Monthly Archives: June 2017

Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Advertisements

Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Hati yang berfungsi sebagai organ yang mampu untuk memproduksi berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, disaat sedang melakukan metabolisme. Saat hati tidak dapat berfungsi dengan baik yang disebabkan oleh adanya sebuah penyakit tertentu yang menyerang organ hati maka tubuh dengan secara keseluruhan akan terpengaruh dengan adanya gangguan kesehatan tersebut.

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang menyerang pada organ hati, dan disebabkan oleh adanya virus. Untuk itu bagi penderita hepatitis, sebaiknya untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Ada beberapa buah-buahan yang dapat meringankan penyakit hepatitis dan dapat membantu dalam proses penyembuhan serta mencegah penyakit liver.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut buah-buahan yang baik dikonsumsi untuk penderita hepatitis :

macam buah untuk penderita hepatitis

1. Buah Jeruk

Buah jeruk yang kaya akan kandungan vitamin C yang dapat merangsang hati untuk memproduksi antibodi yang berpengaruh dalam perlawanan terhadap penyakit hepatitis.

Manfaat lain dari buah jeruk untuk kesehatan :
– Menjaga kesehatan ginjal
– Melancarkan pencernaan
– Menjaga stamina
– Mengatasi sariawan
– Baik untuk tulang
– Mencegah kerusakan kulit
– Dapat membantu proses diet

2. Buah Apel

Apel merupakan salah satu buah yang memiliki cita rasa yang enak, bahkan sangat cocok untuk penderita hepatitis. Selain untuk penderita hepatitis, buah apel juga sangat bermanfaat untuk kesehatan lainnya, diantaranya :

– Mencegah batu empedu
– Mengeluarkan racun yang ada dalam tubuh
– Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
– Mencegah penyakit parkinson
– Sangat baik untuk pencernaan

3. Buah Jambu Biji Merah

Buah jambu dapat meringankan penyakit hepatitis. Selain itu juga dapat menjaga fungsi saraf dan otak, serta mampu menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit kanker termasuk kanker hati.

Berikut manfaat lainnya dari buah jambu biji merah untuk kesehatan :
– Membantu menyehatkan kelenjar tiroid
– Membantu menyerap nutrisi
– Menjaga fungsi saraf dan otak
– Mencegah penyakit kanker
– Dapat membuat releks tubuh
– Dapat mengendalikan tekanan darah
– Bisa menangkal radikal bebas

4. Buah Lemon

Lemon merupakan jenis buah yang dapat Anda coba untuk tidak terkena penyakit hepatitis, namun selain untuk pencegahan, buah lemon dapat dijadikan sebagai pengobatan penyakit hepatitis.

Berikut beberapa manfaat lain buah lemon untuk kesehatan :
– Menghilangkan raacun dalam tubuh
– Menghentikan pendarahan
– Dapat mengurangi ketombe
– Dapat dijadikan sebagai masker untuk mencerahkan kulit
– Memperkecil pori-pori kulit
– Menstabilkan tekanan darah tinggi

Itulah beberapa macam-macam buah untuk penyembuhan penyakit hepatitis dan manfaat untuk kesehatan tubuh lainnya.

Pengobatan Penyakit Hepatitis

Jika penyakit hepatitis Anda berlanjut, kami memberikan saran untuk segera melakukan pengobatan. Kami merekomendasikan obat herbal yaitu QnC Jelly Gamat karena didalamnya memiliki khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk penyakit hepatitis.

| Macam-macam Buah Yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Semakin lama penyakit diabetes menjadi penyakit umum. Meskipun kebiasaan gaya hidup yang sehat dapat membantu untuk mencegah diabetes, namun melakukan pola makan yang buruk juga bukan menjadi penyebab dari adanya diabetes.

