Category Archives: info kesehatan

Kenali Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E

Hepatitis E adalah suatu infeksi pada organ hati akut yang berpotensi cukup serius yang disebabkan oleh adanya Virus HEV. Penyakit hepatitis memiliki beberapa jenis yaitu hepatitis A, B, C, D, E dan F. Dengan berbagai jenis penyakit tersebut maka tentunya memiliki gejala maupun penyebab yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat dari jenis penyakit hepatitis yang telah diderita.

Ternyata penyakit hepatitis E merupakan jenis penyakit yang sangat mudah menyebar dalam lingkungan yang kotor serta tidak higienis. Biasanya penyebab timbulnya penyakit hepatitis tersebut dengan melalui makanan atau minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Maka dari itu kita harus selalu untuk memperhatikan makanan dan minuman yang akan kita konsumsi guna untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

ciri-ciri penyakit hepatitis e

Penyebab penyakit hepatitis E ini hampir sama dengan hepatitis A. Resiko seseorang terkena infeksi HEV dapat meningkat apabila tinggal atau bepergian ke negara dengan kualitas yang buruk terutama pada wilayah yang sangat padat penduduknya. Selain itu juga, penyakit ini dapat ditularkan dengan melalui transfusi darah. Pada ibu hamil yang terinfeksi juga dapat menularkan virusnya kedalam janin yang ada didalam kandungan. Bahkan hepatitis E bisa menular dari hewan yang telah mengalami infeksi.

Hepatitis E yang bisa menyerang pada siapa saja, termasuk anak-anak. Biasanya seseorang yang telah terkena penyakit ini tingkat kematiannya cenderung rendah. Meskipun penyakit ini juga terkadang menjadi penyakit akut dan parah yaitu pada ibu hamil. Pada ibu hamil saat menginjak bulan ketiga sangat berhubungan dengan sindroma kegagalan fungsi hati fulminan. Berikut ini ciri-ciri penyakit hepatitis E.

| Artikel terkait :

Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E :

1. Menurunnya nafsu makan, sehingga penderita akan mengalami rasa mual dan ingin muntah apabila dipaksa untuk mengonsumsi makanan.

2. Warna kulit dan mata berubah menjadi kuning, dan wajah yang pucat.

3. Warna urine berubah menjadi gelap.

4. Penderita akan mengalami kelelahan, padahal tidak melakukan aktivitas tertentu.

5. Suhu badan akan menjadi tinggi, bahkan bisa mengalami demam yang berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Selain itu juga akan merasakan kedinginan dan menggigil.

6. Penderita akan mengalami rasa nyeri pada otot dan sendi.

Apakah penyakit hepatitis E akan mengalami komplikasi?

Pada kebanyakan orang yang mengalami infeksi HEV sewaktu dewasa kemungkinan bisa pulih kembali dan hanya dengan komplikasi yang sedikit, karena angka kematian pada virus ini termasuk rendah. Tetapi pada kasus langka adanya infeksi ini dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam pada kematian. Perlu diketahui bahwa penyakit ini sangat beresiko pada ibu hamil.

Pencegahan Hepatitis E

Sebaiknya untuk tidak sembarangan mengonsumsi air yang tidak bersih atau makanan mentah yang tidak dikupas. Hal ini termasuk pada buah-buahan maupun pada sayuran yang biasanya hanya dibilas saja. Alangkah baiknya untuk meminum air rebusan. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

| Kenali Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E

Advertisements

5 Manfaat Olahraga Untuk Penderita Hepatitis

Tahukah Anda bahwa dengan melakukan olahraga ternyata dapat membantu untuk mengobati berbagai penyakit, dan salah satunya yaitu hepatitis. Olahraga merupakan suatu aktivitas yang dapat melancarkan sistem peredarah darah dan juga mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat. Olahraga yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi tidak banyak orang yang melakukan olahraga secara rutin.

