Monthly Archives: September 2017

Cara Menghadapi Insomnia Untuk Penderita Kanker Hati

Insomnia atau susah tidur merupakan suatu kondisi yang pada umumnya dialami oleh penderita penyakit kanker, terutama penderita kanker hati. Pada gangguan ini merupakan reaksi normal terhadap pengobatan serta diagnosis kanker. Saat mengalami insomnia, maka seseorang akan berbaring di tempat tidur, menghabiskan berjam-jam supaya tertidur meskipun tidak peduli seberapa lelahnya aktivitas mereka saat itu.

menghadapi insomnia akibat kanker hati

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa cara dalam menghadapi insomnia bagi penderita kanker hati :

  • Atur tidur lewat makanan

Seseorang yang menderita insomnia sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman kafein dan alkohol selama 4-6 jam, atau untuk tidak mengonsumsi makanan pedas sebelum tidur. selain itu juga, biarkan kamar tidur tetap tenang dan senyaman mungkin.

Baca juga : Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati

  • Mengubah kebiasaan

Pada kebanyakan orang untuk kesulitan tidur ketika sedang menjalani pengobatan kanker hati. Tetapi kondisi tersebut terkadang malah menjadi suatu bumerang bagi kesehatan karena akan membuat kondisi menjadi semakin buruk. Jika tidak merasakan rasa kantuk, alangkah baiknya untuk keluar dari kamar kemudian masuk kembali ketika saatnya akan tidur. Dari langkah inilah maka akan membentuk hubungan antara kamar tidur dan juga perilaku tidur dalam membantu tidur menjadi lebih mudah.

Saran lainnya yaitu dengan menjaga jadwal tidur dan terhindar dari tidur siang. Apabila tidur siang sangat dibutuhkan, maka batasi waktunya hingga 30 menit serta diusahakan untuk tidur sebelum pukul 3 sore.

  • Terapi relaksasi

Pada metode ini meliputi relaksasi pada otot, hipnosis, pelatihan citra, melepaskan beban pikiran, dan biofeedback yang menggunakan peralatan elektronik untuk merekam tampilan aktivitas dalam tubuh dibawah kesadaran, seperti denyut jantung. Beberapa cara tersebut Anda dapat memilih salah satu terapi tersebut dengan melalui latihan pernafasan dalam, meditasi, atau peregangan. Melakukan mandi air hangat atau minum segelas susu hangat juga sangat dianjurkan.

  • Terapi kognitif

Pada terapi ini digunakan untuk mengidentifikasi serta mengubah suatu keyakinan dan juga sikap disfungsional mengenai insomnia dan kegiatan tidur. Akan tetapi hal ini dapat meningkatkan rasa cemas. Terapi kognitif ini dapat membantu dalam menghilangkan ritual tidur yang tidak realistis, memberikan pengetahuan dasar mengenai insomnia, dan mendidik penderita terhadap efek dari insomnia itu sendiri.

Pada umumnya penderita kanker hati kerap mengalami insomnia atau susah tidur. Maka dari itu setiap orang harus memiliki pemahaman yang dasar mengenai kondisi ini, bila perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

| Cara Menghadapi Insomnia Untuk Penderita Kanker Hati

Advertisements

Mengetahui Jenis-jenis Transplantasi Hati dan Prosedurnya

Kegagalan pada fungsi hati atau liver dapat diatasi dengan melakukan transplantasi. Tetapi dalam prosedur dari transplantasi hati tidaklah mudah dan harus melewati beberapa tahapan.

Transplantasi hati adalah prosedur dari tim medis yang digunakan untuk menggantikan hati yang gagal dengan organ hati yang baru dan sehat dari orang lain yang disebut dengan donor. Hati dapat ditransfer dengan cara keseluruhan ataupun sebagian dari orang yang sudah meninggal atau masih hidup.

Pada orang dewasa dengan berat sekitar 1.3 kg, hati merupakan salah satu organ internal tubuh yang terbesar yang terletak pada bagian atas rongga perut sebelah kanan. Fungsi dari hati ini sangatlah penting dalam tubuh, yaitu memproduksi protein, memecah nutrisi dari makanan menjadi energi, memproduksi cairan empedu, membantu tubuh untuk menghalau bakteri, menyimpan vitamin dan mineral, dan menyingkirkan racun yang ada dalam tubuh.

