Monthly Archives: November 2017

Dampak Kelebihan Berat Badan Terhadap Kesehatan Hati

Untuk menjaga kesehatan hati, maka terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah menjaga berat badan. Mengapa? Berikut ulasannya.

dampak kelebihan berat badan terhadap hati

Hati adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Hati memiliki peran untuk menetralisir racun dalam tubuh, menyimpan kelebihan cadangan makanan dan juga vitamin, memproduksi protein, metabolisme dengan berbagai jenis bahan makanan dan obat yang masuk kedalam tubuh, serta membentuk cairan empedu. Apabila hati mengalami gangguan, maka terdapat fungsi hati yang akan terganggu sehingga akan berdampak terhadap kesehatan tubuh kita.

Untuk menjaga kesehatan organ hati, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya yaitu menjaga berat badan. Karena kelebihan atau kekurangan berat badan akan berdampak pada kesehatan hati. Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat terbukti menyebabkan perlemakan hati sehingga akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati.

| Artikel terkait :

Perlemakan hati adalah adanya pengumpulan sel lemak yang berlebihan didalam hati, yaitu bisa mencapai lebih dari 5% berat hati. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan hati kronis yang sering terjadi dikalangan masyarakat. Mengonsumsi alkohol dan obesitas merupakan penyebab umum terjadinya perlemakan hati. Dari berbagai penelitian juga membuktikan hubungan dari kelebihan berat badan dan juga perlemakan hati. Hal ini terjadi karena hati yang berfungsi sebagai salah satu tempat menyimpan kelebihan cadangan makanan. Sehingga seseorang yang memiliki berat badan lebih atau mengalami obesitas, maka kadar lemaknya akan disimpan didalam hati sehingga dapat menyebabkan perlemakan hati.

Tetapi, tidak hanya kelebihan berat badan saja yang dapat menyebabkan perlemakan hati, kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan perlemakan hati. Selain itu kekurangan zat protein juga dapat menyebabkan penurunan sintesis suatu protein yang berperan sebagai pengikat dan membawa lemak yang ada pada darah. Akibatnya lemak dalam darah akan menumpuk didalam hati sehingga akan menyebabkan perlemakan hati.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan hati sangatlah penting dengan cara menjaga berat badan supaya tidak terlalu berlebihan atau malah terlalu kurang. Selain itu juga, hindari mengonsumsi minuman alkohol atau obat-obatan yang sudah jelas dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sebaiknya untuk minum suplemen khusus untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk hati. Dengan begitu kita dapat menjaga supaya hati dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

| Dampak Kelebihan Berat Badan Terhadap Kesehatan Hati

Advertisements

Penyakit Hepatomegali yang Wajib Diketahui Sejak Dini

Apa itu hepatomegali?

Hepatomegali adalah pembengkakan pada hati yang diakibatkan oleh terjadinya pembesaran ukuran organ hati yang melebihi ukuran normal. Pada kondisi ini bisa dipicu oleh penyakit hati ataupun diluar hati. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan pada fungsi hati sehingga akan berdampak pada organ tubuh lainnya jika tidak segera ditangani dengan cepat.

Kondisi ini memang jarang terjadi, biasanya terjadi pada pasien dengan usia lanjut. Tetapi penyakit ini juga bisa ditemukan pada anak-anak yang memiliki luka bakar parah, terinfeksi parasit, atau yang lainnya. Hepatomegali ini bisa ditangani untuk mengurangi faktor resiko, serta harus dikonsultasikan pada dokter.

penyakit hepatomegali

Apa yang menyebabkan terjadinya hepatomegali?

Kasus yang paling umum terjadi pemicu hepatomegali yaitu berbagai penyakit dan kondisi sebagai berikut :

  • Metastasis, kanker pada bagian hati yang berasal dari kanker organ lain.
  • Kanker yang berasal dari hati itu sendiri.
  • Hepatitis A, B, C, D, atau E.
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik atau Non-alcoholic fatty liver diaease yaitu adanya gangguan pada proses metabolisme akibat dari pola hidup tertentu.
  • Penyakit hati atau alcoholic liver diaease akibat dari konsumsi minuman alkohol yang berlebih sehingga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak pada hati. Berbagai penyakit yang termasuk kedalam penyakit hati alkoholik yaitu hepatitis alkohol, penyakit perlemakan hati alkoholik, serta sirosis.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Ada juga beberapa kondisi penyakit lain yang menjadi penyakit hepatomegali yaitu adanya infeksi bakteri dan parasit, berbagai penyakit kanker, kelainan genetik, dan berbagai kelainan pada jantung. Pada kondisi kelainan genetik bisa menyebabkan terjadinya penumpukan lemak, protein atau zat lainnya yang terdapat pada organ hati sehingga dapat terjadi pembesaran ukuran hati. Kelainan genetik tersebut seperti penyakit wilson, penyakit penimbunan glikogen, dan hemokromatosis.

Selain itu juga, ada berbagai kelainan jantung yang termasuk faktor resiko hepatomegali antara lain stenosis pada katup jantung dan gagal jantung kongestif. Pada bayi yang baru lahir atau anak-anak, penyakit hepatomegali dapat disebabkan oleh penyakit gaucher, malaria, infeksi virus, galaktosemia, talasemia, anemia sel sabit, serta obat-obatan.

