Monthly Archives: May 2017

Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Pada dasarnya penyakit hepatitis dapat menyerang pada siapa saja, dan tidak dibatasi oleh usia serta jenis kelamin. Tetapi apakah penyakit hepatitis dapat menyerang pada ibu hamil? Jika iya bagaimana gejala serta prosentasi hepatitis pada kehamilan?

waspada hepatitis pada bumil

Harus diwaspadai bahwa ikterus atau gejala kuning bisa terjadi akibat hepatitis virus. Pada wanita hamil cenderung lebih mudah terkena hepatitis virus karena pada persoalan sanitasi dan nutrisi yang buruk. Hal tersebut bisa dimengerti karena menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit hepatitis virus yaitu karena lingkungan yang buruk dan kurangnya asupan nutrisi. Pada sebuah penelitian telah ditemukan bahwa 9,5% hepatitis virus terjadi pada usia trimester pertama, 32% trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Pengaruh Hepatitis Pada Masa Kehamilan

Pada wanita hamil usia trimester I atau paling lambat permulaan trimester kedua yang dikatakan sedikit beruntung karena gejala disebabkan tidak terlalu berat. Tetapi gejala yang masih ringan, penderita hepatitis ini harus melakukan pemeriksaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyakit hepatitis ini sangat berbahaya apabila telah menyerang pada wanita hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau akan memasuki masa kelahiran. Dan pada umumnya dapat menunjukan gejala fulminant.

Menurut pada praktisi kesehatan banyak menyimpulkan bahwa berat atau ringannya gejala hepatitis virus pada masa kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil tersebut. Apabila ibu hamil tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kekurangan protein, maka infeksi virus akan memberikan gejala yang cukup berat.

Hepatitis virus juga tidak hanya mengganggu pada wanita hamil saja, namun juga dapat mempengaruhi pada kondisi sang janin, baik saat masih ada didalam kandungan ataupun saat sudah dilahirkan. Dan penularannya dengan melewati plasenta, ASI, terjadi kontak langsung antara ibu dengan anak, dan ketika bayi telah terkontiminasi dengan darah atau tinja saat proses persalinan.

Pencegahan Hepatitis Pada Kehamilan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar terjadinya hepatitis virus pada masa kehamilan yaitu dengan cara :

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg pada wanita hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis.

– Dapat memastikan kecukupan gizi pada wanita hamil, terutama pada mencukupi kebutuhan proteinnya.

– Pada proses kehamilan berikutnya, alangkah baiknya berikan jarak minimal 6 bulan setelah terjadinya persalinan pertama.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan supaya penyakit hepatitis virus pada kehamilan bisa diminimalisir. Dalam upaya pencegahan lainnya juga sangat perlu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, karena virus akan mudah berkembang pada tempat yang tidak bersih.

| Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apa manfaat dari vaksinasi Hepatitis B?

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis yang wajib diberikan pada bayi baru lahir. Pada orang dewasa pun dapat menghindari dari infeksi berbahaya tersebut dengan vaksinasi tersebut. Dalam pemberian vaksin hepatitis B yang dimaksud yaitu untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi yang dimaksudkan juga untuk mencegah berbagai akibat yang bisa ditimbulkan oleh infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

manfaat vaksin hepatitis B

Hepatitis B yang merupakan penyebab utama dari penyakit kronis, yang kemudian menjadi sirosis serta kanker hati. Hal ini yang menjadikan penyakit hepatitis B menjadi masalah termasuk di Negara Indonesia. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan dengan vaksin yag lain, selain dari pemberian tunggal. vaksinasi ini juga dapat melindungi infeksi hepatitis B dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Imunisasi vaksin penyakit hepatitis B ini merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Pada kandungan vaksin tersebut yaitu HBsAg dalam bentuk cair. Dengan frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Pada waktu imunisasi ini diberikan dengan melalui intramuskular.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Sangatlah banyak dalam pemberian vaksin hepatitis B pada penderita ataupun orang yang sehat, karena dalam proses penularannya yang cepat serta gejala yang muncul ketika sudah mencapai kondisi yang kronik. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada siapa saja. Berikut manfaat vaksin hepatitis B :

1. Sangat diperlukan bagi seseorang yang telah memiliki pasangan tersuspect virus hepatitis B. Pada kondisi tersebut maka penularan akan sangat rentan melalui hubungan seksual. Jadi apabila salah satu pasangan terkena hepatitis B, maka harus seger melakukan vaksinasi supaya tidak menular.

2. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit hati kronik dan ginjal.

3. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan penyakit hati akut dan ginjal sehingga sangat bermanfaat apabila dilakukan.

4. Pemberian vaksin dapat dirasakan oleh staf medis atau orang yang bekerja dirumah sakit karena profesi yang berhubungan dengan darah serta pasien yang memiliki penyakit berbagai penyakit, bahkan dengan peralatan medis yang kurang steril.

5. Bagi pengguna narkoba yang memasuki jarum suntik, pemberian vaksin hepatitis B sangatlah bermanfaat. Karena salah satu faktor penularan hepatitis pemakai obat-obatan terlarang berasal dari jarum suntik.

6. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk penderita HIV karena virus tersebut sering tertular dengan melalui jarum suntik atau kontak langsung dengan penderitanya. Banyak penderita HIV yang memiliki penyakit tambahan pada tubuhnya sehingga tidak menutup kemungkinan juga menderita penyakit hepatitis B.

Dosis Vaksinasi

Vaksinasi hepatitis B yang terdiri dari bahan yang aman dan tidak akan menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini sangat efektif untuk semua kalangan usia, dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali dalam periode 6 bulan. Pada umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Untuk dosis yang pertama pada saat bayi dilahirkan, dosis kedua bayi saat usia 1-2 bulan, dan dosis ketiga usia 6-18 bulan. Ada juga pada sebagian bayi yang mendapatkan 4 dosis apabila menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Sedangkan bagi vaksinasi pada orang dewasa terbagi kedalam tiga dosis, yaitu dosis pertama dan kedua dengan adanya jeda waktu empat minggu, kemudian disusul oleh dosis terakhir pada lima bulan kemudian. Akan terjadi beberapa reaksi ringan setelah pemberian vaksinasi, seprti rasa nyeri saat disentuh dan demam.

Cara Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B termasuk pada lima jenis imunisasi dasar yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Untuk bayi dan anak-anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Sedangkan vaksinasi pada orang dewasa dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dengan biaya ditanggung sendiri.

| Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Obat Herbal Hepatitis B Menggunakan Daun Sirsak

Dari daftar penyakit yang mematikan di dunia saat ini adalah penyakit hepatitis B. Penyakit ini terjadi karena disebabkan oleh adanya virus yang menyerang pada bagian organ tubuh dalam manusia terutama liver atau hati. Saat tubuh diserang maka tubuh akan melakukan perlawanan terhadap virus dengan berbagai cara, tetapi jika sudah tidak bisa ditangani maka perkembangannya akan semakin banyak dan semakin parah sehingga dapat menyebabkan kematian.

Namun perlu diketahui juga, mengkonsumsi secara berlebihan juga tidak baik. Bagi penderita kanker dan tumor akan mengakibatkan diare, tubuh panas, nyeri sendi, keringat berlebih, susah buang air besar, lembung perih, dan punggung akan terasa panas.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk dapat sembuh dari penyakit hepatitis ini yaitu dengan cara tindakan medis atau dengan langkah herbal. Obat herbal hepatitis B ini dijadikan sebagai pilihan karena tidak memiliki efek samping apapun dan dianggap lebih aman dibandingkan dengan mengkonsumsi obat-obatan medis.

Daun sirsak merupakan salah satu obat herbal yang sangat efektif untuk mengobati penyakit hepatitis B. Pada buah ini memiliki kandungan zat yang sangat banyak dan dibutuhkan untuk mengobati penyakit hepatitis B. Kandungan didalamnya juga dibuat sebagai pestisida alami.