Sebelum mendapatkan transplantasi hati, Anda harus mengetahui apa saja jenis transplantasi hati itu sendiri.Pada semua jenis transplantasi hati harus ada kecocokan yang lengkap antara penderita dan pendonor. Hal ini berarti donor harus sesuai dengan golongan darah, ukuran hati dan jaringan hati.

mengenal transplantasi hati

Berikut jenis-jenis transplantasi hati beserta prosedurnya :

1. Transplantasi Orthotopic

Transplantasi orthotopic merupakan jenis yang paling umum dari transplantasi hati. Jenis ini merupakan transplantasi yang melibatkan seluruh hati yang diambil dari pendonor yang sudah meninggal. Biasanya dari pendonor yang telah setuju untuk menyumbangkan pada organ mereka sebelum kematian atau saat keluarga pendonor yang telah setuju untuk disumbangkan.

Selama proses operasi, maka dokter akan membuat sayatan pada bagian perut untuk mengangkat hati yang gagal. Kemudian organ hati pendonor akan dimasukan ke dalam organ tubuh tersebut dan terhubung ke pembuluh darah serta saluran empedu. Pada sayatan tersebut kemudian akan ditutup dengan melakukan jahitan atau staples bedah. Tabung drainase bisa digunakan untuk mengeringkan pada setiap cairan ekstra.

| Artikek terkait : Obat Hepatitis

2. Transplantasi Donor Hidup

Transplantasi donor hidup artinya pendonor yang merupakan orang yang masih hidup. Donor melakukan operasi pertama yang dimana ahli bedah akan mengangkat baik pada bagian kiri atau kanan (lobus) dari hati mereka. Pada transplantasi lobus kanan biasanya dianjurkan untuk orang dewasa, sedangkan pada lobus kiri digunakan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan lobus kanan lebih besar serta lebih cocok untuk orang dewasa, sementara pada lobus kiri lebih kecil dan cocok bagi anak-anak.

Pada orang yang menerima donor akan dibuka dan organ hati yang sakit akan diangkat. Bagian dari hati akan diambil dari donor dan diganti untuk membuat koneksi dengan pembuluh darah serta saluran empedu seperti transplantasi orthotopic. Setelah dilakukan transplantasi, lobus yang telah ditransplantasikan akan meregenerasi sendiri. Bahkan pada donor bagian hati yang diangkat akan tumbuh kembali. Dalam penerima lobus baru biasanya akan tumbuh hingga 85% dari ukuran hati asli dalam jangka waktu satu minggu.

3. Transplantasi Hati Jenis Split

Pada jenis transplantasi ini donasi perpecahan akan melibatkan transplantasi hati dari seseorang yang telah meninggal pada dua penerima. Hal ini kemungkinan jika penerima yang berikutnya adalah orang dewasa dan seorang anak. Hati yang disumbangkan maka akan dibagi menjadi lobus kiri dan kanan. Biasanya orang dewasa akan menerima lobus kanan lebih besar dibandingkan dengan anak yang akan menerima lobus kiri lebih kecil.

Seperti pada transplantasi donor hidup maka transplantasi hati akan tumbuh kembali pada ukuran aslinya dengan regenerasi. Maka dari itu pada metode ini menguntungkan dua orang pada satu waktu.

4. Transplantasi Hati Auxiliary

Jenis transplantasi ini merupakan jenis yang jarang dilakukan. Hal ini terjadi saat hati penerima tidak sepenuhnya diangkat. Ini ketika seseorang mampu menyelamatkan sebagian dari hati. Transplantasi hati dengan tambahan cocok untuk keturunan atau penyakit hati metabolik yang dapat menyebabkan gagal hati akut.

Setelah kita mengetahui jenis-jenis transplantasi hati maka akan dapat membantu Anda dan juga dokter untuk memutuskan jenis apa yang cocok untuk Anda. Pada keputusan Anda juga tergantung dari kondisi hati yang sehat serta kondisi fisik.

| Mengetahui Jenis-jenis Transplantasi Hati dan Prosedurnya

Solusi Terbaik Dalam Mengatasi Kelelahan Akibat Hepatitis

Menderita penyakit hepatitis dapat menyebabkan kelelahan yang cukup ekstrem atau kurangnya energi sulit untuk membaik. Pada artikel ini, kami akan memberikan solusi dalam mengatasi kelelahan akibat dari penyakit hepatitis. Sehingga Anda masih tetap bisa melakukan aktivitas harian Anda. Tidak ada salahnya juga untuk mencoba menerapkan metode ini dalam dalam rutinitas Anda.

solusi dalam mengatasi kelelahan akibat hepatitis

Berikut solusi dalam mengatasi kelelahan akibat hepatitis :

Tidak sedikitnya orang menderita penyakit hepatitis dan akan merasakan kelelahan. Cara dalam mengatasi hal tersebut cukup dengan mengubah kebiasaan dan mencoba hal-hal yang baru dalam setiap harinya, sehingga Anda akan merasakan hal yang baik dan kesehatan Anda juga semakin membaik.

Olahraga

Melakukan olahraga secara teratur merupakan salah satu strategi yang baik dalam mengatasi kelelahan akibat dari penyakit hepatitis. Seseorang yang berolahraga secara teratur tidak akan mengalami kelelahan yang parah, karena pada kekuatan pada tubuhnya meningkat serta akan merasa lebih baik secara keseluruhan. Latihan dengan interval sebanyak 5-15 menit saja selama 2 sampai 3 kali sehari maka dapat membantu untuk mencegah kelelahan yang berkepanjangan. Aktivitas olahraga yang cocok dilakukan seperti berjalan kaki karena merupakan salah satu latihan paling baik untuk meredakan kelelahan. Atau Anda juga bisa melakukan aktivitas olahraga lainnya seperti berenang, yoga, latihan daya tahan, dan bersepeda.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Menjalani Diet Sehat

Diet sehat yang bernutrisi sesuai dengan anjuran pada ahli kesehatan dapat mencakup untuk menemukan keseimbangan antara kalori yang telah dikonsumsi dengan jumlah energi yang digunakan. Konsumsi makanan sehat dalam porsi kecil namun sering yang terdiri dari makanan rendah lemak dan tinggi serat. Bagi penderita penyakit hepatitis dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai makanan yang mencakup seperti buah-buahan, sayuran, atau gandum utuh. Hindari makanan dengan kandungan lemak, sodium, gula yang tinggi.

Bernafas Dengan Benar

Bernafas dengan cara yang salah bisa menyebabkan kelelahan. Ketika mengalami stress atau kelelahan, maka seseorang akan cenderung untuk menahan nafas atau bernafas dengan pendek. Penderita penyakit hepatitis dapat mencoba untuk malakukan latihan pernafasan sekaligus fokus pada aliran udara yang masuk dan keluar dari dalam tubuh.Bernafas dengan cara yang salah bisa menyebabkan kelelahan. Ketika mengalami stress atau kelelahan, maka seseorang akan cenderung untuk menahan nafas atau bernafas dengan pendek. Penderita penyakit hepatitis dapat mencoba untuk malakukan latihan pernafasan sekaligus fokus pada aliran udara yang masuk dan keluar dari dalam tubuh.

Ubah Kebiasaan Untuk Menyimpan Energi

Hal-hal yang kecil dalam kehidupan sehari dapat Anda lakukan mulai dari :

  • Mandi dipagi hari dan sebelum tidur. Duduk ketika sedang berganti pakaian.
  • Bekerja dilingkungan dengan penerangan yang baik serta suhu nyaman dengan ventilasi yang baik.
  • Hindari untuk mengangkat benda-benda yang berat.
  • Hindari perasaan yang tertekan dan terburu-buru, pikiran frustasi dan sifat lekas marah akan meningkatkan kelelahan. Maka dari itu lakukan edngan santai jangan terburu-buru karena akan menuntut energi tambahan dalam menyelesaikannya bahkan dapat beresiko cedera.

Berfikir Positif

Pandangan positif dalam hidup mungkin saja bisa menjadi dukungan yang sangat kuat. Dengan pikiran yang positif maka akan membuat semua hal menjadi tampak sederhana bahkan dapat membantu mengurangi strategi dan juga beban pikiran Anda. Dapat dicoba untuk Anda dalam melakukan hal yang positif dan memiliki pikiran yang positif juga.

| Solusi Terbaik Dalam Mengatasi Kelelahan Akibat Hepatitis

Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati

Seseorang yang memiliki masalah yang cukup serius pada kesehatan seperti kanker hati, maka mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi sangatlah penting. Karena penderita kanker hati biasanya akan mengalami penurunan berat badan, mual, muntah, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan.