Olahraga yang dapat memperbaiki tubuh dan juga kesehatan secara keseluruhan, terutama pada orang yang menderita penyakit kronis seperti hepatitis.

manfaat olahraga untuk penderita hepatitis

Berikut ini 5 manfaat olahraga bagi penderita hepatitis :

1. Meningkatkan masa otot

Olahraga merupakan cara terbaik untuk memperkuat otot tubuh. Apabila melakukan olahraga secara teratur maka dapat mempertahankan berat badan yang sehat. Memiliki berat badan yang berlebihan akan meningkatkan jumlah sel lemak pada hati yang dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati bahkan kerusakan hati. Berat badan yang berlebih juga merupakan suatu alasan pemicu terjadinya resistensi insulin dan juga diabetes tipe 2.

2. Menguatkan sistem kekebalan tubuh

Olahraga yang menstimulasi sel-sel darah putih yang bergerak kedalam tubuh. Antibodi yang diaktifkan ini akan dihasilkan oleh hormon yang bekerja untuk memperingatkan tubuh supaya bisa melindungi diri dari virus seperti pilek dan juga flu. Namun terlalu banyak antibodi juga akan memberikan efeknya, oleh karena itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Untuk melakukan penyesuaian maka diharuskn untuk mengetahui terlebih dahulu kadar darah lengkap (CBC) terakhirnya. Maka pelajaran yang harus diambil yaitu melakukan olahraga dapat memperkuat pada setiap bagian tubuh, bahkan pada sistem kekebalan tubuh yang mengalami lemah.

3. Membakar kalori

Pada sebagian orang akan kesulitan untuk menjaga berat badan ketika menderita hepatitis. Hal ini karena hati yang tidak akan memproses protein dan juga karbohidrat secara efektif. Dengan melakukan olahraga maka tubuh akan bekerja secara efektif.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

4. Memberikan energi

Ternyata dengan melakukan olahraga dapat membantu untuk mempertahankan kesehatan dengan seiringnya waktu serta dapat memberikan dorongan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas seperti biasanya.

5. Meningkatkan mood

Menurut penelitian yang telah dilakukan bahwa adanya kaitan langsung antara depresi dan juga virus hepatitis C yaitu sebagai akibat dari obat-obatan dan gejalanya. Pada selama olahraga, tubuh akan menghasilkan endorfin yang dapat memblokir reseptor nyeri serta akan menghasilkan perasaan fisik yang sehat. Pada hormon tersebut seperti sedatif yang memang telah terbukti dapat mengurangi stres. Melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki juga akan berdampak baik pada kesehatan otot.

Dengan melakukan olahraga secara rutin, maka akan berdampak baik bagi kesehatan terutama bagi penderita hepatitis. Apalagi dengan mengikuti program latihan yang dianjurkan oleh dokter, maka akan sangat membantu dalam pengobatan hepatitis tersebut.

| 5 Manfaat Olahraga Untuk Penderita Hepatitis

Upaya Pencegahan Penyakit Kuning Secara Efektif

Tanda-tanda penyakit kuning muncul karena didalam tubuh terjadi pengendapan zat bilirubin, yaitu zat sisa sel darah merah yang mengalami penguraian. Bilirubin adalah zat sisa yang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh yang kemudian dibuang oleh tubuh kedalam bentuk feses (kotoran) dan urine. Pada gejala penyakit kuning ini dapat disebabkan oleh adanya jaringan hati yang mengalami kelainan sebelum zat bilirubin masuk kedalam jaringan darah menuju organ hati. Didalam hati dan setelah mengalami proses reaksi kimia didalam hati.

Seseorang yang menderita penyakit kuning, maka organ hatinya akan bekerja lebih keras sehingga menyebabkan fungsi organ hati semakin menurun. Pencegahan penyakit kuning pada bayi maupun orang dewasa sangat perlu dilakukan yaitu dengan cara memperbaiki pola makan dan juga gaya hidup yang baik.

cara efektif mencegah penyakit kuning

Ada beberapa cara yang harus dilakukan guna untuk mencegah penyakit kuning tersebut, antara lain :

1. Melakukan Vaksinasi

Dengan melakukan vaksinasi maka bisa mencegah penyakit kuning dengan baik. Dengan cara tersebut maka penyakit kuning bisa dicegah dengan cara mencegah suatu infeksi serta kondisi yang mendasari pada penyakit tersebut. Sehingga organ hati akan berada pada kondisi yang lebih baik sekaligus terlindungi dari penyakit kuning.