Kandungan yang terdapat dalam daun sirsak anopentosin A, anopentosin B, anopentosin C, murikatosin acetoginins A, murikatosin B, murikapentosin, anomurisin E. Acetogenins yang ada dalam sirsak mampu melawan lebih dari 12 macam kanker diantaranya kanker paru-paru, kanker usus besar, termasuk penyakit hepatitis B, tanpa mengganggu sel-sel dalam tubuh. Berdasarkan data dan hasil dari penelitian, daya kerja zat anti kanker yang ada didalam tanaman sirsak ini adalah 10.000 kali lipat lebih kuat dalam membunuh dan juga memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan langkah medis.

Tidak hanya untuk penyakit kanker saja, ternyata daun sirsak juga dapat mengatasi berbagai macam penyakit lainnya seperti jantung, liver, paru-paru, asma, ginjal, rematik, ambeien, dan prostat.

Cara pembuatan daun sirsak

Rebus sebanyak 10 lembar daun sirsak yang telah kering dengan air sebanyak 3 gelas air, dan biarkan hingga menjadi satu gelas air. Lalu saring kemudian minum. Untuk lebih baiknya minum pada setiap pagi. Perut akan terasa hangat, dan badan menjadi berkeringat.

Namun perlu diketahui juga, mengkonsumsi secara berlebihan juga tidak baik. Bagi penderita kanker dan tumor akan mengakibatkan diare, tubuh panas, nyeri sendi, keringat berlebih, susah buang air besar, lembung perih, dan punggung akan terasa panas.

| Obat Herbal Hepatitis B Menggunakan Daun Sirsak

Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Banyak yang mengira bahwa penyakit hepatitis merupakan penyakit hati yang sama, namun paa setiap jenisnya berbeda bahkan memiliki daya tular dan daya pengobatan yang berbeda juga. Hepatitis yang kadarnya ringan seperti pada hepatitis A, dan yang terberat yaitu pada hepatitis C. Dan di Indonesia terdapat tiga jenis hepatitis yaitu A, B, dan C yang penyebabnya oleh virus. Lalu apa perbedaan dari penyakit hepatitis ini?

Hepatitis adalah suatu peradangan pada organ hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Hepatitis yang banyak terjadi di negara kita yaitu Indonesia disebabkan oleh virus hepatitis A, B, dan C.

Hepatitis A, B, dan C yang sama-sama disebabkan oleh virus, yaitu Hepatitis Virus tipe A (HVA), Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan Hepatitis Virus tipe C (HVC). Tetapi dari ketiga virus menular tersebut ada dalam media yang berbeda.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut perbedaan antara Hepatitis A, B, dan C.

ketahui hepatitis a, b, dan c

Hepatitis A

Penularan virus Hepatitis A atau HVA dengan melalui facial oral, yaitu virus yang ditemukan pada tinja. Virus ini juga sangat mudah menular melalui suatu makanan atau minuman yang telah terkontiminasi, atau juga tidak jarang melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A yang terjadi biasanya tidak muncul hingga Anda memiliki virus selama beberapa minggu, karena hepatitis terkait dengan pola hidup yang bersih. Banyak kasus infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang sampai separah seperti Hepatitis B dan C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Tetapi hepatitis A juga harus melakukan pengobatan supaya mengurangi produktivitas.

Berikut tanda dan gejala yang dialami oleh penderita Hepatitis A :

– Mual dan muntah.
– Kelelahan.
– Hilangnya nafsu makanan.
– Demam.
– Nyeri perut dan tidak nyaman, terutama pada daerah hati (sisi kanan bawah tulang rusuk).
– Nyeri otot.
– Mata dan kulit menguning (jaudince).
– Urine berwarna gelap.

Pola hidup sehat mengurangi potensi Hepatitis A, sehingga akan lebih sulit untuk berkembang separah jenis hepatitis lainnya yang memicu kanker hati. Apabila terinfeksi hepatitis A, alangkah baiknya untuk segera melakukan perawatan.

Hepatitis B

Hepatitis Virus tipe B (HVB) yang dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu pada janin didalam kandungan, dan melalui transfusi darah atau suntikan yang telah tercemar virus Hepatitis V, seperti pada pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, gunting, pisau) yang tidak disterilkan dengan sempurna.

