Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s