Virus hepatitis C juga sering dikaitkan dengan penyakit diabetes, dan pada beberapa orang bahkan dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis C merupakan suatu infeksi virus C yang terjadi pada organ hati sehingga menyebabkan hati menjadi bengkak akibat dari peradangan sel-sel hati. Pada keadaan ini maka akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Virus dari hepatitis C ini dapat ditularkan dengan melalui darah, dan dianggap lebih berbahaya karena tidak ada vaksin untuk virus ini. Hepatitis C akan mencegah hati dengan melakukan fungsi normalnya, termasuk untuk mencerna makanan, mencegah infeksi, menyimpan nutrisi dan energi, dan membersihkan zat kimia dari aliran darah.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

komplikasi dabetes terhadap hepatitis

Selain mengganggu pada fungsi hati, ternyata hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit terjadi dalam waktu yang lama). Dan hal ini terjadi akibat dari salah satu gangguan fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, yang dimana hati tidak akan mampu untuk menyimpan kelebihan glukosa yang ada didalam darah sehingga kadar gula akan meningkat (hiperglikemia).

Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C, dan hal ini terjadi karena kadar gula yang sangat tinggi serta tidak terkontrol dalam waktu yang lama dan menyebabkan hati menjadi harus bekerja lebih keras sampai terjadi meradang. Menurut salah satu studi the American Diabetes Assocation (ADA), terdapat sekitar 80% penderita diabetes telah mengalami penumpukkan glukosa yang berlebih pada hati sehingga menyebabkan hati menjadi lebih sulit untuk melawan berbagai macam infeksi termasuk pada infeksi virus hepatitis C.

Komplikasi

Apabila menderita diabetes dan juga hepatitis C maka juga akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain seperti sirosis hati (dapat menyebabkan meningkatnya kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes), serta gagal pada hati yang berakibat fatal. Meskipun tidak semua pada penderita hepatitis C mengalami diabetes ataupun sebaliknya, namun akan tetap beresiko lebih tinggi. Maka dari itu penderita sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga akan dapat mendeteksi pada gangguan dan mendapatkan pengobatan cepat.

Insulin dan Pengobatan Virus Hepatitis C

Sangat penting untuk menggunakan insulin seperti yang telah direkomendasikan oleh dokter apabila memiliki penyakit diabetes. Namun jika Anda mengalami penyakit hepatitis C, maka dalam penggunaan insulin akan menjadi rumit dan harus dipertimbangkan kembali. Karena insulin dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme hati serta menurunkan kemampuan organ hati dalam melawan berbagai macam infeksi.

Tindakan Pencegahan Virus Hepatitis Akibat Diabetes

Berikut beberapa tindakan dalam pencegahan yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya hepatitis serta tejadinya kerusakan pada organ hati, antara lain :

– Pastikan untuk mengurangi berat badan apabila memiliki masalah pada kelebihan berat badan Anda.

– Tidak terlalu dekat dengan penderita hepatitis karena penyakit hepatitis tergolong penyakit menular dan pada penderita diabetes akan lebih mudah tertular dengan penyakit tersebut.

– Mencegah penyakit hepatitis dengan cara meningkatkan antibodi, serta mendapatkan vaksinasi hepatitis untuk meningkatkan antibodi.

Baca juga : Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apabila Anda menjalankan semua tindakan pencegahan secara disiplin, maka Anda juga akan terbebas dari masalah kerusakan organ hati serta hepatitis akibat dari diabetes tesebut.

| Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Hepatitis B adalah sebuah penyakit yang ditularkan dengan melalui virus yang masuk pada cairan tubuh secara langsung. Penyakit hepatitis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyerang pada bagian hati secara langsung sehingga akan membuat penderita mengalami gangguan pada organ hati yang sangat serius. Penyakit ini dapat terjadi pada ibu hamil dan sangat berbahaya pada janin yang ada pada kandungannya.

Pada umumnya ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B dengan melalui beberapa perantara seperti cairan vagina, air mani, dan tes darah yang tidak steril pada jarum suntiknya. Pada sistem kekebalan tubuh pun akan semakin lemah karena adanya virus yang aktif didalam tubuhnya. Biasanya pada beberapa orang dewasa akan sembuh dari penyakit hepatitis B ini secara alami karena kekebalan tubuhnya, namun penyakit hepatitis B ini bisa lebih berat apabila terjadi pada ibu hamil. Lalu bagaimana kondisi awal pada ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B?