2. Menjaga Berat Badan

Menjaga berat badan supaya tetap ideal memang sangat penting guna untuk mempertahankan kesehatan jaringan liver atau hati. Memiliki tubuh yang terlalu gemuk dapat memperlambat kinerja hati dalam menyaring racun kedalam tubuh sehingga mengakibatkan seseorang rentan terserang gejala penyakit kuning, apalagi jika sudah berintaraksi langsung dengan penderita penyakit kuning yang belum sembuh.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol harus dihindari guna untuk mencegah kerusakan organ hati yang semakin parah. Alkohol tidak hanya berpengaruh pada sistem saraf tetapi juga dapat berakibat buruk bagi organ hati yang dimana organ tersebut akan lebih rentan terhadap radang yang nantinya akan mengurangi kemampuan hati dalam menyaring racun dan juga terjadi penyakit kuning tersebut.

| Artikel terkait : Obat Penyakit Kuning

4. Olahraga Secara Teratur

Dengan melakukan olahraga secara teratur menjadi cara untuk mencegah penyakit kuning. Bahkan dapat meningkatkan kualitas organ hati dalam mengatur hormon. Meningkatnya imunitas tubuh akan menghindari gejala penyakit kuning yang terjadi karena tertularnya penyakit kuning dari orang lain.

5. Hindari Penggunaan Jarum Suntik

Pada pencegahan ini sangat penting karena penggunaan jarum suntik secara sembarangan atau lebih dari 1 orang, atau jika jarum suntik yang digunakan tidak steril atau bekas penderita hepatitis maka dapat menyebabkan penyakit kuning menular.

6. Hindari Konsumsi Obat

Hindari mengonsumsi obat sembarangan atau berlebihan karena obat yang tanpa disertai resep dokter dapat meningkatkan resiko penyakit kuning.

7. Banyak Minum Air Putih

Tubuh yang kekurangan asupan air putih dapat menimbulkan organ hati bekerja menjadi lebih keras untuk dapat mengendalikan metabolisme tubuh saat terserang dehidrasi. Apabila kondisi terebut terus terjadi maka organ hati akan mengalami kerusakan, kelelahan, serta mundurnya fungsi. Dan salah satu dampak dari kurangnya minum air putih yaitu timbulnya gejala penyakit kuning dengan melalui penularan dari orang yang sedang terkena penyakit kuning.

8. Atur Pola Makan Sehat

Cara mencegah penyakit kuning dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi berbagai makanan sehat seperti wortel, tomat, air tebu, dan sebagainya.

9. Konsumsi Zat Besi Bagi Ibu Hamil

Terjadinya penumpukkan bilirubin merupakan pecahan dari sel darah merah yang akan membuat kinerja organ hati mengalami hambatan. Cara mencegah bayi lahir dengan sakit kuning, maka pada masa kehamilan dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Tidak hanya untuk mencegah penyakit kuning pada bayi, tetapi kandungan zat besi juga sangat berguna untuk menurunkan ibu terkena anemia selama masa kehamilan.

10. Batasi Asupan Sodium

Adanya cairan sodium yang berlebihan dapat meningkatkan resistensi cairan sehingga dapat beresiko pembengkakan yang semakin meningkat. Sodium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tekanan darah serta keseimbangan cairan didalam tubuh, tetapi kadar asupan tidak boleh berlebihan.

Upaya untuk mencegah penyakit kuning sangat perlu untuk dilakukan setiap harinya. Karena tidak hanya untuk menurunkan resiko terkena penyakit kuning saja, tetapi cara-cara diatas juga sangat bermanfaat dan baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

| Baca juga :

| Upaya Pencegahan Penyakit Kuning Secara Efektif

Pengertian Hepatitis Alkoholik dan Cara Pengobatannya

Apa itu hepatitis alkoholik?

Hepatitis alkoholik adalah terjadinya peradangan hati yang diakibatkan oleh minuman alkohol. Penyakit tersebut dapat berkembang menjadi sirosis jika penderita terus mengonsumsi minuman alkohol. Sirosis yang kemungkinan tidak dapat disembuhkan. Ketika seseorang mengalami sirosis, maka pada jaringan hati yang normal akan menjadi rusak dan tergantikan oleh jaringan parut. Maka lambat laun organ hati akan berhenti dan tidak berfungsi lagi. Hepatitis alkoholik termasuk penyakit yang serius dan dapat berujung pada kematian.

