Kenali Perbedaan Gejala Tipes dan Hepatitis

Hepatitis adalah salah satu masalah kesehatan umum yang sering terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan tipes adalah salah satu penyakit yang menular bahkan dapat mengancam kesehatan. Dari kedua penyakit ini sama-sama dapat disebabkan oleh kebersihannya yang kurang baik. Lalu apa perbedaan tipes dan hepatitis?

perbedaan gejala tipes dan hepatitis

Hepatitis yang merupakan suatu kondisi peradangan yang terjadi pada sel-sel hati manusia yang dapat disebabkan oleh adanya infeksi seperti virus, bakteri, parasit, dan toksin, seringnya mengonsumsi minuman alkohol, obat-obatan dan penyakit autoimun. Pada penyakit hepatitis ini memiliki beberapa jenis berdasarkan virus yang menyerangnya diantaranya hepatitis A, B, C, dan E.

Masa inkubasi pada seseorang yang menderita penyakit hepatitis membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Pada penyakit hepatitis A memerlukan masa inkubasi rata-rata sekitar 28 hari, hepatitis B 120 hari, sedangkan pada hepatitis C 45 hari. Lalu apa itu tipes?

Menurut CDC, tipes atau yang disebut dengan demam tifoid merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh adanya bakteri Salmonella. Bakteri tersebut akan masuk kedalam tubuh manusia dengan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses. Bakteri tersebut akan menyerang pada bagian usus halus manusia, kemudian akan berkembang biak serta menyebar. Untuk masa inkubasi atau masa timbulnya gejala sejak bakteri masuk kedalam tubuh, penderita penyakit tipes memerlukan waktu kurang lebih 14 hari.

Perbedaan gejala tipes dan hepatitis

Pada umumnya terdapat beberapa gejala yang sama antara tipes dan hepatitis, yaitu pusing, mual, muntah, demam, nafsu makan berkurang, dan nyeri perut. Tetapi ada gejala utama yang dapat membedakan tipes dan hepatitis yakni terjadinya penyakit kuning (jaundice) untuk penderita hepatitis.

Jaundice atau ikterus merupakan suatu kondisi yang dimana jaringan tubuh menjadi kekuningan yang disebabkan oleh menurunnya konsentrasi bilirubin pada cairan ekstraseluler pada seseorang yang menderita hepatitis. Sedangkan pada penyakit tipes tidak akan terjadi gejala seperti ini, tetapi dapat ditemukan seperti bintik-bintik berwarna merah muda area dada. Selain itu, biasanya pada penderita hepatitis akan memiliki gejala demam, sedangkan pada penderita tipes, suhu tubuh akan cenderung meningkat saat menjelang sore hati, dan akan menurun normal kembali pada pagi hari.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Perbedaan penyakit hepatitis dan tipes dari segi penularan penyakit

Penularan pada penyakit tipes dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi Salmonella typhi. Pada makanan atau minuman tersebut terkontaminasi oleh lalat yang sebelumnya menempel pada muntahan ,urine, atau kotoran dari penderita tipes. Makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan manusia, pada sebagian kuman dari makanan tersebut mati oleh pengaruh asam lambung dan pada sebagiannya lagi akan masuk kedalam usus halus.

Kuman akan masuk kedalam kelenjar getah bening, pembuluh darah, bahkan ke seluruh tubuh terutama pada organ hati dan empedu sehingga air seni penderita tipes mengandung bakteri Salmonella yang akan mencemari manusia lainnya.

Penularan hepatitis bermacam-macam berdasarkan pada jenis virusnya. Pada hepatitis A dan E, cara penularannya hampir mirip dengan tipes yaitu pada umumnya terjadi karena pencernaan air minum, makanan yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, kebersihan tubuh yang tidak terjaga, dan sanitasi yang buruk. Sedangkan pada hepatitis B cara penularannya 95% terjadi ketika persalinan (hubungan antara ibu dan anak). Akan tetapi juga dapat terjadi dengan melalui transfusi darah, pisau cukur, jarum suntik yang tercemar, tato, atau transplantasi organ. Sementara pad hepatitis C cara penularannya dapat terjadi dengan melalui darah dan cairan tubuh.

Pengobatan penyakit hepatitis dan tipes

Biasanya pada penyakit tipes akan diberikan obat anti biotik oleh dokter, sedangkan pada penyakit hepatitis tergantung pada jenis penyakit hepatitis yang diderita. Penyakit hepatitis A tidak terdapat pengobatan yang khusus, tetapi hanya diberikan pengobatan pendukung serta dijaga keseimbangan gizinya. Sedangkan untuk pengobatan hepatitis tipe B, C, dan D akan diberikan antiviral khusus dan interferon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s