Category Archives: info kesehatan

Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Semakin lama penyakit diabetes menjadi penyakit umum. Meskipun kebiasaan gaya hidup yang sehat dapat membantu untuk mencegah diabetes, namun melakukan pola makan yang buruk juga bukan menjadi penyebab dari adanya diabetes.

Virus hepatitis C juga sering dikaitkan dengan penyakit diabetes, dan pada beberapa orang bahkan dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis C merupakan suatu infeksi virus C yang terjadi pada organ hati sehingga menyebabkan hati menjadi bengkak akibat dari peradangan sel-sel hati. Pada keadaan ini maka akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Virus dari hepatitis C ini dapat ditularkan dengan melalui darah, dan dianggap lebih berbahaya karena tidak ada vaksin untuk virus ini. Hepatitis C akan mencegah hati dengan melakukan fungsi normalnya, termasuk untuk mencerna makanan, mencegah infeksi, menyimpan nutrisi dan energi, dan membersihkan zat kimia dari aliran darah.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

komplikasi dabetes terhadap hepatitis

Selain mengganggu pada fungsi hati, ternyata hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit terjadi dalam waktu yang lama). Dan hal ini terjadi akibat dari salah satu gangguan fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, yang dimana hati tidak akan mampu untuk menyimpan kelebihan glukosa yang ada didalam darah sehingga kadar gula akan meningkat (hiperglikemia).

Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C, dan hal ini terjadi karena kadar gula yang sangat tinggi serta tidak terkontrol dalam waktu yang lama dan menyebabkan hati menjadi harus bekerja lebih keras sampai terjadi meradang. Menurut salah satu studi the American Diabetes Assocation (ADA), terdapat sekitar 80% penderita diabetes telah mengalami penumpukkan glukosa yang berlebih pada hati sehingga menyebabkan hati menjadi lebih sulit untuk melawan berbagai macam infeksi termasuk pada infeksi virus hepatitis C.

Komplikasi

Apabila menderita diabetes dan juga hepatitis C maka juga akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain seperti sirosis hati (dapat menyebabkan meningkatnya kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes), serta gagal pada hati yang berakibat fatal. Meskipun tidak semua pada penderita hepatitis C mengalami diabetes ataupun sebaliknya, namun akan tetap beresiko lebih tinggi. Maka dari itu penderita sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga akan dapat mendeteksi pada gangguan dan mendapatkan pengobatan cepat.

Insulin dan Pengobatan Virus Hepatitis C

Sangat penting untuk menggunakan insulin seperti yang telah direkomendasikan oleh dokter apabila memiliki penyakit diabetes. Namun jika Anda mengalami penyakit hepatitis C, maka dalam penggunaan insulin akan menjadi rumit dan harus dipertimbangkan kembali. Karena insulin dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme hati serta menurunkan kemampuan organ hati dalam melawan berbagai macam infeksi.

Tindakan Pencegahan Virus Hepatitis Akibat Diabetes

Berikut beberapa tindakan dalam pencegahan yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya hepatitis serta tejadinya kerusakan pada organ hati, antara lain :

– Pastikan untuk mengurangi berat badan apabila memiliki masalah pada kelebihan berat badan Anda.

– Tidak terlalu dekat dengan penderita hepatitis karena penyakit hepatitis tergolong penyakit menular dan pada penderita diabetes akan lebih mudah tertular dengan penyakit tersebut.

– Mencegah penyakit hepatitis dengan cara meningkatkan antibodi, serta mendapatkan vaksinasi hepatitis untuk meningkatkan antibodi.

Baca juga : Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apabila Anda menjalankan semua tindakan pencegahan secara disiplin, maka Anda juga akan terbebas dari masalah kerusakan organ hati serta hepatitis akibat dari diabetes tesebut.

| Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Hepatitis B adalah sebuah penyakit yang ditularkan dengan melalui virus yang masuk pada cairan tubuh secara langsung. Penyakit hepatitis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyerang pada bagian hati secara langsung sehingga akan membuat penderita mengalami gangguan pada organ hati yang sangat serius. Penyakit ini dapat terjadi pada ibu hamil dan sangat berbahaya pada janin yang ada pada kandungannya.

