Author Archives: ayuanggraeni76

Bolehkah Penderita Penyakit Hepatitis Minum Kopi?

Hepatitis adalah suatu penyakit yang menyerang pada organ hati yang disebabkan oleh adanya virus. Penyakit hepatitis terdapat 3 golongan yaitu hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C, yang dimana semua jenis penyakit hepatitis tersebut memiliki penularan yang berbeda-beda.

Apakah penderita hepatitis aman minum kopi?

Kopi yang merupakan minuman yang sangat banyak dikenal sebagai minuman pengusir kantuk, penambah semangat, bahkan dikenal dengan rasanya yang nikmat. Bagi para pecinta kopi selain untuk mendapatkan sensasi dengan aroma kopi dan juga rasa yang nikmat, ternyata memiliki dampak positif dan juga dampak negatif bagi penderita penyakit hepatitis, apa saja? Simak informasinya dibawah ini.

bolehkah penderita hepatitis minum kopi

Dampak Negatif dan Dampak Positif Kopi Bagi Penderita Hepatitis

Kopi dapat berpengaruh buruk bagi penderita hepatitis, antara lain :

1. Meningkatkan Konsentrasi Enzim

Mengonsumsi kopi secara berlebihan dalam setiap hari maka akan berbahaya bagi penderita hepatitis, karena dapat meningkatkan konsenstrasi enzim Alarin Aminotransferase pada sel hati sehingga kesehatan hati akan menjadi rusak dan bahkan dapat memicu timbulnya sel kanker pada hati.

2. Dapat Memicu Kanker Hati

Kopi yang dikonsumsi melebihi batas kewajaran seperti lebih dari 3 cangkir dalam perharinya maka dapat mengganggu metabolisme tubuh menjadi tidak seimbang, bahkan dapat memicu tumbuhnya sel kanker dalam jaringan.

3. Fatty Liver

Mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat membuat hati menjadi membengkak dan mengakibatkan kerusakan pada jaringan didalamnya. Kafein yang mampu membuat pertumbuhan sel kanker pada organ hati dapat meningkatkan lebih cepat. Selain itu juga, kafein dapat menjadikan hati menjadi mengerut dan juga mengeras yang kemudian akan mengakibatkan proses sirosis (hepatitis C kronis).

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Itulah dampak negatif mengonsumsi kopi bagi penderita penyakit hepatitis. Dan berikut dampak positif kopi bagi penderita penyakit hepatitis jika dikonsumsi dengan batas yang wajar dan tidak dikonsumsi setiap hari, diantaranya :

1. Mencegah Liver Autoimun

Dengan mengonsumsi kopi kurang dari 3 gelas perhari maka dan dengan takaran gelas ukuran kecil bagi penderita hepatitis baik, karena dapat menurunkan menderita primary Selerosing Cholansitis yaitu penyakit liver autoimun.

2. Minuman Detoksifikasi

Mengonsumsi kopi dengan tidak berlebihan dan tidak dikonsumsi setiap hari, maka dapat menetralkan alkohol dan juga racun yang bisa berakibat menjadi sisa limbah makanan yang dapat melukai jaringan hati sehingga dapat terhindar dari serangan kerusakan hati ataupun penyakit hati.

| Baca juga : Daftar Makanan Sehat dan Alami Untuk Mendetoks Tubuh

3. Memperbaiki Fungsi Enzim Hati

Kopi yang dikonsumsi dengan jumlah yang seimbang maka dapat memperbaiki kinerja enzim hati sehingga fungsi hati akan terjaga kesehatannya dan terhindar dari tumbuhnya sel kanker pada jaringan hati.

Itulah dampak negatif dan dampak positif minum kopi bagi penderita penyakit hepatitis yang perlu Anda ketahui. Bagi Anda yang menderita penyakit hepatitis dan ingin mengonsumsi kopi, sebaiknya untuk membatasinya supaya tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan hati dan kesehatan lainnya.

| Bolehkah Penderita Penyakit Hepatitis Minum Kopi?