Gejala Hepatomegali

Gejala yang muncul bisa bergantung pada jenis penyakit yang telah menjadi pemicu kondisi tersebut sehingga pemeriksaan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan diagnosis. Ada berbagai gejala yang akan timbul, seperti :

  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Mual
  • Hilangnya nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Kulit berubah menjadi menguning dan bagian putih pada mata (sklera)

Pencegahan Hepatomegali

Melakukan diet sehat dapat mengurangi resiko terkena hepatomegali dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian kedalam menu makanan sehari-hari. Perhatikan juga berat badan ideal dengan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum akan melakukan rangkaian perawatan. Batasi penggunaan obat berbahan kimia secara berlebihan seperti insektisida, terutama pada ruangan yang tidak memiliki sistem ventilasi yang proporsional.

| Penyakit Hepatomegali yang Wajib Diketahui Sejak Dini

Mengenal Vaksin Hepatitis A Untuk Mencegah Kerusakan Hati

Dalam pemberian vaksin hepatitis A bertujuan untuk mencegah adanya virus hepatitis A yang dapat menyebabkan infeksi pada organ hati. Infeksi virus hepatitis A dapat ditandai dengan sejumlah gejala seperti kelelahan, sakit perut, demam, mual, muntah, urine berubah menjadi warna gelap, dan penyakit kuning.

Untuk penyebaran virus hepatitis A (HAV) akan terjadi secara fecal-oral, yang artinya terjadinya perpindahan virus dari bahan yang terkena kontaminasi feses atau tinja pada penderita hepatitis A, ke mulut (oral) orang yang sehat.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus hepatitis A dapat menyebabkan peradangan hati yang bisa mengakibatkan gangguan yang serius dan dapat membahayakan kelangsungan hidup. Maka dari itu, dalam pemberian vaksin hepatitis A sangat diberikan sejak dini karena merupakan hal yang terbaik dalam mencegah kerusakan hati. Pada kebanyakan kasus, penyakit hepatitis A tidak menimbulkan gejala pada anak-anak. Tetapi pada sejumlah gejala baru yang tampak saat anak-anak yang terkena infeksi virus hepatitis A saat beranjak dewasa, dengan tanda sebagai berikut :

  • Sakit perut yang parah dan diare
  • Lelah, mual, muntah, demam, nyeri sendi, dan hilangnya nafsu makan
  • Penyakit kuning yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan juga mata menjadi kuning, berubahnya warna urine menjadi kecoklatan, kemerahan, atau kuning gelap seperti teh, dan buang air besar yang berwarna pucat.

Vaksin hepatitis A dibagi menjadi tiga macam yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan vaksin hepatitis A saja. Pada umumnya di Indonesia yang sering digunakan yaitu vaksin hepatitis A saja, tetapi juga ada vaksin kombinasi hepatitis A dan B.

mengenal vaksin hepatitis a

Lalu siapa saja yang memerlukan vaksin hepatitis A?

  • Anak Balita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mewajibkan dalam pemberian vaksin hepatitis A sebagai imunisasi dasar pada anak-anak setelah berusia 2 tahun sebanyak 2 dosis. Pada dosis pertama akan diberikan setelah anak menginjak usia 2 tahun, kemudian pada dosis kedua diberikan setelah 6 bulan hingga 12 bulan.

  • Orang yang rentan terkena infeksi virus

Beberapa kondisi diharuskan untuk melakukan pemberian vaksin hepatitis A, diantaranya penyakit hati kronis, pengguna obat terlarang baik dengan melalui suntikan atau tidak, serta pria yang berhubungan seksual dengan sesama jenis. Selain itu juga, sebaiknya vaksin hepatitis A diberikan pada mereka yang menderita penyakit yang bisa mempengaruhi pada sistem darah atau kekebalan tubuh.

  • Seseorang yang mengunjungi negara yang beresiko

Ternyata vaksin juga wajib diberikan pada para orang yang bepergian ke negara tertentu dan orang yang beresiko tinggi terkena infeksi virus. Pada dosis pertama dapat diberikan dengan cepat untuk merencanakan perjalanan.

Sebagai perlindungan pada orang dewasa, maka penderita gangguan imunitas atau penyakit hati kronis, bisa diberikan suntikan imunoglobulin. Pada suntukan tersebut bisa dimanfaatkan pada usia anak dibawah satu tahun yang belum bisa memperoleh vaksin hepatitis A.

Vaksin tidak boleh diberikan ketika beberapa keadaan, seperti :

  • Adanya reaksi alergi saat pemberian dosis pertama, maka dosis yang kedua juga tidak perlu diberikan.
  • Pada ibu hamil.
  • Sedang dalam kondisi sakit.

Efek samping yang terjadi setelah pemberian vaksin, maka akan mengalami nyeri dan bengkak pada bagian yang telah disuntikan, kelelahan, demam, sakit kepala, dan mual. Tetapi efek tersebut akan berlangsung hanya beberapa jam saja setelah vaksinasi.

Untuk pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang mudah dalam menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dengan air bersih dan gunakan sabun sebelum melakukan makan atau setelah dari toilet, serta hindari untuk mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya.

Related post :

| Mengenal Vaksin Hepatitis A Untuk Mencegah Kerusakan Hati