Pada umumnya ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B dengan melalui beberapa perantara seperti cairan vagina, air mani, dan tes darah yang tidak steril pada jarum suntiknya. Pada sistem kekebalan tubuh pun akan semakin lemah karena adanya virus yang aktif didalam tubuhnya. Biasanya pada beberapa orang dewasa akan sembuh dari penyakit hepatitis B ini secara alami karena kekebalan tubuhnya, namun penyakit hepatitis B ini bisa lebih berat apabila terjadi pada ibu hamil. Lalu bagaimana kondisi awal pada ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B?

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa gejala atau ciri-ciri hepatitis B pada ibu hamil :

ciri-ciri hepatitis pada ibu hamil

1. Flu Saat Hamil

Awal saat virus menyerang tubuh pada ibu hamil dapat menyebabkan gejala ringan seperti flu. Namun jika flu parah saat sedang hamil maka akan merasakan sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, dan masalah flu lainnya.

2. Tubuh Terasa Sakit

Virus yang menyerang pada tubuh akan menyebabkan kondisi menjadi tidak nyaman pada ibu hamil. Tidak hanya pada bagian tulang dan sendi saja, namun pada semua bagian tubuh akan merasakan sakit. Pada saat inilah virus sedang berkembang dan berusaja merusak fungsi organ hati. Ketika dalam beberapa bagian tubuh disentuh maka akan terasa lebih sakit dibandingkan dengan biasanya. Apabila ibu hamil bekerja sambil berdiri maupun duduk dengan dalam jangka waktu yang lama maka kondisi kelelahan akan menjadi semakin buruk, termasuk pada bagian kaki bengkak pada ibu hamil.

3. Ibu Hamil Cepat Lelah

Infeksi virus dapat menyebabkan kondisi hati akan melemah. Dari semua sistem yang melibatkan organ hati tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan hati juga tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga akan banyak racun didalam tubuh.

4. Nafsu Makan Menurun

Gejala dari hepatitis B pada ibu hamil akan menyebabkan nafsu makannya berkurang, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh terjadinya morning sickness meskipun kondisinya bisa memburuk. Hati bekerja sangat penting untuk mengahasilkan enzim yang dapat membantu dalam penyerapan nutrisi didalam tubuh. Saat muncul infeksi pada bagian hati maka ibu hamil tidak akan bisa menerima makanan dengan baik, sehingga pengolahan nutrisi akan menjadi gangguan dan ibu hamil pun tidak akan merasa lapar.

5. Morning Sickness Parah

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan morning sickness yang parah. Biasanya ibu hamil mengalami kondisi tersebut saat masuk pada trimester pertama. Hal ini berlainan apabila sang ibu masih mengalami morning sickness pada trimester selanjutnya maka akan menderita hepatitis B, sehingga tubuh ibu hamil akan menjadi lebih lemah.

6. Kulit dan Putih Mata Menguning

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan bagian putih mata dan kulit menjadi menguning. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa yang memang sudah terkena infeksi. Tetapi gejala tersebut muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah terkena infeksi virus hepatitis B. Pada perubahan warna putih mata dan kulit yang menguning disebabkan oleh adanya akumulasi kadar bilirubin didalam tubuh ibu hamil, Hati yang berfungsi untuk mengatur kadar bilirubin, apabila bermasalah maka kadar bilirubin akan menjadi tinggi dan zat dapat menumpuk didalam hati.

7. Gangguan Pencernaan

Hati juga berperan penting untuk sistem pencernaan. Saat gangguan pada hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak akan bekerja dengan baik. Pada beberapa gangguan pencernaan dapat terjadi seperti sakit perut, mual terus menerus, muntah, dan diare. Semua gejala tersebut sangat berat karena ibu hamil juga mengalami morning sickness. Ketika gangguan pencernaan terjadi maka ibu hamil juga harus mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Karena jika terjadi diare maka akan menyebabkan gangguan pada sangat berat karena sang ibu tidak menerima makanan dengan baik.