Berdasarkan data dari Word Health Organization (WHO), kanker hati merupakan salah satu dari lima penyakit kanker paling umum terjadi pada laki-laki. Maka dari itu makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu dalam proses pemulihan organ hati.

pantangan makanan penderita kanker hati

Berikut beberapa makanan yang harus dihindari bagi penderita kanker hati :

Kurangi Jumlah Garam

Garam merupakan salah satu penambah rasa yang digunakan untuk masakan yang biasa dikonsumsi. Bagi penderita kanker hati dibiasakan untuk tidak mengkonsumsi dahulu garam dengan jumlah yang lebih, bila perlu konsumi makanan yang tidak mengandung garam. Apabila mengkonsumsi makanan dengan asupan garam tinggi maka gejala kanker hati akan bertambah. Hal tersebut karena garam dapat meningkatkan air terakumulasi dalam hati serta dapat menyebabkan peradangan atau pembengkakan.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hindari Makanan Protein Tinggi

Kanker hati yang dapat memengaruhi dalam proses penyerapan protein dalam tubuh. Protein perlu diolah supaya dapat dicerna dan dipecah menjadi nutrisi penting. Tetapi, jika hati mengalami kerusakan, maka prosesnya pun akan terganggu. Makanan yang mengandung protein tinggi akan menumpuk dan bahkan menjadi limbah atau racun dalam hati dan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang lebih lanjut bagi hati sekaligus dapat memperparah gejala. Akan tetapi hal ini bukanlah Anda harus menghindari seluruh sumber protein dalam diet Anda. Sebagai antisipasi maka konsumsilah jumlah makanan yang mengandung protein dengan cukup.

Hindari Makanan Lemak Tinggi

Memang sangat penting untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak secara berlebihan bagi mereka yang memiliki masalah pada organ hati. Karena dapat membuat fungsi hati menjadi semakin berat, yang dimana pada kondisi hati penderita sudah mengalami tekanan kerja yang berat yaitu untuk mengolah makanan dan menghadapi obat-obatan kanker. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging merah, susu, es krim, kue, gorengan, cookies, dan kentang goreng atau keripik.

Hindari Rokok dan Alkohol

Menghindari rokok dan alkohol merupakan salah satu keputusan yang baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya resiko kanker, termasuk kanker payudara, paru-paru, ginjal, usus besar, dan hati akan meningkat dengan seiringnya banyak jumlah alkohol dan sering mengkonsumsinya.

Sekitar 20% terjadi kematian akibat dari kanker yang dipicu oleh rokok. Karena rokok dapat memicu berbagai macam penyakit kanker serta gangguan medis lainnya. Bahkan bagi Anda perokok pasif yang terkena paparan asap rokok juga dapat meningkatkan resiko paru-paru.

| Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati

Waspada Komplikasi Dari Hepatitis C yang Sering Terjadi

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi dalam membantu tubuh untuk mencerna makanan, menghasilkan dan menyimpan gula dalam penggunaan energi, menyimpan vitamin serta nutrisi, hati juga berperan sebagai pembasmi racun yang berbahaya dari tubuh.

Hepatitis C adalah suatu penyakit menular yang dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi hati. Apabila seseorang menderita penyakit hepatitis C, maka harus berhati-hati terjadinya komplikasi supaya bisa mencegah resiko timbulnya penyakit yang lebih buruk. Penyakit hepatitis C yang merupakan kondisi peradangan atau pembengkakan pada organ liver (hati) yang disebabkan oleh adanya penyebaran virus hepatitis C. Virus tersebut akan masuk kedalam organ hati dengan melalui aliran darah yang kemudian akan merusak sistem kerja organ hati serta jaringan sel-sel yang ada disekitar organ hati terinfeksi.

komplikasi serius dari hepatitis c

Lalu apa saja komplikasi dari hepatitis C yang memungkinkan akan terjadi?