Pada umumnya penyakit hepatitis alkoholik terjadi pada orang-orang yang telah berusia diatas 30 tahun serta sering mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang. Lebih dari 35% bagi peminum berat akan terjangkit penyakit hepatitis alkoholik. Tetapi tidak semua peminum berat akan mengalami hepatitis alkoholik, karena pada penyakit ini juga bisa terjadi pada orang yang mengonsumsi alkohol sekadarnya.

pengertian hepatitis alkoholik dan pengobatannya

Penyebab Hepatitis Alkoholik

Hepatitis alkoholik terjadi ketika hati yang rusak oleh alkohol yang telah dikonsumsi. Alkohol yang dapat menimbulkan kerusakan hati pada pencandu minuman alkohol yang belum diketahui secara jelas. Pada proses pemecahan etanol merupakan alkohol yang terkandung kedalam bir, anggur dan juga minuman keras yang dapat menghasilkan bahan kimia beracun seperti asetaldehida. Dari bahan kimia tersebut dapat memicu peradangan sehingga menghancurkan pada sel-sel hati. Kemudian pada jaringan hati yang sehat akan digantikan oleh jaringan parut yang ditimbulkan akibat dari luka peradangan. Maka hal tersebut akan mengganggu pada kemampuan hati supaya berfungsi dengan baik. Pembentukan jaringan parut yang merupakan rusaknya irreversible atau yang disebut dengan sirosis merupakan tahap akhir dari hepatitis alkoholik.

Ada 3 jenis rusaknya organ hati yang disebabkan oleh alkohol, yaitu :

  • Pengumpulan lemak (fatty liver)
  • Peradangan (hepatitis alkoholik)
  • Pembentukan jaringan parut (sirosis)

Tanda-tanda Hepatitis Alkoholik

Tanda-tanda atau gejala penyakit hepatitis alkoholik dapat menyerupai gejala hepatitis. Gejala yang terjadi seperti ruam, sakit pada persendian, dan flu. Alkohol yang juga dapat membuat tubuh kekurangan gizi. Akan tetapi pada gejala yang terjadi kemungkinan tidak akan muncul kecuali ketika hati mengalami rusak yang sudah parah.

Dengan seiringnya perkembangan penyakit yang lebih parah, biasanya gejala yang muncul biasanya termasuk pada penyakit kuning, feses yang berubah warna menjadi pucat, urine berwarna gelap, gatal-gatal, demam tinggi, terjadinya pembengkakan abdomen yang diakibatkan oleh suatu cairan, kembung, gangguan pada saraf, bahkan mengalami koma.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Lalu bagaimana cara pengobatan yang harus dilakukan?

Ada cara mudah untuk membantu dalam mengobati hepatitis alkoholik, diantaranya :

1. Berhenti minum alkohol

Apabila seseorang telah didiagnosa menderita hepatitis alkoholik, maka diharuskan untuk berhenti mengonsumsi alkohol. Cara ini merupakan satu-satunya untuk menghentikan rusaknya hati atau untuk mencegah berkembangnya penyakit menjadi lebih parah. Apabila terus menerus minum alkohol maka kemungkinan akan mengalami komplikasi yang cukup serius.

Apabila seseorang sudah ketergantungan dengan alkohol dan ingin berhenti mengonsumsinya, maka pihak dokter dapat merekomendasikan suatu terapi yang disesuaikan dengan kondisi ketergantungan, seperti konseling, obat-obatan, dan lainnya.

2. Terapi untuk malnutrisi

Dokter yang mungkin akan menyarankan diet khusus guna untuk memperbaiki kondisi kekurangan gizi yang dapat terjadi pada orang yang menderita penyakit hepatitis alkoholik. Selain itu, dokter juga dapat merujuk ahli gizi yang dapat membantu dalam menilai pola makan serta menyarankan dalam perubahan untuk meningkatkan vitamin dan juga nutrisi.

3. Obat untuk mengurangi peradangan hati

Seseorang yang menderita penyakit hepatitis alkoholik dapat bisa mempertimbangkan pada pengobatan jangka pendek dengan obat-obatan guna untuk mengurangi peradangan hati.