Resiko ibu hamil terkena hepatitis B

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil dapat mempengaruhi pada kondisi kesehatan ibu dan juga janin. Saat semua gejala hepatitis muncul maka pemeriksaan sangat perlu dilakukan lebih cepat. Berikut terdapat dampak hepatitis B bagi janin :

  • Beresiko tinggi lahir secara prematur.
  • Bayi lahir dengan kondisi yang kurang sehat termasuk berat badan yang rendah serta bayi kuning.
  • Sang ibu dan bayi akan mengalami diabetes gestasional.
  • Ibu akan mengalami pendarahan yang berat selama masa kehamilan, bahkan sebelum pada persalinan.
  • Bayi akan memiliki resiko terkena hepatitis B sehingga harus menerima vaksin setelah proses kelahiran.

| Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Pada dasarnya penyakit hepatitis dapat menyerang pada siapa saja, dan tidak dibatasi oleh usia serta jenis kelamin. Tetapi apakah penyakit hepatitis dapat menyerang pada ibu hamil? Jika iya bagaimana gejala serta prosentasi hepatitis pada kehamilan?

waspada hepatitis pada bumil

Harus diwaspadai bahwa ikterus atau gejala kuning bisa terjadi akibat hepatitis virus. Pada wanita hamil cenderung lebih mudah terkena hepatitis virus karena pada persoalan sanitasi dan nutrisi yang buruk. Hal tersebut bisa dimengerti karena menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit hepatitis virus yaitu karena lingkungan yang buruk dan kurangnya asupan nutrisi. Pada sebuah penelitian telah ditemukan bahwa 9,5% hepatitis virus terjadi pada usia trimester pertama, 32% trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Pengaruh Hepatitis Pada Masa Kehamilan

Pada wanita hamil usia trimester I atau paling lambat permulaan trimester kedua yang dikatakan sedikit beruntung karena gejala disebabkan tidak terlalu berat. Tetapi gejala yang masih ringan, penderita hepatitis ini harus melakukan pemeriksaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyakit hepatitis ini sangat berbahaya apabila telah menyerang pada wanita hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau akan memasuki masa kelahiran. Dan pada umumnya dapat menunjukan gejala fulminant.

Menurut pada praktisi kesehatan banyak menyimpulkan bahwa berat atau ringannya gejala hepatitis virus pada masa kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil tersebut. Apabila ibu hamil tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kekurangan protein, maka infeksi virus akan memberikan gejala yang cukup berat.

Hepatitis virus juga tidak hanya mengganggu pada wanita hamil saja, namun juga dapat mempengaruhi pada kondisi sang janin, baik saat masih ada didalam kandungan ataupun saat sudah dilahirkan. Dan penularannya dengan melewati plasenta, ASI, terjadi kontak langsung antara ibu dengan anak, dan ketika bayi telah terkontiminasi dengan darah atau tinja saat proses persalinan.

Pencegahan Hepatitis Pada Kehamilan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar terjadinya hepatitis virus pada masa kehamilan yaitu dengan cara :

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg pada wanita hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis.

– Dapat memastikan kecukupan gizi pada wanita hamil, terutama pada mencukupi kebutuhan proteinnya.

– Pada proses kehamilan berikutnya, alangkah baiknya berikan jarak minimal 6 bulan setelah terjadinya persalinan pertama.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan supaya penyakit hepatitis virus pada kehamilan bisa diminimalisir. Dalam upaya pencegahan lainnya juga sangat perlu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, karena virus akan mudah berkembang pada tempat yang tidak bersih.

| Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apa manfaat dari vaksinasi Hepatitis B?

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis yang wajib diberikan pada bayi baru lahir. Pada orang dewasa pun dapat menghindari dari infeksi berbahaya tersebut dengan vaksinasi tersebut. Dalam pemberian vaksin hepatitis B yang dimaksud yaitu untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi yang dimaksudkan juga untuk mencegah berbagai akibat yang bisa ditimbulkan oleh infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

manfaat vaksin hepatitis B

Hepatitis B yang merupakan penyebab utama dari penyakit kronis, yang kemudian menjadi sirosis serta kanker hati. Hal ini yang menjadikan penyakit hepatitis B menjadi masalah termasuk di Negara Indonesia. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan dengan vaksin yag lain, selain dari pemberian tunggal. vaksinasi ini juga dapat melindungi infeksi hepatitis B dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Imunisasi vaksin penyakit hepatitis B ini merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Pada kandungan vaksin tersebut yaitu HBsAg dalam bentuk cair. Dengan frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Pada waktu imunisasi ini diberikan dengan melalui intramuskular.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Sangatlah banyak dalam pemberian vaksin hepatitis B pada penderita ataupun orang yang sehat, karena dalam proses penularannya yang cepat serta gejala yang muncul ketika sudah mencapai kondisi yang kronik. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada siapa saja. Berikut manfaat vaksin hepatitis B :