Berbeda dengan Hepatitis A, pada virus Hepatitis B yang terjadi pada sebagian orang dapat menyebabkan Hepatitis B Kronis, yang akan menyebabkan gagal hati, kanker hati, atau sirosis yaitu suatu kondisi kerusakan hati yang bersifat permanen.

Gejala yang terjadi pada Hepatitis B seperti :

– Sakit perut, nyeri sendi.
– Hilangnya nafsu makan.
– Kelelahan dan kelemahan.
– Urine berwarna gelap.
– Demam.
– Kulit dan bagian putih mata akan menguning (jaudince).
– Mual dan muntah.

Pada kebanyakan orang yang mengalami Hepatitis B saat dewasa akan sepenuhnya sembuh. Tetapi jika heptitis B pada bayi atau anak-anak akan jauh untuk mengembangkan infeksi Hepatitis B Kronis. Pada penyakit Hepatitis B membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatanny. Apabila tidak terobati maka akan berkembang menjadi sirosis bahkan kanker hati.

Hepatitis C

Hepatitis C yang memiliki tingkah keparahan paling tinggi dibandingkan dengan hepatitis A dan B. Namun penularannya sama dengan Hepatitis B dengan melalui darah yang berasal dari transfusi arah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan).

Infeksi pada virus hepatitis C disebut sebagai infeksi yang terselubung karena pada infeksi ini seringkali tidak memiliki gejala sehingga akan sering terlewatkan. Pada kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi hingga kerusakan hati akan muncu; atau melalui tes medis dengan rutin.

Jika pun mengalami gejala, biasanya Hepatitis C hanya mengalami flu seperti :

– Demam.
– Kelelahan.
– Mual atau nafsu makan yang buruk.
– Nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri daerah hati.

Virus hepatitis C merupakan virus yang secara genetik memiliki angkat mutasi tinggi sehingga kemungkinan generasi virus akan beraneka ragam. Dan akibatnya masih belum ada vaksin yang sudah berhasil dibuat untuk mencegah hepatitis C.

Berdasarkan perbedaan dari hepatitis A, B, dan C dari proses penularannya berbeda-beda. Namun potensi terjadinya kerusakan hati yang lebih tinggi yaitu pada hepatitis B dan C, sedangkan pada hepatitis A masih bisa dicegah dengan pemberian vaksin atau dengan penerapan pola hidup yang sehat.

| Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A adalah sebuah penyakit yang dapat menyebar melalui kotoran ataupun makanan namun bukan melalui aktivitas atau darah. Jenis hepatitis A ini termasuk yang paling sering ditemukan pada anak. Biasanya virus dari hepatitis A ini disebarkan melalui makanan atau minuman tercemar virus yang dikonsumsi oleh anak.

hepatitis A pada anak

Para penderita hepatitis A ini bisa saja berkelanjutan dikarenakan termasuk pada golongan penyakit akut. Apabila tidak ditangani dengan segera maka dapat menimbulkan penyakit hepatitis fulminant (jenis hepatitis berat), yang akan mengalami gejala pada anak yaitu perubahan warna kulit menguning, atau bahkan bisa saja mengalami hilangnya kesadaran hingga kejang-kejang.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Gejala Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A merupakan bukan penyakit yang berbahaya jika imunitas didalam tubuhnya dapat melawan virus yang menyerang, namun apabila anak mengalami penurunan imunitas maka akan membahayakan pada kondisi sang anak.

Gejala yang dialami oleh si kecil yang menderita penyakit hepatitis A yaitu demam yang disertai dengan lemas, mengalami pusing bahkan mual dan muntah. Virus hepatitis A yang disebarkan melalui makanan dan juga minuman yang telah terinfeksi virus sehingga dapat menyebabkan sang anak mengalami sakit perut sebelah kanan atas serta warna urine yang berubah menjadi seperti air teh. Akan mengakibatkan kurang nafsu makan dikarenakan kondisi yang tidak nyaman. Untuk kondisi pada umumnya saat kulit akan berubah warna menjadi kuning.