4. Transplantasi hati

Jika pada fungsi hati mengalami gangguan, satu-satunya yang menjadi pilihan bagi sebagian orang yaitu melakukan transplantasi hati. Meskipun pengobatan transplantasi hati sering berhasil, tetapi jumlah orang yang membutuhkan hati jauh melebihi pada jumlah organ yang tersedia.

Pada beberapa pusat kesehatan mungkin enggan akan melakukan transplantasi hati pada penderita hepatitis alkoholik dikarenakan pada sebagian besar akan kembali mengonsumsi minuman keras setelah melakukan operasi.

| Pengertian Hepatitis Alkoholik dan Cara Pengobatannya

Hepatitis D – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Hepatitis D adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi virus hepatitis D atau yang disebut dengan Delta Virus. Virus ini akan mengakibatkan terjadinya radang sendi pada bagian hati. Infeksi hepatitis D bisa terjadi sebagai co-infeksi, yang artinya dapat terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B. Pada virus ini merupakan salah satu dari beberapa jenis virus hepatitis yang menyebabkan peradangan dan juga bisa mempengaruhi pada kemampuan hati untuk berfungsi.

hepatitis d

Hepatitis D merupakan salah satu jenis penyakit dari 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Pada setiap penyakit hepatitis memiliki metode serta gejala yang berbeda-beda. Tetapi untuk hepatitis D, penyakit ini akan membutuhkan virus hepatitis B untuk menjangkiti sel hati. Pada penularannya dapat ditempuhi dengan dua cara, yaitu infeksi yang bersamaan dengan cara simultan hepatitis B dengan hepatitis D (koinfeksi), dan infeksi virus hepatitis D pada individu yang telah mengalami infeksi hepatitis B sebelumnya (superinfeksi).

Hepatitis D dapat menimbulkan penyakit akut ataupun kronis. Untuk hepatitis D akut akan terjadi secara tiba-toba dan dapat menimbulkan gejala yang lebih hebat dibandingkan dengan hepatitis D kronis. Apabila infeksi hepatitis D terjadi selama 6 bulan atau lebih, maka infeksi yang terjadi termasuk infeksi kronis. Gejala yang akan timbul akan bertambah parah secara perlahan. Biasanya virus akan menetap di tubuh selama beberapa bulan sebelum terjadi gejala yang pertama muncul. Sehingga semakin lama infeksi hepatitis D terjadi, maka akan beresiko terjadi komplikasi yang diakibatkan penyakit menjadi semakin tinggi.

Gejala Hepatitis D

Gejala hepatitis D dapat serupa dengan gejala hepatitis B, sehingga akan sulit bagi dokter untuk menentukan diagnosis penyakit dari gejala yang terjadi pada seseorang. Pada umumnya gejala HDV akan muncul terjadi seperti :

  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Rasa lelah
  • Nyeri pada bagian hati (sisi kanan atas perut)
  • Nyeri pada otot dan sendi
  • Kulit dan mata berubah menjadi kuning
  • Urine berubah menjadi gelap

Pada seseorang yang terinfeksi HDV pada waktu dewasa, maka bisa dipulihkan sebelumnya, meskipun terdapat tanda-tanda yang bersifat parah.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Lalu apa penyebab dari hepatitis D?

HDV yang ditularkan dengan melalui suntikan jarum seperti narkoba atau medis yang tidak steril atau atau dipakai secara bersamaan. Pada virus ini dapat ditularkan dengan melaui paparan darah atau caian tubuh lainnya yang sudah terinfeksi, seperti urine, air mani, sekresi vagina, darah dan persalinan (ibu yang mengidap hepatitis D pada bayi baru lahir).

Tetapi perlu diingat bahwa, seseorang yang terkena penyakit hepatitis D apabila telah menderita penyakit hepatitis B sebelumnya. Jika terinfeksi HDV dan HBV pada saat bersamaan. Menurut salah seorang peneliti, sekitar 5% penderita hepatitis B akan terkena hepatitis D.

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena hepatitis D, diantaranya :

  • Menderita hepatitis B.
  • Seringnya menerima transfusi darah.
  • Melakukan hubungan seks sesama jenis, terutama pria.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang yang melalui jarum suntik, seperti heroin.

Diagnosis penyakit hepatitis D

Untuk memastikan diagnosis penyakit hepatitis D, maka biasanya dokter menyarankan untuk melakukan tes darah guna untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis dalam tubuh, dan apakah terdapat antibodi di dalam tubuh. Sehingga tes darah dapat membantu untuk memulai pengobatan ataupun menganjurkan perubahan gaya hidup yang bisa memperlambat pada proses kerusakan hati.

Apakah hepatitis D dapat diobati?

Sampai sekarang masih belum ada pengobatan yang dapat memuaskan untuk hepatitis D. Namun melakukan diagnosis dini sangat penting untuk mencegah terjadinya kerusakan hati. Interferon-alpha merupakan satu-satunya obat yang dapat menunjukkan efek terapi pada penyakit tersebut. Pengobatan dengan menggunakan interferon dilakukan dengan cara menyuntikkan pada setiap minggu dan juga dapat berlangsung selama kurang lebih 12 hingga 18 bulan. Tetapi meskipun demikian, terkadang setelah melakukan pengobatan selesai, maka penderita dapat memberikan hasil positif pada pengetesan virus HDV. Selanjutnya untuk pendekatan akhir guna untuk menghilangkan hepatitis D yaitu dengan menghilangkan hepatitis B. Apabila hepatitis B masih positif, maka hepatitis D masih infeksius.

Pencegahan Hepatitis D

Melakukan pencegahan hepatitis D adalah dengan cara mencegah terjadinya hepatitis B. Untuk menghindari terjadinya penyakit hepatitis B, maka dapat dilakukan dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yaitu sebagai berikut :

1. Lakukan vaksinasi. Pada orang dewasa yang beresiko tinggi terkena penyakit hepatitis D harus melakukan vaksinasi. Biasanya vaksinasi akan diberikan dalam rangkaian tiga suntikan per enam bulan. Serta pastikan juga harus menggunakan jarum steril setiap melakukan penyuntikkan obat.

2. Berhati-hati ketika melakukan tato dan tindik pada tubuh. Jika berniat untuk ditindik atau di tato, pastikan peralatannya steril.

3. Gunakan kondom jika melakukan hubungan seksual, kecuali jika anda yakin bahwa pasangan tidak mengalami infeksi hepatitis atau infeksi menular seksual lainnya.

| Hepatitis D – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ketahui Penyebab Dari Penderita Hepatitis Mengalami Hipertensi

Hepatitis dan hipertensi merupakan dua kondisi kesehatan yang cukup banyak dialami oleh kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi pada kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang berbeda, namun kedua penyakit tersebut bisa saling berhubungan satu sama lain. Simak penjelasannya disini.

hubungan antara penyakit hepatitis dan hipertensi

Sekilas Tentang Hepatitis

Hepatitis adalah suatu infeksi peradangan yang terjadi pada organ hati. Ada banyak hal yang menjadi penyebab dari terjadinya hepatitis, dan biasanya disebabkan oleh adanya virus yang terbagi menjadi 5 kelompok dari A sampai E. Hepatitis virus yang akan menyebar dikarenakan terdapat paparan terhadap darah ataupun cairan tubuh yang mengalami infeksi, seperti cairan vagina dan air mani. Kebersihan dan sanitasi yang buruk, serta adanya infeksi HIV yang dapat meningkatkan resiko berkembangnya hepatitis virus. Selain itu, hepatitis juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan yang dapat merusak organ hati, mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan dan autoimun.

Pada umumnya gejala yang akan terjadi dari penyakit hepatitis yaitu rasa mual, kelelahan, nafsu makan berkurang, rasa tidak nyaman pada bagian perut karena mengalami nyeri pada hati, urine berubah warna menjdi kuning, kulit dan bagian putih mata menguning, serta akan mengalami penurunan berat badan.

Jika kondisi tersebut tidak segera diobati, maka lama kelamaan akan berkembang menjadi kondisi kronis. Biasanya hepatitis akan disebut kronis ketika sudah terjadi lebih dari 6 bulan. Apabila kondisi tersebut tidak membaik, maka bisa berujung pada fibrosis atau sirosis hati.