1. Sangat diperlukan bagi seseorang yang telah memiliki pasangan tersuspect virus hepatitis B. Pada kondisi tersebut maka penularan akan sangat rentan melalui hubungan seksual. Jadi apabila salah satu pasangan terkena hepatitis B, maka harus seger melakukan vaksinasi supaya tidak menular.

2. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit hati kronik dan ginjal.

3. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan penyakit hati akut dan ginjal sehingga sangat bermanfaat apabila dilakukan.

4. Pemberian vaksin dapat dirasakan oleh staf medis atau orang yang bekerja dirumah sakit karena profesi yang berhubungan dengan darah serta pasien yang memiliki penyakit berbagai penyakit, bahkan dengan peralatan medis yang kurang steril.

5. Bagi pengguna narkoba yang memasuki jarum suntik, pemberian vaksin hepatitis B sangatlah bermanfaat. Karena salah satu faktor penularan hepatitis pemakai obat-obatan terlarang berasal dari jarum suntik.

6. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk penderita HIV karena virus tersebut sering tertular dengan melalui jarum suntik atau kontak langsung dengan penderitanya. Banyak penderita HIV yang memiliki penyakit tambahan pada tubuhnya sehingga tidak menutup kemungkinan juga menderita penyakit hepatitis B.

Dosis Vaksinasi

Vaksinasi hepatitis B yang terdiri dari bahan yang aman dan tidak akan menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini sangat efektif untuk semua kalangan usia, dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali dalam periode 6 bulan. Pada umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Untuk dosis yang pertama pada saat bayi dilahirkan, dosis kedua bayi saat usia 1-2 bulan, dan dosis ketiga usia 6-18 bulan. Ada juga pada sebagian bayi yang mendapatkan 4 dosis apabila menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Sedangkan bagi vaksinasi pada orang dewasa terbagi kedalam tiga dosis, yaitu dosis pertama dan kedua dengan adanya jeda waktu empat minggu, kemudian disusul oleh dosis terakhir pada lima bulan kemudian. Akan terjadi beberapa reaksi ringan setelah pemberian vaksinasi, seprti rasa nyeri saat disentuh dan demam.

Cara Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B termasuk pada lima jenis imunisasi dasar yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Untuk bayi dan anak-anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Sedangkan vaksinasi pada orang dewasa dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dengan biaya ditanggung sendiri.

| Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Banyak yang mengira bahwa penyakit hepatitis merupakan penyakit hati yang sama, namun paa setiap jenisnya berbeda bahkan memiliki daya tular dan daya pengobatan yang berbeda juga. Hepatitis yang kadarnya ringan seperti pada hepatitis A, dan yang terberat yaitu pada hepatitis C. Dan di Indonesia terdapat tiga jenis hepatitis yaitu A, B, dan C yang penyebabnya oleh virus. Lalu apa perbedaan dari penyakit hepatitis ini?

Hepatitis adalah suatu peradangan pada organ hati yang biasanya disebabkan oleh virus. Hepatitis yang banyak terjadi di negara kita yaitu Indonesia disebabkan oleh virus hepatitis A, B, dan C.

Hepatitis A, B, dan C yang sama-sama disebabkan oleh virus, yaitu Hepatitis Virus tipe A (HVA), Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan Hepatitis Virus tipe C (HVC). Tetapi dari ketiga virus menular tersebut ada dalam media yang berbeda.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut perbedaan antara Hepatitis A, B, dan C.

ketahui hepatitis a, b, dan c

Hepatitis A

Penularan virus Hepatitis A atau HVA dengan melalui facial oral, yaitu virus yang ditemukan pada tinja. Virus ini juga sangat mudah menular melalui suatu makanan atau minuman yang telah terkontiminasi, atau juga tidak jarang melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A yang terjadi biasanya tidak muncul hingga Anda memiliki virus selama beberapa minggu, karena hepatitis terkait dengan pola hidup yang bersih. Banyak kasus infeksi Hepatitis A tidak pernah berkembang sampai separah seperti Hepatitis B dan C sehingga tidak akan menyebabkan kanker hati. Tetapi hepatitis A juga harus melakukan pengobatan supaya mengurangi produktivitas.