Advertisements

Ketahui Sejak Dini Penyakit Hepatitis Autoimun

Apa itu hepatitis autoimun?
Hepatitis Autoimun adalah salah satu penyakit kronis yang dimana sistem imunitas tubuh menyerang pada sel-sel hati. Hal ini menyebabkan hepatitis atau peradangan hati (pembengkakan). Hepatitis autoimun yang merupakan penyakit sangat serius yang dapat berujung Cirrhosis (pengerasan) serta gagal hati jika tidak diobati dengan baik. Meskipun pada penyakit ini tidak menimbulkan penularan, tetapi penyakit hepatitis autoimun tidak dapat dicegah.

hepatitis autoimun

Jenis-jenis Hepatitis Autoimun

1. Hepatitis Autoimun Tipe 1

Jenis ini merupakan salah satu bentuk yang sering terjadi dari penyakit hepatitis autoimun. Hepatitis autoimun tipe 1 dapat menyerang pada semua golongan usia, akan tetapi wanita sangat beresiko lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Biasanya penyakit hepatitis autoimun tipe 1 akan dipengaruhi dengan gangguan sistem imunitas seperti rheumatoid arthritis, tiroiditis, dan colitis ulserativa.

2. Hepatitis Autoimun Tipe 2

Pada jenis ini biasanya sering menyerang pada anak-anak di usia 2-14 tahun. Di beberapa negara tertentu, penyakit hepatitis ini juga menyerang pada orang dewasa, yang dimana pada wanita muda juga lebih beresiko terserang penyakit hepatitis jenis ini. Hepatitis autoimun 2 juga dapat terjadi karena adanya seseorang mengalami gangguan sistem imunitas seperti pada jenis hepatitis autoimun tipe 1.

Penyebab Hepatitis Autoimun

Penyakit hepatitis autoimun terjadi karena sistem imunitas yang menghasilkan antibodi yang menyerang pada organ hati. Kondisi tersebut disebabkan karena antibodi tidak mengenali jaringan dan organnya sendiri. Saat dalam keadaan normal, sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan berbagai mikroorganisme, namun pada penderita hepatitis autoimun ini malah terjadi sebaliknya. Hingga sekarang, para ilmuan masih belum bisa menemukan penyebab utamanya terhadap kondisi kesehatan tersebut.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyakit hepatitis autoimun :

  • Mengalami gangguan pada sistem imun.
  • Faktor genetik.
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri atau virus.
  • Adanya obat-obatan tertentu seperti antibiotik minocucline dan obat untuk mengatasi kolesterol seperti lipitor.
  • Mengonsumsi alkohol dengan jumlah yang berlebihan.

Gejala Hepatitis Autoimun

Penyakit hepatitis autoimun dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Gejala yang paling umum terjadi yaitu kelelahan, namun ada gejala lainnya yaitu :

  • Mual
  • Nyeri sendiri
  • Kulit menguning (penyakit kuning)
  • Urine kuning pekat
  • Feses pucat
  • Terjadinya pembengkakan hati yang menyebabkan perasaan menjadi kurang nyaman.

Penderita yang sudah mengalami penyakit sudah parah akan mengalami gejala seperti cairan pada abdomen (ascites) bahkan kebingungan mental. Selain itu juga mungkin akan mengalami gejala gagal hati atau Cirrhosis.

Untuk Anda yang ingin mengetahui apakah Anda mengalami penyakit ini atau tidak, maka Anda bisa melakukan 2 jenis pemeriksaan yaitu :

  • Melakukan tes darah

Tim medis akan mengambil sampel darah untuk menentukan jenis penyakit hepatitis yang dialami. Selain itu, hasil dari tes tersebut dapat menentukan tipe penyakit hepatitis autoimun.

  • Biopsi hati

Pada jenis ini, tingkat kerusakan pada organ hati bisa dilihat dari hasil biopsi. Kemudian tim medis akan mengambil sampel dari jaringan organ hati dengan menggunakan jarum tipis yang telah dimasukkan kedalam kulit yang menembus organ hati.

Sebagai suatu pencegahan, Anda dapat melakukan pengobatan rumahan untuk mengatasi penyakit hepatitis autoimun tersebut, antara lain :

  1. Rutin melakukan jadwal pemeriksaan supaya mengetahui perkembangannya.
  2. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat merusak organ hati.
  3. Lakukan diet sehat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup untuk merasakan yang lebih baik.

Pada umumnya penyakit hepatitis autoimun ini tidak dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan, namun dengan mengetahui faktor yang menjadi pemicu serta memperparah kondisi, maka diharapkan untuk dapat lebih berhati-hati. Perlu diketahui bahwa penyakit hepatitis autoimun yang parah maka dapat menyebabkan sirosis hati dan gagal hati. Untuk itu segera lakukan pengobatan dengan tepat.

| Ketahui Sejak Dini Penyakit Hepatitis Autoimun

Inilah Tes Fungsi Hati Untuk Mendeteksi Kesehatan Hati

Tes fungsi hati atau yang dikenal dengan liver panel atau liver function tes merupakan sekelompok tes darah yang mengukur enzim atau protein tertentu yang ada didalam darah. Pada umumnya tes fungsi hati digunakan untuk membantu dalam mendeteksi, menilai, serta memantau penyakit ataupun kerusakan pada hati.

Biasanya untuk memantau kondisi hati, tes ini dilakukan dengan cara berkala, atau dilakukan saat memiliki resiko perlukaan pada hati, saat seseorang mengidap penyakit hati atau muncul suatu gejala tertentu seperti ikterus (jaundice). Pada tes ini diperlukan contoh darah yang diambil dari pembuluh balik (vena) yang pada umumnya pada lengan penderita.

tes fungsi hati untuk mendeteksi hati

Hati yang merupakan salah satu organ yang paling besar dalam tubuh manusia, yang berada pada perut (abdomen) bagian atas kanan dan dibalik rusuk-rusuk bagian bawah. Hati akan mendetoksifikasi obat-obatan dan juga unsur yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu juga akan menghasilkan faktor-faktor, protein dan enzim pembekuan darah, menyimpan vitamin dan mineral, serta membantu keseimbangan hormon. Empedu merupakan suatu cairan yang dibentuk oleh hati, kemudian dialirkan melalui saluran pada usus halus untuk membantu dalam mencerna lemak atau ke kandung empedu bertujuan untuk menyimpan dan digunakan untuk keperlukan selanjutnya.

Terdapat berbagai alasan untuk melakukan tes fungsi hati, yaitu untuk membantu kita dalam menggambarkan suatu gambaran yang mungkin terpapar oleh virus hati yang disebut dengan hepatitis. Pada tes ini dapat membantu untuk memonitor progresi penyakit virus ataupun hepatitis alkoholik dan juga mengetahui keberhasilan pada pengobatan yang telah dilakukan. Selain itu juga fungsi ini dapat dipakai untuk mengukur beratnya penyakit serta bisa jadi terjadi Cirrhosis.

Lalu apa saja tes fungsi hati tersebut untuk mendeteksi hati?

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut Tes Fungsi Hati

Biasanya tes darah hati terdiri dari 6 tes terpisah yang dilakukan pada contoh darah tunggal, hal tersebut meliputi :

1. Alanine Aminotransferase (ALT)

Jenis ini merupakan enzim yang tes fungsi hati ditemukan terutama pada dalam sel hati. ALT dapat membantu metabolisme protein dalam kondisi tubuh. Di dalam kondisi yang normal, ALT dalam darah berkadar rendah, sebaliknya jika kadar ALT tinggi maka akan mengindikasikan adanya kerusakan atau gangguan pada hati.

Terlepas dari seberapa banyak kadar ALT dalam darah, maka peradangan atau kematian sel hati hanya dapat dipantau dengan biopsi hati. Meskipun kadar ALT dalam pembuluh darah merupakan pengukuran yang kuantitatif langsung, namun tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis kerusakan hati atau perkembangan suatu penyakit.

2. Aspartate Aminotransferase (AST)

Pada enzim ini berperan sebagai metabolisme alanine. AST yang ditemukan dalam kadar tinggi pada sel-sel hati, jantung, dan otot lainnya. Tetapi apabila AST ditemukan dengan kadar yang tinggi dalam darah, maka hal ini mengindikasikan adanya kerusakan atau adanya penyakit hati.

3. Alkaline Phosphatase (ALP)

ALP yang terdapat pada jaringan tubuh seperti usus, plasenta, ginjal, dan tulang yang diproduksi di bagian saluran empedu dan selaput sinusoidal hati. Apabila saluran empedu tersebut tersumbat maka kadar ALP akan meningkat. Selain itu juga. Apabila terajdi sirosis, sclerosing cholangitis serta kanker hati maka kadar ALP akan meningkat. Selain itu penyakit tulang, gagal jantung kongestif dan hipertiroidisme bisa menyebabkan tingginya kadar ALP yang bahkan tidak tertuga. Peningkatan tersebut disebabkan oleh suatu masalah hati apabila kadar GGT mengalami peningkatan. Normalnya kadar ALP dalam darah yaitu antara 30 hingga 115 IU/L.

4. Bilirubin

Bilirubin merupakan cairan berwarna kuning yang terdapat pada aliran darah dan diproduksi dibagian hati oleh sel-sel darah merah yang mati karena usia. Hati akan menyaring sel-sel darah merah dari aliran darah saat proses modifikasi kimiawi yang disebut dengah konjugasi. Kemudian sel-sel tersebut akan dilepaskan ke bagian empedu, lalu disalurkan dan sebagian akan diserap kembali kedalam usus.

| Baca juga : Obat Penyakit Kuning Alami Untuk Anak dan Dewasa

Kadar bilirubin dapat meningkat karena dari berbagai penyakit termasuk penyakit hati. Apabila mengalami kerusakan maka bilirubin dapat memicu penyakit kuning, yaitu suatu kondisi menguningnya pada mata dan kulit yang disertai dengan urin gelap dan feses berwarna terang. Penyebab meningkatnya kadar bilirubin yaitu :

  • Hepatitis virus
  • Sirosis hati
  • Penyumbatan saluran empedu
  • dan penyakit hati lainnya

5. Albumin

Pemeriksaan pada albumin yaitu bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar albumin yang biasa terjadi pada penyakit hati kronik. Namun penurunan albumin ini dapat disebabkan oleh kekurangan asupan protein.

6. Total Protein (TP)

Total protein yaitu tes darah yang mengukur albumin dan semua protein lainnya yang ada dalam aliran darah, termasuk antibodi yang dapat membantu untuk melawan infeksi. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan atau menurunnya kadar protein yang tidak normal seperti penyakit hati, kanker darah, penyakit ginjal, malnutrisi, atau pembengkakan tubuh yang tidak normal. Kadar protein normal dalam aliran darah yaitu antara 6,5 hingga 8,2 g/dl.

Hasil dari tes fungsi hati bukanlah sebuah media yang diagnostik untuk kondisi yang spesifik, akan tetapi mereka mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan ada suatu masalah pada hati. Seseorang yang tidak memperlihatkan gejala atau tidak teridentifikasi adanya faktor resiko, namun hasil dari tes fungsi hati yang abnormal dapat mengindikasikan adanya gangguan pada hati. Tetapi juga dapat menandakan penyakit hati tahap awal serta diperlukan tes lebih lanjut atau pemantauan secara berkala.

| Inilah Tes Fungsi Hati Untuk Mendeteksi Kesehatan Hati

Cara Menghadapi Insomnia Untuk Penderita Kanker Hati

Insomnia atau susah tidur merupakan suatu kondisi yang pada umumnya dialami oleh penderita penyakit kanker, terutama penderita kanker hati. Pada gangguan ini merupakan reaksi normal terhadap pengobatan serta diagnosis kanker. Saat mengalami insomnia, maka seseorang akan berbaring di tempat tidur, menghabiskan berjam-jam supaya tertidur meskipun tidak peduli seberapa lelahnya aktivitas mereka saat itu.

menghadapi insomnia akibat kanker hati

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa cara dalam menghadapi insomnia bagi penderita kanker hati :

  • Atur tidur lewat makanan

Seseorang yang menderita insomnia sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman kafein dan alkohol selama 4-6 jam, atau untuk tidak mengonsumsi makanan pedas sebelum tidur. selain itu juga, biarkan kamar tidur tetap tenang dan senyaman mungkin.

Baca juga : Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati

  • Mengubah kebiasaan

Pada kebanyakan orang untuk kesulitan tidur ketika sedang menjalani pengobatan kanker hati. Tetapi kondisi tersebut terkadang malah menjadi suatu bumerang bagi kesehatan karena akan membuat kondisi menjadi semakin buruk. Jika tidak merasakan rasa kantuk, alangkah baiknya untuk keluar dari kamar kemudian masuk kembali ketika saatnya akan tidur. Dari langkah inilah maka akan membentuk hubungan antara kamar tidur dan juga perilaku tidur dalam membantu tidur menjadi lebih mudah.

Saran lainnya yaitu dengan menjaga jadwal tidur dan terhindar dari tidur siang. Apabila tidur siang sangat dibutuhkan, maka batasi waktunya hingga 30 menit serta diusahakan untuk tidur sebelum pukul 3 sore.

  • Terapi relaksasi

Pada metode ini meliputi relaksasi pada otot, hipnosis, pelatihan citra, melepaskan beban pikiran, dan biofeedback yang menggunakan peralatan elektronik untuk merekam tampilan aktivitas dalam tubuh dibawah kesadaran, seperti denyut jantung. Beberapa cara tersebut Anda dapat memilih salah satu terapi tersebut dengan melalui latihan pernafasan dalam, meditasi, atau peregangan. Melakukan mandi air hangat atau minum segelas susu hangat juga sangat dianjurkan.

  • Terapi kognitif

Pada terapi ini digunakan untuk mengidentifikasi serta mengubah suatu keyakinan dan juga sikap disfungsional mengenai insomnia dan kegiatan tidur. Akan tetapi hal ini dapat meningkatkan rasa cemas. Terapi kognitif ini dapat membantu dalam menghilangkan ritual tidur yang tidak realistis, memberikan pengetahuan dasar mengenai insomnia, dan mendidik penderita terhadap efek dari insomnia itu sendiri.

Pada umumnya penderita kanker hati kerap mengalami insomnia atau susah tidur. Maka dari itu setiap orang harus memiliki pemahaman yang dasar mengenai kondisi ini, bila perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

| Cara Menghadapi Insomnia Untuk Penderita Kanker Hati

Mengetahui Jenis-jenis Transplantasi Hati dan Prosedurnya

Kegagalan pada fungsi hati atau liver dapat diatasi dengan melakukan transplantasi. Tetapi dalam prosedur dari transplantasi hati tidaklah mudah dan harus melewati beberapa tahapan.

Transplantasi hati adalah prosedur dari tim medis yang digunakan untuk menggantikan hati yang gagal dengan organ hati yang baru dan sehat dari orang lain yang disebut dengan donor. Hati dapat ditransfer dengan cara keseluruhan ataupun sebagian dari orang yang sudah meninggal atau masih hidup.

Pada orang dewasa dengan berat sekitar 1.3 kg, hati merupakan salah satu organ internal tubuh yang terbesar yang terletak pada bagian atas rongga perut sebelah kanan. Fungsi dari hati ini sangatlah penting dalam tubuh, yaitu memproduksi protein, memecah nutrisi dari makanan menjadi energi, memproduksi cairan empedu, membantu tubuh untuk menghalau bakteri, menyimpan vitamin dan mineral, dan menyingkirkan racun yang ada dalam tubuh.