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa gejala atau ciri-ciri hepatitis B pada ibu hamil :

ciri-ciri hepatitis pada ibu hamil

1. Flu Saat Hamil

Awal saat virus menyerang tubuh pada ibu hamil dapat menyebabkan gejala ringan seperti flu. Namun jika flu parah saat sedang hamil maka akan merasakan sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, dan masalah flu lainnya.

2. Tubuh Terasa Sakit

Virus yang menyerang pada tubuh akan menyebabkan kondisi menjadi tidak nyaman pada ibu hamil. Tidak hanya pada bagian tulang dan sendi saja, namun pada semua bagian tubuh akan merasakan sakit. Pada saat inilah virus sedang berkembang dan berusaja merusak fungsi organ hati. Ketika dalam beberapa bagian tubuh disentuh maka akan terasa lebih sakit dibandingkan dengan biasanya. Apabila ibu hamil bekerja sambil berdiri maupun duduk dengan dalam jangka waktu yang lama maka kondisi kelelahan akan menjadi semakin buruk, termasuk pada bagian kaki bengkak pada ibu hamil.

3. Ibu Hamil Cepat Lelah

Infeksi virus dapat menyebabkan kondisi hati akan melemah. Dari semua sistem yang melibatkan organ hati tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan hati juga tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga akan banyak racun didalam tubuh.

4. Nafsu Makan Menurun

Gejala dari hepatitis B pada ibu hamil akan menyebabkan nafsu makannya berkurang, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh terjadinya morning sickness meskipun kondisinya bisa memburuk. Hati bekerja sangat penting untuk mengahasilkan enzim yang dapat membantu dalam penyerapan nutrisi didalam tubuh. Saat muncul infeksi pada bagian hati maka ibu hamil tidak akan bisa menerima makanan dengan baik, sehingga pengolahan nutrisi akan menjadi gangguan dan ibu hamil pun tidak akan merasa lapar.

5. Morning Sickness Parah

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan morning sickness yang parah. Biasanya ibu hamil mengalami kondisi tersebut saat masuk pada trimester pertama. Hal ini berlainan apabila sang ibu masih mengalami morning sickness pada trimester selanjutnya maka akan menderita hepatitis B, sehingga tubuh ibu hamil akan menjadi lebih lemah.

6. Kulit dan Putih Mata Menguning

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan bagian putih mata dan kulit menjadi menguning. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa yang memang sudah terkena infeksi. Tetapi gejala tersebut muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah terkena infeksi virus hepatitis B. Pada perubahan warna putih mata dan kulit yang menguning disebabkan oleh adanya akumulasi kadar bilirubin didalam tubuh ibu hamil, Hati yang berfungsi untuk mengatur kadar bilirubin, apabila bermasalah maka kadar bilirubin akan menjadi tinggi dan zat dapat menumpuk didalam hati.

7. Gangguan Pencernaan

Hati juga berperan penting untuk sistem pencernaan. Saat gangguan pada hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak akan bekerja dengan baik. Pada beberapa gangguan pencernaan dapat terjadi seperti sakit perut, mual terus menerus, muntah, dan diare. Semua gejala tersebut sangat berat karena ibu hamil juga mengalami morning sickness. Ketika gangguan pencernaan terjadi maka ibu hamil juga harus mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Karena jika terjadi diare maka akan menyebabkan gangguan pada sangat berat karena sang ibu tidak menerima makanan dengan baik.

Resiko ibu hamil terkena hepatitis B

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil dapat mempengaruhi pada kondisi kesehatan ibu dan juga janin. Saat semua gejala hepatitis muncul maka pemeriksaan sangat perlu dilakukan lebih cepat. Berikut terdapat dampak hepatitis B bagi janin :

  • Beresiko tinggi lahir secara prematur.
  • Bayi lahir dengan kondisi yang kurang sehat termasuk berat badan yang rendah serta bayi kuning.
  • Sang ibu dan bayi akan mengalami diabetes gestasional.
  • Ibu akan mengalami pendarahan yang berat selama masa kehamilan, bahkan sebelum pada persalinan.
  • Bayi akan memiliki resiko terkena hepatitis B sehingga harus menerima vaksin setelah proses kelahiran.

| Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil