Monthly Archives: June 2018

Bagaimana Cara Melakukan Diet Detox Untuk Organ Liver?

Hati adalah organ yang bekerja paling keras setelah jantung. Ternyata hati memiliki peran yang berbahaya, yaitu membersihkan darah dari bilirubin, anomia dan racun-racun lainnya. Anda perlu mendetoksifikasi hati secara berkala guna untuk menjaganya supaya bersih dari racun. Sehingga hidup akan menjadi sehat dengan hati yang sehat. Maka dari itu sangat perlu untuk melakukan detox diet untuk liver sangat membantu membersihkan hati secara alami.

bagaimana cara melakukan detox diet untuk liver

Hati yang bekerja setiap waktu untuk mendetoksifikasi darah, menghasilkan empedu untuk mencerna lemak, memecah hormon dan menyimpan vitamin, mineral dan zat besi yang penting. Fungsi utama dari hati yaitu membedakan nutrisi dan zat yang tidak berguna. Tetapi jika hati mengalami penyumbatan dan terbeban dengan racun, maka hati tidak akan berfungsi secara efektif untuk memproses nutrisi dan lemak, sehingga akan mengalami kondisi seperti :

  • Benjol di perut
  • Nyeri atau rasa yang tidak nyaman pada bagian hati (dibawah tulang rusuk bagian atas perut atas)
  • Lemak perut yang berlebih
  • Pengangkatan kandung empedu
  • Sulit untuk mencerna makanan yang berlemak
  • Asam lambung
  • Bercak pada kulit atau liver spots
  • Kepanasan pada tubuh dan keringat berlebih
  • Jerawat atau gagal pada kulit
  • Mengalami kenaikan berat badan dan sulit untuk menurunkan berat badan

Lalu bagaimana cara mendetoksifikasi liver?

Liver detox diet adalah diet sederhana yang mengeliminasi racun dan mengandung bahan-bahan alami tanpa adanya gula tambahan atau makanan olahan. Berikut ini ada beberapa langkah untuk melakukan liver detox diet, diantaranya :

  • Minum air putih

Air putih yang mengandung mineral lami apabila didapatkan dari sumber yang baik, dimana karbon dan juga partikl klorin sudah dihilangkan. Selain itu juga, adanya tambahan sedikit jus pada air untuk meningkatkan zat alkaki dan pembersih. Lemon dan buah sitrus lainnya memiliki kandungan vitamin C dan mineral yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan fungsi tubuh dan proses pembersihan di bagian hati.

  • Makanan yang baik

Konsumsi makanan organik dan segar yang memiliki kandungan magnesium, klorofil, vitamin A dan C serta pada sayuran dan buah-buahan. Dari makanan tersebut akan memberikan nutrisi untuk hati dalam membersihkan dan menghasilkan darah untuk meningkatkan energi pada tubuh.

  • Hindari makanan lemak jahat

Hati yang berfungsi untuk menghasilkan empedu untuk memecah lemak. Maka dari itu, dipastikan untuk memperhatikan jenis lemak yang boleh dan tidak boleh dimakan selama diet. Sebaiknya hindari lemak hewani yang dapat menyebabkan peradangan yang bisa menyumbat arteri dan minyak sayuran seperti pada jagung dan kedelai. Selain itu juga, terdapat banyak pilihan seperti kelapa, almond, hemp, flax, chia, labu, biji bunga matahari, alpukat dan zaitun, yang merupakan sumber terbaik lemak.

  • Hindari minuman alkohol

Telah kita ketahui bahwa alkohol adalah zat yang berbahaya sehingga hati akan menggunakan banyak energi untuk mengeluarkan alkohol dari darah. Pada proses tersebut, tenaga metabolisme akan digunakan, sehingga dapat mengakibatkan pertambahan berat badan, lesu, lelah dan rasa kantuk.

Apabila Anda menyadari bahwa memiliki tanda dari hati yang tidak sehat, yuk mulai untuk liver detox diet supaya memiliki hati yang sehat. Karena hal ini termasuk untuk mengeliminasi makanan yang tinggi gula dan juga lemak, serta racun lainnya.

| Bagaimana Cara Melakukan Diet Detox Untuk Organ Liver?