Sebelum mendapatkan transplantasi hati, Anda harus mengetahui apa saja jenis transplantasi hati itu sendiri.Pada semua jenis transplantasi hati harus ada kecocokan yang lengkap antara penderita dan pendonor. Hal ini berarti donor harus sesuai dengan golongan darah, ukuran hati dan jaringan hati.

mengenal transplantasi hati

Berikut jenis-jenis transplantasi hati beserta prosedurnya :

1. Transplantasi Orthotopic

Transplantasi orthotopic merupakan jenis yang paling umum dari transplantasi hati. Jenis ini merupakan transplantasi yang melibatkan seluruh hati yang diambil dari pendonor yang sudah meninggal. Biasanya dari pendonor yang telah setuju untuk menyumbangkan pada organ mereka sebelum kematian atau saat keluarga pendonor yang telah setuju untuk disumbangkan.

Selama proses operasi, maka dokter akan membuat sayatan pada bagian perut untuk mengangkat hati yang gagal. Kemudian organ hati pendonor akan dimasukan ke dalam organ tubuh tersebut dan terhubung ke pembuluh darah serta saluran empedu. Pada sayatan tersebut kemudian akan ditutup dengan melakukan jahitan atau staples bedah. Tabung drainase bisa digunakan untuk mengeringkan pada setiap cairan ekstra.

| Artikek terkait : Obat Hepatitis

2. Transplantasi Donor Hidup

Transplantasi donor hidup artinya pendonor yang merupakan orang yang masih hidup. Donor melakukan operasi pertama yang dimana ahli bedah akan mengangkat baik pada bagian kiri atau kanan (lobus) dari hati mereka. Pada transplantasi lobus kanan biasanya dianjurkan untuk orang dewasa, sedangkan pada lobus kiri digunakan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan lobus kanan lebih besar serta lebih cocok untuk orang dewasa, sementara pada lobus kiri lebih kecil dan cocok bagi anak-anak.

Pada orang yang menerima donor akan dibuka dan organ hati yang sakit akan diangkat. Bagian dari hati akan diambil dari donor dan diganti untuk membuat koneksi dengan pembuluh darah serta saluran empedu seperti transplantasi orthotopic. Setelah dilakukan transplantasi, lobus yang telah ditransplantasikan akan meregenerasi sendiri. Bahkan pada donor bagian hati yang diangkat akan tumbuh kembali. Dalam penerima lobus baru biasanya akan tumbuh hingga 85% dari ukuran hati asli dalam jangka waktu satu minggu.

3. Transplantasi Hati Jenis Split

Pada jenis transplantasi ini donasi perpecahan akan melibatkan transplantasi hati dari seseorang yang telah meninggal pada dua penerima. Hal ini kemungkinan jika penerima yang berikutnya adalah orang dewasa dan seorang anak. Hati yang disumbangkan maka akan dibagi menjadi lobus kiri dan kanan. Biasanya orang dewasa akan menerima lobus kanan lebih besar dibandingkan dengan anak yang akan menerima lobus kiri lebih kecil.

Seperti pada transplantasi donor hidup maka transplantasi hati akan tumbuh kembali pada ukuran aslinya dengan regenerasi. Maka dari itu pada metode ini menguntungkan dua orang pada satu waktu.

4. Transplantasi Hati Auxiliary

Jenis transplantasi ini merupakan jenis yang jarang dilakukan. Hal ini terjadi saat hati penerima tidak sepenuhnya diangkat. Ini ketika seseorang mampu menyelamatkan sebagian dari hati. Transplantasi hati dengan tambahan cocok untuk keturunan atau penyakit hati metabolik yang dapat menyebabkan gagal hati akut.

Setelah kita mengetahui jenis-jenis transplantasi hati maka akan dapat membantu Anda dan juga dokter untuk memutuskan jenis apa yang cocok untuk Anda. Pada keputusan Anda juga tergantung dari kondisi hati yang sehat serta kondisi fisik.

| Mengetahui Jenis-jenis Transplantasi Hati dan Prosedurnya

Solusi Terbaik Dalam Mengatasi Kelelahan Akibat Hepatitis

Menderita penyakit hepatitis dapat menyebabkan kelelahan yang cukup ekstrem atau kurangnya energi sulit untuk membaik. Pada artikel ini, kami akan memberikan solusi dalam mengatasi kelelahan akibat dari penyakit hepatitis. Sehingga Anda masih tetap bisa melakukan aktivitas harian Anda. Tidak ada salahnya juga untuk mencoba menerapkan metode ini dalam dalam rutinitas Anda.

solusi dalam mengatasi kelelahan akibat hepatitis

Berikut solusi dalam mengatasi kelelahan akibat hepatitis :

Tidak sedikitnya orang menderita penyakit hepatitis dan akan merasakan kelelahan. Cara dalam mengatasi hal tersebut cukup dengan mengubah kebiasaan dan mencoba hal-hal yang baru dalam setiap harinya, sehingga Anda akan merasakan hal yang baik dan kesehatan Anda juga semakin membaik.

Olahraga

Melakukan olahraga secara teratur merupakan salah satu strategi yang baik dalam mengatasi kelelahan akibat dari penyakit hepatitis. Seseorang yang berolahraga secara teratur tidak akan mengalami kelelahan yang parah, karena pada kekuatan pada tubuhnya meningkat serta akan merasa lebih baik secara keseluruhan. Latihan dengan interval sebanyak 5-15 menit saja selama 2 sampai 3 kali sehari maka dapat membantu untuk mencegah kelelahan yang berkepanjangan. Aktivitas olahraga yang cocok dilakukan seperti berjalan kaki karena merupakan salah satu latihan paling baik untuk meredakan kelelahan. Atau Anda juga bisa melakukan aktivitas olahraga lainnya seperti berenang, yoga, latihan daya tahan, dan bersepeda.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Menjalani Diet Sehat

Diet sehat yang bernutrisi sesuai dengan anjuran pada ahli kesehatan dapat mencakup untuk menemukan keseimbangan antara kalori yang telah dikonsumsi dengan jumlah energi yang digunakan. Konsumsi makanan sehat dalam porsi kecil namun sering yang terdiri dari makanan rendah lemak dan tinggi serat. Bagi penderita penyakit hepatitis dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai makanan yang mencakup seperti buah-buahan, sayuran, atau gandum utuh. Hindari makanan dengan kandungan lemak, sodium, gula yang tinggi.

Bernafas Dengan Benar

Bernafas dengan cara yang salah bisa menyebabkan kelelahan. Ketika mengalami stress atau kelelahan, maka seseorang akan cenderung untuk menahan nafas atau bernafas dengan pendek. Penderita penyakit hepatitis dapat mencoba untuk malakukan latihan pernafasan sekaligus fokus pada aliran udara yang masuk dan keluar dari dalam tubuh.Bernafas dengan cara yang salah bisa menyebabkan kelelahan. Ketika mengalami stress atau kelelahan, maka seseorang akan cenderung untuk menahan nafas atau bernafas dengan pendek. Penderita penyakit hepatitis dapat mencoba untuk malakukan latihan pernafasan sekaligus fokus pada aliran udara yang masuk dan keluar dari dalam tubuh.

Ubah Kebiasaan Untuk Menyimpan Energi

Hal-hal yang kecil dalam kehidupan sehari dapat Anda lakukan mulai dari :

  • Mandi dipagi hari dan sebelum tidur. Duduk ketika sedang berganti pakaian.
  • Bekerja dilingkungan dengan penerangan yang baik serta suhu nyaman dengan ventilasi yang baik.
  • Hindari untuk mengangkat benda-benda yang berat.
  • Hindari perasaan yang tertekan dan terburu-buru, pikiran frustasi dan sifat lekas marah akan meningkatkan kelelahan. Maka dari itu lakukan edngan santai jangan terburu-buru karena akan menuntut energi tambahan dalam menyelesaikannya bahkan dapat beresiko cedera.

Berfikir Positif

Pandangan positif dalam hidup mungkin saja bisa menjadi dukungan yang sangat kuat. Dengan pikiran yang positif maka akan membuat semua hal menjadi tampak sederhana bahkan dapat membantu mengurangi strategi dan juga beban pikiran Anda. Dapat dicoba untuk Anda dalam melakukan hal yang positif dan memiliki pikiran yang positif juga.

| Solusi Terbaik Dalam Mengatasi Kelelahan Akibat Hepatitis

Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati

Seseorang yang memiliki masalah yang cukup serius pada kesehatan seperti kanker hati, maka mengkonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi sangatlah penting. Karena penderita kanker hati biasanya akan mengalami penurunan berat badan, mual, muntah, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan.

Berdasarkan data dari Word Health Organization (WHO), kanker hati merupakan salah satu dari lima penyakit kanker paling umum terjadi pada laki-laki. Maka dari itu makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu dalam proses pemulihan organ hati.

pantangan makanan penderita kanker hati

Berikut beberapa makanan yang harus dihindari bagi penderita kanker hati :

Kurangi Jumlah Garam

Garam merupakan salah satu penambah rasa yang digunakan untuk masakan yang biasa dikonsumsi. Bagi penderita kanker hati dibiasakan untuk tidak mengkonsumsi dahulu garam dengan jumlah yang lebih, bila perlu konsumi makanan yang tidak mengandung garam. Apabila mengkonsumsi makanan dengan asupan garam tinggi maka gejala kanker hati akan bertambah. Hal tersebut karena garam dapat meningkatkan air terakumulasi dalam hati serta dapat menyebabkan peradangan atau pembengkakan.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hindari Makanan Protein Tinggi

Kanker hati yang dapat memengaruhi dalam proses penyerapan protein dalam tubuh. Protein perlu diolah supaya dapat dicerna dan dipecah menjadi nutrisi penting. Tetapi, jika hati mengalami kerusakan, maka prosesnya pun akan terganggu. Makanan yang mengandung protein tinggi akan menumpuk dan bahkan menjadi limbah atau racun dalam hati dan tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang lebih lanjut bagi hati sekaligus dapat memperparah gejala. Akan tetapi hal ini bukanlah Anda harus menghindari seluruh sumber protein dalam diet Anda. Sebagai antisipasi maka konsumsilah jumlah makanan yang mengandung protein dengan cukup.

Hindari Makanan Lemak Tinggi

Memang sangat penting untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berlemak secara berlebihan bagi mereka yang memiliki masalah pada organ hati. Karena dapat membuat fungsi hati menjadi semakin berat, yang dimana pada kondisi hati penderita sudah mengalami tekanan kerja yang berat yaitu untuk mengolah makanan dan menghadapi obat-obatan kanker. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging merah, susu, es krim, kue, gorengan, cookies, dan kentang goreng atau keripik.

Hindari Rokok dan Alkohol

Menghindari rokok dan alkohol merupakan salah satu keputusan yang baik untuk kesehatan tubuh. Pasalnya resiko kanker, termasuk kanker payudara, paru-paru, ginjal, usus besar, dan hati akan meningkat dengan seiringnya banyak jumlah alkohol dan sering mengkonsumsinya.

Sekitar 20% terjadi kematian akibat dari kanker yang dipicu oleh rokok. Karena rokok dapat memicu berbagai macam penyakit kanker serta gangguan medis lainnya. Bahkan bagi Anda perokok pasif yang terkena paparan asap rokok juga dapat meningkatkan resiko paru-paru.

| Makanan yang Harus Dihindari Bagi Penderita Kanker Hati