yang disebabkan oleh penyakit hepatitis, maka semua fungsi hati akan terganggu. Biasanya jika orang yang mengalami hepatitis akan merasakan lemah, tidak berenergi, dan demam.

Pengobatan Hepatitis Dengan Daun Sukun

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa daun sukun memang memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit hepatitis. Dengan mengolah daun sukun sebagai obat tradisional. Berikut terdapat dua cara untuk menjadikan daun sukun sebagai obat tradisional penyakit hepatitis, yaitu :

# Cara Pertama

  • Siapkan daun sukun yang sudah berwarna kuning, empu, kunyit putih dan kunig, air 600 ml, gula aren, dan garam secukupnya.
  • Cuci semua bahan yang sudah disiapkan tadi, kemudian potong-potong kecil.
  • Rebus air, dan masukkan semua bahan (kecuali gula aren dan garam).
  • Saring air rebusan tersebut.
  • Tambahkan gula aren dan garam untuk menjaga daya tahan tubuh, serta menurunkan tekanan darah.
  • Minum dengan rutin untuk mendapatkan hasil terbaik.

# Cara Kedua

  • Cuci daun sukun yang sudah berwarna kuning.
  • Rajang daun sukun hingga menjadi potongan kecil, kemudian rebus ke dalam air sekitar 1600 ml hingga mendidih dan menjadi kurang lebih 400 ml.
  • Saring kedalam gelas.
  • Setelah air tersebut dingin, dapat diminum. Supaya mendapatkan hasil yang efektif maka dapat diminum 3 kali sehari setelah makan.

Itulah cara pengobatan secara tradisional dengan menggunakan daun sukun. Dari cara pengobatan yang telah ada, maka beberapa penyakit dapat diatasi dengan menggunakan daun sukun, salah satunya yaitu penyakit hepatitis. Semoga bermanfaat.

| Pengobatan Tradisional Penyakit Hepatitis Dengan Daun Sukun