Berikut tanda dan gejala yang dialami oleh penderita Hepatitis A :

– Mual dan muntah.
– Kelelahan.
– Hilangnya nafsu makanan.
– Demam.
– Nyeri perut dan tidak nyaman, terutama pada daerah hati (sisi kanan bawah tulang rusuk).
– Nyeri otot.
– Mata dan kulit menguning (jaudince).
– Urine berwarna gelap.

Pola hidup sehat mengurangi potensi Hepatitis A, sehingga akan lebih sulit untuk berkembang separah jenis hepatitis lainnya yang memicu kanker hati. Apabila terinfeksi hepatitis A, alangkah baiknya untuk segera melakukan perawatan.

Hepatitis B

Hepatitis Virus tipe B (HVB) yang dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia yaitu kontak seksual, penularan dari ibu pada janin didalam kandungan, dan melalui transfusi darah atau suntikan yang telah tercemar virus Hepatitis V, seperti pada pengguna narkoba suntik, pengguna alat kesehatan (jarum, gunting, pisau) yang tidak disterilkan dengan sempurna.

Berbeda dengan Hepatitis A, pada virus Hepatitis B yang terjadi pada sebagian orang dapat menyebabkan Hepatitis B Kronis, yang akan menyebabkan gagal hati, kanker hati, atau sirosis yaitu suatu kondisi kerusakan hati yang bersifat permanen.

Gejala yang terjadi pada Hepatitis B seperti :

– Sakit perut, nyeri sendi.
– Hilangnya nafsu makan.
– Kelelahan dan kelemahan.
– Urine berwarna gelap.
– Demam.
– Kulit dan bagian putih mata akan menguning (jaudince).
– Mual dan muntah.

Pada kebanyakan orang yang mengalami Hepatitis B saat dewasa akan sepenuhnya sembuh. Tetapi jika heptitis B pada bayi atau anak-anak akan jauh untuk mengembangkan infeksi Hepatitis B Kronis. Pada penyakit Hepatitis B membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatanny. Apabila tidak terobati maka akan berkembang menjadi sirosis bahkan kanker hati.

Hepatitis C

Hepatitis C yang memiliki tingkah keparahan paling tinggi dibandingkan dengan hepatitis A dan B. Namun penularannya sama dengan Hepatitis B dengan melalui darah yang berasal dari transfusi arah atau produk darah yang belum diskrining (pemeriksaan).

Infeksi pada virus hepatitis C disebut sebagai infeksi yang terselubung karena pada infeksi ini seringkali tidak memiliki gejala sehingga akan sering terlewatkan. Pada kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi hingga kerusakan hati akan muncu; atau melalui tes medis dengan rutin.

Jika pun mengalami gejala, biasanya Hepatitis C hanya mengalami flu seperti :

– Demam.
– Kelelahan.
– Mual atau nafsu makan yang buruk.
– Nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri daerah hati.

Virus hepatitis C merupakan virus yang secara genetik memiliki angkat mutasi tinggi sehingga kemungkinan generasi virus akan beraneka ragam. Dan akibatnya masih belum ada vaksin yang sudah berhasil dibuat untuk mencegah hepatitis C.

Berdasarkan perbedaan dari hepatitis A, B, dan C dari proses penularannya berbeda-beda. Namun potensi terjadinya kerusakan hati yang lebih tinggi yaitu pada hepatitis B dan C, sedangkan pada hepatitis A masih bisa dicegah dengan pemberian vaksin atau dengan penerapan pola hidup yang sehat.

| Ketahui Perbedaan Antara Penyakit Hepatitis A, B, dan C

Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A adalah sebuah penyakit yang dapat menyebar melalui kotoran ataupun makanan namun bukan melalui aktivitas atau darah. Jenis hepatitis A ini termasuk yang paling sering ditemukan pada anak. Biasanya virus dari hepatitis A ini disebarkan melalui makanan atau minuman tercemar virus yang dikonsumsi oleh anak.