Komplikasi Hepatitis C :

1. Sirosis

Pada umumnya komplikasi hepatitis C yaitu terjadinya kerusakan pada organ hati itu sendiri. Kerusakan hati disebut dengan sirosis. Tidak sedikit orang yang berasumsi bahwa pada minuman alkohol merupakan penyebab utama dari sirosis, namun apa saja yang merusak hati selama bertahun-tahun maka dapat menyebabkan pembentukan pada jaringan parut termasuk infeksi dan peradangan akibat dari hepatitis. Berkembangnya kerusakan hati hingga sampai sirosis dapat memakan waktu yang lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Jika tidak diobati, maka sirosis dapat berujung pada gagal hati yang akan berakibat fatal.

Sirosis tidak akan menimbulkan gejala, akan tetapi dengan seiringnya waktu, maka akan mengalami beberapa hal seperti :

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Kelelahan
  • Gatal-gatal
  • Menurunnya berat badan
  • Terjadi perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (penyakit kuning)

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

2. Gagal Hati

Gagal hati terjadi ketika organ hati tidak bisa bekerja lagi dengan benar. Rusaknya hati yang berjalan lama disebut dengan gagal hati kronis atau penyakit hati stadium akhir. Saat sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, maka hati tidak akan mampu lagi berfungsi dengan baik. Tanda yang akan muncul seperti perubahan warna kulit dan mata menjadi menguning, serta terdapat penumpukan cairan dibagian kaki dan perut. Komplikasi hepatitis C ini akan menjadi sangat serius apabila tidak segera diobati sehingga akan menyebabkan timbulnya penyakit lain yang lebih buruk atau akan terjadi kerusakan pada organ lain.

3. Kanker Hati

Komplikasi dari hepatitis C dapat beresiko kanker hati. Penderita hepatitis C akan beresiko terkena kanker hati apabila kerusakannya sudah mencapai tingkat sirosis. Terjadinya kerusakan pada organ hati akibat dari hepatitis C dapat menyebabkan sel-sel berbahaya di hati bereproduksi lebih cepat sehingga akan menyebabkan tumor atau masalah lainnya.

Pencegahan resiko komplikasi hepatitis C

Sebagai bahan pencegahan dan juga pengobatan dari menularnya virus hepatitis C dapat diberikan vaksin penyakit hepatitis C atau imunisasi. Menurut WHO juga mengungkapkan bahwa pada umumnya penyakit hepatitis C dapat ditularkan dengan melalui darah yang telah tercemar virus hepatitis C.

| Waspada Komplikasi Dari Hepatitis C yang Sering Terjadi

Cara Menjaga Kebersihan Diri Untuk Mencegah Hepatitis

Penyakit hepatitis merupakan salah satu penyakit yang cukup tinggi terjadi di Indonesia. Menurut Kementrian kesehatan bahwa kejadian yang cukup luar biasa dan pernah terjadi di Indonesia akibat masyarakat terjangkit hepatitis A dan E.

Ada lima jenis penyakit hepatitis, diantaranya hepatitis A, B, C, D, dan E. Dari masing-masing penyakit tersebut memiliki cara penularan yang berbeda-beda, akan tetapi penyebab utamanya yaitu oleh adanya infeksi virus. Pada penyakit hepatitis B dan C dapat terjadi karena adanya kontak fisik atau kontak cairan pada tubuh. Sedangkan pada penularan hepatitis A dan E dengan melalui suatu makanan, air, ataupun hidup yang kurang bersih. Sementara pada hepatitis D merupakan kelanjutan dari penyakit hepatitis D, yakni virus hepatitis B yang telah terakumulasi lalu akan membentuk virus hepatitis D.

Terdapat berbagai gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit hepatitis yaitu hilangnya nafsu makan, mudah lelah, sakit pada bagian perut, sakit pada bagian sendi-sendi tulang, mual, muntah, mata dan kulit berubah menjadi menguning, dan lainnya. Hampir dari semua penderita hepatitis A dapat disembuhkan dengan dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Akan tetapi berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C yang dikenal sebagai cikal bakal dari penyakit hati yang sudah kronis, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sel-sel hati, kanker hati, atau bahkan kematian.