Artikel terkait :

Advertisements

Benarkah Penderita Penyakit Liver Harus Menghindari Kayu Manis (Cinnamon) ?

Kayu manis atau Cinnamon adalah salah satu rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan hidangan makanan ataupun minuman. Pada rempah-rempah ini biasanya dimanfaatkan sebagai pengganti gula dalam makanan. Tidak hanya itu, kayu manis juga dapat menyimpan manfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, jika dikonsumsi terlalu banyak akan membahayakan pada organ hati (liver) dari salah satu kandungannya.

Benarkah Penderita Penyakit Liver Harus Menghindari Kayu Manis (Cinnamon)

Manfaat Kayu Manis

Kayu manis yang menyimpan berbagai bahan aktif yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan tubuh Anda, salah satunya yaitu flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Sehingga hal ini dapat membantu tubuh dalam melawan kerusakan sel akibat dari radikal bebas. Selain itu juga, cinnamon ini memiliki kandungan minyak esensial yang memberikan aroma serta memiliki sifat anti radang, antivirus dan antibakteri.

Dari kandungan tersebut, maka kayu manis sering dimanfaatkan untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit. Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa cinnamon ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker dan juga penyakit neurodegeneratif.

Tetapi perlu diketahui juga bahwa, mengonsumsi kayu manis bisa membahayakan bagi beberapa orang. Berikut penjelasannya.

Cinnamon memang memiliki banyak manfaat, tetapi pada rempah-rempah tersebut juga memiliki risiko pada kesehatan tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak. Kayu manis yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Selain itu juga, pada minyak kayu manis yang dioleskan ke kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan bahkan iritasi.

| Artikel terkait : Obat Penyakit Liver

Mengonsumsi cinnamon dengan jumlah yang tinggi juga dapat membahayakan seseorang yang mengidap penyakit liver. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kumarin yang ada didalam kayu manis. Kumarin adalah agen antikoagulan yang dapat mempengaruhi pada kemampuan darah untuk menggumpal. Menurut salah satu penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Agriculture and Food Chemistry, bagi orang yang sensitif terhadap kumarin, dengan mengonsumsi cinnamon dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan risikonya mengalami kerusakan pada organ hati (liver). Sehingga mengonsumsi kayu manis dengan jumlah yang banyak sangat tidak disarankan bagi orang yang memiliki gangguan liver.

Ada dua jenis kayu manis yang dapat ditemui, yaitu, kayu manis cassia dan ceylon. Dari kedua jenis kayu manis tersebut mangandung senyawa kumarin namun dengan jumlah yang berbeda. Kayu manis cassia atau yang dikenal sebagai kayu manis biasa ini mengandung kumarin dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan kayu manis ceylon. Tetapi kedua jenis kayu manis tersebut tidak bisa dibedakan jika sudah dalam bentuk bubuk.

Lalu berapa banyak cinnamon untuk dikonsumsi supaya aman?

Biasanya cinnamon yang didapatkan dari makanan atau minuman masih dalam jumlah yang kecil sehingga tidak sampai bisa membahayakan pada kesehatan. Jadi Anda tidak perlu khawatir apabila mengonsumsi kayu manis yang terdapat pada makanan atau minuman. Akan tetapi, Anda juga harus mengetahui berapa banyak kayu manis yang aman untuk dikonsumsi. Disarankan untuk tidak lebih dari 2-4 gram setiap harinya. Hal ini tergantung dari kandungan kumarin dalam cinnamon tersebut.

Pada kayu manis jenis cassia yang mengandung kumarin akan lebih banyak disarankan supaya tidak dikonsumsi lebih dari 2 gram per harinya. Sedangkan pada kayu manis ceylon dapat Anda konsumsi hingga 4 gram per harinya.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Molecular Nutrition & Food Research tahun 2010, asupan kumarin masih dapat ditoleransi oleh tubuh sebesar 0,1 mg per kg berat badan per hari. Jika asupan kumarin lebih maka dapat menyebabkan keracunan hati dan kanker.

| Benarkah Penderita Penyakit Liver Harus Menghindari Kayu Manis (Cinnamon) ?

Baca juga :