hepatitis A pada anak

Para penderita hepatitis A ini bisa saja berkelanjutan dikarenakan termasuk pada golongan penyakit akut. Apabila tidak ditangani dengan segera maka dapat menimbulkan penyakit hepatitis fulminant (jenis hepatitis berat), yang akan mengalami gejala pada anak yaitu perubahan warna kulit menguning, atau bahkan bisa saja mengalami hilangnya kesadaran hingga kejang-kejang.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Gejala Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A merupakan bukan penyakit yang berbahaya jika imunitas didalam tubuhnya dapat melawan virus yang menyerang, namun apabila anak mengalami penurunan imunitas maka akan membahayakan pada kondisi sang anak.

Gejala yang dialami oleh si kecil yang menderita penyakit hepatitis A yaitu demam yang disertai dengan lemas, mengalami pusing bahkan mual dan muntah. Virus hepatitis A yang disebarkan melalui makanan dan juga minuman yang telah terinfeksi virus sehingga dapat menyebabkan sang anak mengalami sakit perut sebelah kanan atas serta warna urine yang berubah menjadi seperti air teh. Akan mengakibatkan kurang nafsu makan dikarenakan kondisi yang tidak nyaman. Untuk kondisi pada umumnya saat kulit akan berubah warna menjadi kuning.

Gejala yang dialami oleh anak yang menderita penyakit hepatitis A bukanlah gejala suatu penyakit melainkan respon dari imunitas tubuh yang bekerja dengan baik saat melawan virus yang berada pada sel hati. Sedangkan pada anak yang berusia dibawah 5 tahun mengalami kondisi terlihat samar karena imunitas tubuh belum begitu sempurna sehingga gejala tidak terlihat mencolok.

Pencegahan Hepatitis A Pada Anak

Untuk mempercepat dalam penyembuhan alangkah baiknya lakukan pemeriksaan bertujuan untuk memperkuat sistem imun pada anak. Berikut ada beberapa cara pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari infeksi hepatitis A :

| Baca juga : Obat Hepatitis A Akut Untuk Anak Dan Dewasa

Perhatian Kebersihan Lingkungan

Penyebaran virus hepatitis A yaitu dapat melalui tinja atau kotoran pada penderita sebelumnya. Apabila kebersihan lingkungan seperti sistem sanitasi lingkungan kurang baik, maka penyebaran virus akan dengan mudah menyerang pada anak.

Pengolahan Makanan

Mengolah makanan yang baik dan juga benar serta menjaga kebersihan dalam proses memasak adalah cara yang terbaik dalam menjaga kebersihan termasuk dalam menjaga kebersihan anak dari berbagai infeksi virus hepatitis A.

Jangan Biarkan Anak Jajan Sembarangan

Apabila Bunda sangat mengakhawatirkan si kecil dalam membeli makanan bebas, tidak ada salahnya untuk memberikan bekas kepada sang anak. Karena salah satu media dari penyebaran virus hepatitis ini adalah pada makanan yang tidak steril sehingga mudah untuk tercemar virus hepatitis A.

Pemberian Vaksin Hepatitis A

Pada anak berusia 2 tahun diberikan vaksin hepatitis A. Kemudia diulang lagi pada usia 6 bulan sampai 12 bulan dari pemerian vaksin pertama. Hal tersebut untuk membuat pertahanan tubuh sehingga diberikan 2 kali pada anak.

Biasakan Untuk Mencuci Tangan

Kebiasaan mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan yang sangat mudah namun sering kali terabaikan. Benda yang telah disentuh akan berpotensu dalam menyebarkn virus dan juga bakteri sehingga mencuci tangan merupakan kegiatan yang sangat penting. Usahakan untuk tidak menggunakan secara bersamaan seperti peralatan handuk, sikat gigi, dan gunting kuku, untuk menjaga kesehatan serta kebersihan sebagai pelindung diri.

Itulah sedikit informasi mengenai penyakit hepatitis A pada anak. Lakukan tindakan pencegahan sejak dini, semoga bermanfaat 😉

| Ketahui Bahaya Penyakit Hepatitis A Pada Anak