Lalu bagaimana caranya supaya kita terhindar dari bahaya virus hepatitis?

cara menjaga kebersihan diri terhadap hepatitis

Berikut cara menjaga kebersihan diri untuk mencegah hepatitis :

1. Biasakan untuk mencuci tangan

Kebersihan tangan merupakan salah satu cara paling efektif dalam membantu mencegah penularan infeksi, termasuk virus pada hepatitis. Melakukan cuci tangan dengan air yang mengalir serta menggunakan sabun maka dapat membunuh virus. Apabila kedua hal tersebut tidak tersedia, Anda dapat gunakan tisu basah sebagai alternatif lainnya.

Oleh karena itu biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah mengolah bahan makanan, dan setelah dari kamar mandi. Hal tersebut dapat mencegah Anda serta keluarga terkena penyakit hepatitis, terutama hepatitis A dan E, karena penyakit tersebut dapat menular dari fases (kotoran) pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. Selain itu juga kebersihan tubuh sangat penting dilakukan sehingga resiko terkena penyakit hepatitis akan semakin kecil.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

2. Lakukan vaksinasi

Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B merupakan cara pencegahan paling efektif. Vaksin tersebut dapat dilakukan dalam satu kali vaksin atau vaksin yang berbeda. Tetapi hingga saat ini, pada hepatitis C tidak dapat dicegah dengan melakukan vaksin karena tidak adanya vaksin yang tersedia dalam mencegah penyakit tersebut. Berikut merupakan vaksin yang dapat mencegah hepatitis A dan B :

  • Vaksin hepatitis A (Havrix dan Vata) yang diberikan sebanyak dua kali berturut-turut dengan jeda waktu selama 6 bulan.
  • Vaksin hepatitis B (Recombivac HB, Engerix-B, dan Comvax) merupakan vaksin yang dibuat dari virus tidak aktif serta dapat diberikan sebanyak 3 atau 4 kali dalam waktu 6 bulan.
  • Kombinasi vaksin hepatitis A dan B (twirinx) yaitu vaksin yang diberikan secara membaginya menjadi 3 bagian.

Bagi anak-anak, vaksin yang pertama dapat diberikan saat anak berusia 12 hingga 23 bulan. Sedangkan pada wanita hamil, dapat konsultasikan terlebih dahulu supaya tidak berdampak pada janin yang ada didalam kandungannya. Saat vaksin diberikan pada orang yang menderita hepatitis, maka tubuh akan dirangsang untuk membuat antibodi. Antibodi tersebut yang akan melawan virus hepatitis apabila sewaktu-waktu masuk kedalam tubuh.

3. Hati-hati dalam penggunaan jarum suntik

Peralatan medis seperti jarum suntik yang tidak steril dapat menjadi sarana dalam penyebaran dari hepatitis. Hal tersebut harus diwaspadai terutama oleh tenaga medis yang akan dilakukan kontak langsung dengan penderita hepatitis. Selain itu juga, dalam penggunaan jarum sembarangan seperti jarum yang telah digunakan dalam membuat tatto atau memakai obat-obatan secara bergantian, maka akan menjadi sarana yang paling mudah terkena hepatitis.

4. Melakukan hubungan seksual dengan aman

Penularan dari penyakit hepatitis dapat disebabkan oleh hubungan seksual. Maka sangatlah penting bai Anda untuk mengetahui riwayat penyakit hepatitis Anda. Apabila pasangan Anda memiliki riwayat hepatitis, alangkah baiknya untuk menggunakan alat pengaman.

5. Jangan menyentuh toilet umum

Duduk di toilet umum yang telah terkontaminasi saat memiliki luka terbuka maka dapat membuat Anda malah beresiko terinfeksi virus hepatitis. Apabila Anda memiliki luka yang dapat mengalami kontak dengan dudukan toilet, maka jongkoklah diatas permukaan toilet tersebut atau gunakan tisu untuk memberikan perlindungan yang lebih.

Perlu diingatkan kembali bahan infeksi hepatitis dapat menular dengan melalui fases-oral. Sebagai antisipasi untuk mencegah tertularnya penyakit hepatitis, maka prioritaskan dalam menjaga kebersihan diri dengan baik supaya tidak terinfeksi. Semoga bermanfaat !

| Cara Menjaga Kebersihan Diri Untuk Mencegah Hepatitis