Gejala yang dialami oleh anak yang menderita penyakit hepatitis A bukanlah gejala suatu penyakit melainkan respon dari imunitas tubuh yang bekerja dengan baik saat melawan virus yang berada pada sel hati. Sedangkan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun mengalami kondisi terlihat samar karena imunitas tubuh belum begitu sempurna sehingga gejala tidak terlihat mencolok.

Pencegahan Hepatitis A Pada Anak

Untuk mempercepat dalam penyembuhan alangkah baiknya lakukan pemeriksaan bertujuan untuk memperkuat sistem imun pada anak. Berikut ada beberapa cara pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari infeksi hepatitis A :

| Baca juga : Obat Hepatitis A Akut Untuk Anak Dan Dewasa

Perhatian Kebersihan Lingkungan

Penyebaran virus hepatitis A yaitu dapat melalui tinja atau kotoran pada penderita sebelumnya. Apabila kebersihan lingkungan seperti sistem sanitasi lingkungan kurang baik, maka penyebaran virus akan dengan mudah menyerang pada anak.

Pengolahan Makanan

Mengolah makanan yang baik dan juga benar serta menjaga kebersihan dalam proses memasak adalah cara yang terbaik dalam menjaga kebersihan termasuk dalam menjaga kebersihan anak dari berbagai infeksi virus hepatitis A.

Jangan Biarkan Anak Jajan Sembarangan

Apabila Bunda sangat mengakhawatirkan si kecil dalam membeli makanan bebas, tidak ada salahnya untuk memberikan bekas kepada sang anak. Karena salah satu media dari penyebaran virus hepatitis ini adalah pada makanan yang tidak steril sehingga mudah untuk tercemar virus hepatitis A.

Pemberian Vaksin Hepatitis A

Pada anak berusia 2 tahun diberikan vaksin hepatitis A. Kemudia diulang lagi pada usia 6 bulan sampai 12 bulan dari pemerian vaksin pertama. Hal tersebut untuk membuat pertahanan tubuh sehingga diberikan 2 kali pada anak.

Biasakan Untuk Mencuci Tangan

Kebiasaan mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan yang sangat mudah namun sering kali terabaikan. Benda yang telah disentuh akan berpotensu dalam menyebarkn virus dan juga bakteri sehingga mencuci tangan merupakan kegiatan yang sangat penting. Usahakan untuk tidak menggunakan secara bersamaan seperti peralatan handuk, sikat gigi, dan gunting kuku, untuk menjaga kesehatan serta kebersihan sebagai pelindung diri.

Itulah sedikit informasi mengenai penyakit hepatitis A pada anak. Lakukan tindakan pencegahan sejak dini, semoga bermanfaat 😉

| Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Alasan Kenapa Penyakit Kuning Terjadi Pada Bayi Baru Lahir

Apakah kondisi bayi kuning ini berbahaya?

Penyakit kuning yang bisa menyerang pada bayi baru lahir. Pada umumnya kondisi tersebut tidak berbahaya dan biasanya dapat dengan sendirinya dalam waktu hitungan minggu. Namun, meskipun kondisi tersebut bisa saja membahayakan si kecil, untuk itu perlu kita pahami dalam perbedaan tanda-tandanya.

Penyakit kuning adalah suatu kondisi yang ditandai dengan berubahnya kulit menjadi menguning, sklera (bagian putih dari mata), dan membran mukosa pada hidung dan mulut akibat dari penumpukan bilirubin didalam darah dan juga jaringan-jaringan tubuh lain. Namun gejala yang terjadi bisa juga berupa dengan urine yang berwarna keruh (gelap) serta tinja yang berwarna pucat.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Mengapa Bayi Kuning Bisa Terjadi?

alasan bayi kuning

Pada kondisi ini terjadi karena sang bayi memiliki kelebihan bilirubin (unsur kuning) pada darahnya. Bayi baru lahir memiliki kadar sel darah yang cukup tinggi sehingga akan memicu produksi bilirubin. Karena bilirubin sendiri akan terbentuk saat sel-sel darah merah yang tua dihancurkan.

