Monthly Archives: August 2015

Mengenal Deteksi Dini Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C adalah salah satu penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang. Penyakit ini juga menjadi bagian dari penyakit menular yang melalui beberapa tingkatan, mulai dari ringan hingga parah. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi dari virus hepatitis C (VHC)

Penularan hepatitis C terjadi melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi, berbagai jarum, lahir dari seorang ibu yang menderita penyakit hepatitis C, berbagai barang-barang pribadi (pisau cukur dan sikat gigi), melakukan kontak sosial dengan orang yang terinfeksi virus hepatitis C

Deteksi dini penyakit hepatitis C

virus hepatitis C

Tidak sedikit orang yang menderita hepatitis C kronis tidak memiliki gejala apa pun. Namun, jika seseorang sudah terinfeksi selama bertahun-tahun, hatinya mungkin akan rusak. Banyak kasus, tidak ada gejala penyakit yang terlihat pada penderita sampai hati mereka rusak.

Baca Juga: Obat Herbal Hepatitis

Biasanya, penyakit ini ditemukan ketika seseorang melakukan pemeriksaan darah rutin untuk mengukur fungsi hati dan enzim hati.

Adapun beberapa langkah mudah untuk mengenali penyakit hepatitis C, misalnya penderita hepatitis C kerap menunjukkan kekuningan pada kulit dan mata, diikuti dengan urine yang berwarna gelap dan tinja berwarna pucat, ditambah dengan hilangnya nafsu makan, demam, mual, merasa lelah dan nyeri pada abdomen.

Baca Juga: Bahaya Virus Hepatitis Bagi Ibu Hamil

Hepatitis C kronis merupakan penyakit serius yang dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk kerusakan hati, gagal hati, kanker hati atau bahkan kematian. Selain itu, hepatitis C juga menjadi penyebab utama dari sirosis hati dan kanker hati.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi anda mengenal deteksi dini penyakit hepatitis C, karena hal ini dapat mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius.

| Mengenal Deteksi Dini Penyakit Hepatitis C

Advertisements

Waspada Bahaya Virus Hepatitis Bagi Ibu Hamil

Pada dasarnya virus hepatitis dapat menyerang siapa saja tidak terkecuali ibu hamil. Faktor lingkungan seperti lingkungan yang buruk dapat menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit virus hepatitis serta ditambah dengan persoalan nutrisi yang juga kurang memadai.

Menurut hasil sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa virus hepatitis terjadi 9.5% pada usia trimester pertama, 32% terjadi di trimester kedua dan sebanyak 58% terjadi pada usia trimester ketiga. Apabila pasien terkena virus hepatitis pada usia kandungan trimester ketiga, hal ini dapat memberikan efek berbahaya baik pada ibu maupun pada janin.

Bahaya Virus Hepatitis Bagi Ibu Hamil

hepatitis pada ibu hamilIbu hamil yang terinfeksi virus hepatitis pada usia kandungan menginjak trimester ketiga akan memberikan dampak bahaya bagi ibu hamil, berikut ini bahaya virus hepatitis bagi ibu hamil.

Baca Juga: Obat Herbal Hepatitis

Diketahui terdapat beberapa jenis virus hepatitis yang dapat menginfeksi diantaranya yaitu virus hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Hepatitis A, B dan C merupakan jenis hepatitis yang sering dijumpai dan banyak menjangkit wanita hamil. Hepatitis virus yang terjadi pada trimester pertama atau awal trimester kedua, gejalanya sama dengan yang terjadi pada wanita yang tidak hamil. Sedangkan, virus hepatitis yang terjadi pada trimester ketiga, gejalanya lebih berat bahkan bisa menyebabkan kematian.

Virus hepatitis yang terjadi pada ibu hamil di trimester ketiga dapat menunjukkan gejala fulminan yang merupakan kondisi terjadinya peradangan dan kerusakan hati yang berat sehingga pasien tidak dapat bertahan dan berujung pada kematian ibu maupun janin.

Para pakar kesehatan juga banyak yang menyimpulkan bahwa berat dan ringannya suatu gejala virus hepatitis pada kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil. Apabila wanita hamil tersebut tidak mendapatkan gizi yang baik, terlebih kekurangan protein, maka infeksi virusnya akan memberikan gejala-gejala yang lebih berat.

Baca Juga: Jenis Virus Penyakit Hepatitis Dan Cara Penularannya

Virus hepatitis bukan hanya mengganggu wnaita hamil, namun juga mempengaruhi kondisi janin, baik ketika masih berada di dalam kandungan maupun ketika sudah dilahirkan. Penularannya sendiri terjadi dalam beberapa cara yakni melewati plasenta, lewat ASI, terjadinya kontak langsung antara ibu dan bayinya dan juga saat bayi terkontaminasi dengan darah atau tinja ketika proses persalinannya.

Itulah beberapa poin penting yang harus ibu waspadai dari bahaya virus hepatitis bagi ibu hamil dan janin. Semoga artikel ini membawa manfaat bagi para pembaca untuk selalu bersemangat dalam menjaga lingkungan sekitar.

 

| Bahaya Virus Hepatitis Bagi Ibu Hamil

Jenis-jenis Virus Penyakit Hepatitis dan Cara Penularannya

Tidak sedikit orang yang belum mengetahui mengenai jenis-jenis virus penyakit hepatitis. Untuk itu, disini kami akan sedikit berbicara dan menjelaskan mengenai jenis-jenis virus penyakit hepatitis dan cara penularannya. Simak sajian artikel kami

Jenis-jenisĀ  Virus Penyakit Hepatitis dan Cara Penularannya

virus hepatitis

Virus hepatitis A (HAV)

Virus ini ditularkan melalui jalur oral faekal baik melalui kontak orang ke orang atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi virus tersebut. Biasanya, infeksi dari jenis hepatitis A tergolong pada kasus ringan. Meskipun tergolong penyakit ringan namun infeksi virus ini juga dapat mengancam jiwa.

Virus Hepatitis B (HBV)

Virus ini dapat ditularkan melalui darah, air mani dan cairan tubuh lainnya, bisa juga dari hubungan seksual, transfusi darah dan produk darah yang terinfeksi virus HBV, penggunaan jarum suntuk yang terkontaminasi, dll. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi virus ini kepada bayi pada saat lahir atau bisa juga dari anggota terhadap anak usia dini.

Baca Juga: Fakta Menarik Mengenai Penyakit Hepatitis B

Virus Hepatitis C (HCV)

Pada umumnya ditularkan melalui darah. Hal ini bisa terjadi melalui transfusi darah dan produk darah yang terinfeksi virus HCV, suntikan yang terkontaminasi, berbagi jarum suntik dengan kalangan pengguna narkoba. Harus anda ketahui, virus hepatitis B dan C dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Virus Hepatitis D (HDV)

Infeksi ini terjadi secara eksklusif pada orang yang sudah terinfeksi hepatitis B (HBV). Infeksi ganda HDV dan HBV dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius. Namun demikian, penggunaan vaksin hepatitis B dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HDV.

VirusHepatitis E (HEV)

Virus ini ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Virus ini merupakan penyebab umum dari wabah hepatitis yang terjadi negara berkembang dan dianggap sebagai penyebab utama penyakit di negara-negara maju. Infeksi HEV terkait dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Itulah jenis virus penyakit hepatitis dan cara penularannya, semoga dengan mengetahui jenis-jenisnya anda dapat lebih mewaspadai dan mencegah terjadinya penularan penyakit hepatitis.

| Jenis-jenisĀ  Virus Penyakit Hepatitis dan Cara Penularannya