Monthly Archives: August 2018

Dampak Kecanduan Minuman Alkohol Pada Organ Hati

Dampak Kecanduan Minuman Alkohol Pada Organ Hati – Banyak orang yang tidak berpikir panjang saat menenggak minuman yang mengandung alkohol. Mungkin saja karena mereka memang menyukai minuman alkohol, atau mungkin saja karena pergaulan yang salah. Atau dengan alasan lainnya ingin menghilangkan stres atau meluapkan peliknya pada suatu masalah dalam hidup. Namun pada kenyataannya, minuman tersebut dianggap dapat menenangkan pikiran, akan tetapi malah akan mengalami banyak bahaya bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan, terutama akan mengganggu pada organ hati.

dampak kecanduan minuman alkohol pada organ hati

Hati adalah organ terbesar yang kedua pada tubuh manusia. Selain itu hati juga merupakan salah satu organ yang sangat penting selain otak. Hati yang berfungsi untuk memproses makanan atau minuman yang kita konsumsi, menyaring zat racun yang beredar pada darah, mengatur metabolisme gula, serta membantu untuk melawan berbagai infeksi. Proses ini akan mengalami gangguan jika terlalu banyak asupan lemak dalam hati. Bahkan pada kondisi yang normal dapat ditemukan dalam hati, tetapi jika jumlah lemak yang banyak dan mencapai sekitar 5-10% maka fungsi hati dapat terganggu.

Selain itu, hati juga merupakan salah satu organ yang dapat memperbaiki dan meregenerasi sel baru jika mengalami kerusakan, namin pada kebiasaan buruk yang terus menerus dan kronis, seperti mengkonsumsi alkohol, maka dapat menyebabkan kemampuan regenerasi hati yang terganggu sehingga akan timbul kerusakan hati yang cukup parah. Perlemakan hati atau juga bisa disebut dengan fatty liver merupakan kondisi yang sering ditemukan, akan tetapi gejala tersebut biasanya baru akan muncul saat penyakit mulai kronis.

Dampak Kecanduan Minuman Alkohol

Berikut ini adalah tahapan terjadinya kerusakan pada hati bagi yang memiliki kecanduan minuman alkohol, meliputi :

Perlemakan Hati

Perlemakan hati bisa dialami oleh orang yang sering mengkonsumsi minuman alkohol dengan jumlah yang banyak, meskipun hanya beberapa hari saja. Dengan mengkonsumsi minuman alkohol maka dapat memicu terjadinya penumpukkan lemak pada organ hati. Pada umumnya kondisi ini tidak akan melakukan pengobatan yang khusus karena kondisi hati akan kembali normal apabila berhenti mengkonsumsi minuman tersebut selama 14 hari. Kondisi ini tidak memiliki gejala, tetapi harus berhati-hati karena kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan hati atau hepatitis.

Hepatitis

Pada tahap selanjutnya, maka akan mengalami hepatitis. Pada kondisi ini dapat terjadi jika masih tetap mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol ketika kondisi hati telah dipenuhi oleh lemak. Sehingga akan menghasilkan kondisi hati yang meradang. Pada kondisi ini juga tidak memiliki gejala apapun. Selain itu, kondisi ini juga bisa sembuh jika menghentikan kebiasaan buruk untuk selama-lamanya. Meskipun tidak membahayakan, tetapi jangan dianggap remeh karena dapat mengancam jiwa. Apabila tidak berhenti mengkonsumsi minuman alkohol, maka akan berkembang bahkan dapat mengakibatkan gagal hati. Mengalami kegagalan fungsi hati dapat menyebabkan pembekuan darah menjadi terganggu, mengalami penyakit kuning, pendarahan dalam usus, bahkan koma.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Sirosis

Untuk tahapan terakhir dari kondisi perlemakan hati adalah sirosis. Sirosis ini terdapat sel-sel hati yang telah rusak dan tidak bisa regenerasi kembali. Jika menghentikan konsumsi minuman alkohol, maka dapat mengembalikan fungsi sel hati yang telah mengalami rusak, namun hanya berfungsi agar kerusakan tidak meluas.

Tanda dan gejala fatty liver yang sudah parah

Dengan seiringnya perjalanan penyakit yang bertambah parah, maka dapat menimbulkan gejala lainnya, yaitu :

  • Pembengkakan pada perut dan kaki
  • Tampak kuning pada mata dan kulit
  • Demam menggigil
  • Gangguan pembekuan darah
  • Penurunan berat badan dan massa otot
  • Muntah darah
  • Koma

Cara Mengobati Perlemakan Hati Alkoholik

Untuk mengobati perlemakan hati alkoholik sebagai terapi utama yaitu berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol, konsumsi nutrisi yang cukup dan istirahat total memang sangat efektif untuk mengurangi gejala. Kemungkinan akan diperlukan jika kerusakan hati sudah sampai pada tahap sirosis dan juga gejala yang tidak membaik dengan puasa alkohol. Baca juga : Definisi Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkohol

Untuk berhenti mengkonsumsi minuman alkohol memang tidaklah mudah, bahkan sekitar 70% penderita kerusakan hati yang disebabkan oleh alkohol adalah seorang pecandu berat. Biasanya gejala Withdrawal atau sakau akan muncul dalam 48 jam pertama setelah berhenti minum alkohol, serta biasanya akan membaik dalam waktu 3 hingga 7 hari. Saat sudah berhenti minum, maka akan dibutuhkan terapi psikolog guna untuk tidak minum alkohol kembali bagi penderita. namun jika masih belum efektif, maka dokter pun akan memberikan beberapa resep obat untuk membantu supaya penderita tidak mengkonsumsi minuman alkohol lagi.

| Dampak Kecanduan Minuman Alkohol Pada Organ Hati

Advertisements