Sebenarnya bayi memang sudah memiliki bilirubin sejak sedang ada dalam kandungan. Tetapi didalam kandungan, tubuh Bunda akan mengeluarkan bilirubin unsur bayi dengan melalui plasenta. Setelah lahir bayi tidak dapat melakukannya karena organ hati bayi yang masih belum berkembang. Maka hal ini dapat menghambat dalam proses pembuangan bilirubin yang seharusnya dikeluarkan ketika sedang buang air kecil atau besar. Kondisi ini disebut dengan penyakit kuning fisiologis. Sang bayi akan mulai menguning dalam waktu sekitar 24 jam setelah lahir dan akan memburuk setelah empat hari, setelah itu kondisinya akan membaik saat sudah berusia sekitar satu minggu.

Penyebab Terjadinya Bayi Kuning

Penyebab bayi kuning bersifat fisiologis atau normal, tetapi juga ada yang disebabkan oleh hal oleh hal tidak normal. Pada bayi prematur akan memiliki resiko lebih besar terkena penyakit kuning lebih dari 50%, sedangkan pada bayi yang dilahirkan secara normal memiliki resiko terkena penyakit kuning kurang dari 50%. Berikut beberapa alasan terjadinya penyakit kuning pada bayi :

1. Pigmen Kuning

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bilirubin dalam darah yang meningkat dapat menyebabkan si kecil terkena penyakit kuning. Karena hal ini terjadi adanya pecahan sel-sel darah merah pada tubuh bayi. Pada kondisi normal, organ yang berfungsi unsur menguraikan bilirubin tersebut adalah hati. Dan setelah diuraikan akan dibuang melalui BAB. Namun saart masih ada didalam kandungan, sang ibu yang berperan sebagai pengurai bilirubin tersebut. Setelah dilahirkan, perkembangan hatinya belum bekerja dengan sempurna, sehingga akan ada penumpukan bilirubin dan kulit bayi berwarna kuning.

2. Infeksi

Adanya infeksi dalam tubuh dapat menyebabkan bayi terkena penumpukan bilirubin, yang dapat menyebabkan bahaya bayi kuning saat dilahirkan.

3. Darah Tidak Cocok

Darah yang tidak cocok dengan sang Ibu juga memicu terkena pembentukan bilirubin yang berlebih oleh aliran darah atau terganggunya pengeluaran bilirubin yang melalui BAB.

4. Organ Hati Belum Matang

Organ hati yang belum matang akan menjadi penyebab terkena bayi kuning. Maka dari itu penyakit kuning akan dikaitkan dengan organ hati. Apabila pada orang dewasa memiliki sakit kuning atau yang identik dengan penyakit liver atau hati, sedangkan pada bayi yang memiliki penyakit kuning akan dikaitkan dengan organ hati yang masih belum matang. Organ hati yang belum matang tidak akan bisa menguraikan bilirubin sehingga akan terjadi penumpukan pada tubuh bayi.

5. Kerusakan Hati

Bayi yang mengalami penyakit kuning bisa diakibatkan oleh adanya kerusakan pada organ hati. Hati yang rusak pada selama perkembangan janin, maka tidak bisa menguraikan bilirubin dengan cara yang sempurna yang akibatnya si kecil akan mengalami penyakit kuning tidak normal.

6. Asupan Enzim G6PD Kurang

Enzim ini terdapat pada aliran darah merah yang memiliki fungsi unsur mencegah kerusakan sel darah merah. Oleh karena itu hal inilah pada gizi ibu hamil harus dicukupi selama masa kehamilan berlangsung.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Selain dengan penanganan medis, Bunda dapat mencegah kenaikan bilirubin dengan cara memberikan asupan yang cukup. Karena asupan tersebut dapat membantu si kecil untuk dapat mengeluarkan bilirubin pada tubuhnya. Dengan memberikan ASI sebanyak 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Atau juga dapat memberikan susu formula, namun harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan biasanya diberikan sekitar 6 hingga 10 perhari. Atau dapat Anda lakukan dengan menggunakan obat alami.

Oleh karena itu Anda harus memperhatikannya, dengan mengecek bagian bola mata atau kulitnya sehari 2 kali untuk melihat apakah sudah kembali normal atau malah menjadi bertambah parah.

| Alasan Kenapa Penyakit Kuning Terjadi Pada Bayi Baru Lahir