Artikel terkait : Obat Hepatitis 

Sekilas Tentang Hipertensi

Hipertensi sistemik atau tekanan darah tinggi dapat terjadi ketika tekanan darah di seluruh tubuh naik, sistolnya hingga 140 keatas dan diastolnya 90 keatas. Penyakit hipertensi dibedakan menjadi dua jenis, hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Pada hipertensi primer yaitu peningkatan tekanan darah yang belum masih belum diketahui penyebabnya. Sedangkan pada hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan oleh adanya penyakit lain.

Lalu bagaimana hubungan antara hepatitis dan hipertensi?

Pada penyakit hepatitis kronis dapat berujung pada sirosis atau yang disebut dengan fibrosis hati. Sirosis terjadi karena adanya jaringan hati yang mengeras sehingga akan menyebabkan hati menjadi tidak bisa berfungsi dengan baik. Apabila kondisi sirosis sudah terlalu parah, maka akan benar-benar tidak berfungsi bahkan dapat menyebabkan hipertensi portal.

Hipertensi portal akan terjadi jika darah sudah tidak bisa mengalir dengan baik di area hati dan terdapat tekanan yang lebih pada bagian pembuluh vena portal menujug organ tersebut. Pada umumnya hipertensi disebabkan oleh adanya hepatitis B dan hepatitis C. Dan inilah yang menghubungkan antara hepatitis dan hipertensi.

Pada umumnya kondisi hipertensi portal disebabkan oleh adanya sirosis hati yang berbeda dengan kondisi hipertensi. Kondisi hipertensi portal merupakan adanya peningkatan tekanan pada pembuluh darah di bagian porta sehingga penderita sirosis hati akan memiliki riwayat muntah darah, kaki bengkak, atau feses hitam. Sementara kondisi hipertensi yang sering dibutuhkan pada umumnya merupakan suatu kondisi yang dimana tekanan darah seluruh tubuh mengalami peningkatan dari kadar normal.

Hepatitis dapat dicegah jika tekanan darah tinggi terkontrol dengan baik. Hipertensi yang dikontrol terbukti dapat memperlambat pada perkembangan hepatitis. Didalam sebuah studi juga yang telah dilakukan oleh Parrili bahwa hepatitis kronis bisa berhubungan dengan hipertensi. Bagi penderita hipertensi maka akan memiliki peluang untuk terkena hepatitis dibandingkan dengan mereka yang mengalami tekanan darah tidak terkontrol.

Pada dasarnya hepatitis masih bisa disembuhkan dengan cara pengobatan yang ketat, sehingga bisa terhindar dari berbagai macam komplikasi termasuk pada sirosis hati. Jika seseorang mengalami kedua kondisi tersebut, sebaiknya untuk segera konsultasikan pada dokter. Perlu diingat dan diketahui bahwa, lakukan pola hidup yang sehat dan baik, dengan menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sehingga Anda dapat mengontrol tekanan darah Anda.

| Ketahui Penyebab Dari Penderita Hepatitis Mengalami Hipertensi

Apa Sih Perbedaan Sirosis Hati dan Hepatitis?

Penyakit hepatitis ataupun sirosis hati termasuk penyakit hati kronis yang dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia. Meskipun keduanya merupakan penyakit yang dapat menyerang organ hati, akan tetapi kedua penyakit tersebut berbeda. Lalu apa perbedaan dari penyakit sirosis hati dan hepatitis? Penyakit manakah yang lebih berbahaya?

Penyakit hepatitis dan sirosis hati sama-sama dapat menyebabkan organ hati mengalami peradangan atau pembengkakan yang pada akhirnya mengalami kerusakan. Dari penyakit keduanya merupakan jenis penyakit yang dapat menyebabkan suatu komplikasi sangat buruk seperti akan menimbulkan luka permanen pada hati, bahkan mengalami kanker hati. Dari pemicu kedua penyakit tersebut juga hampir mirip. Keduanya dapat disebabkan oleh seringnya mengonsumsi minuman alkohol atau penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang panjang.

perbedaan hepatitis dan sirosis hati

Tanda dan Gejala Hepatitis dan Sirosis Hati

Gejala yang akan muncul dari penyakit hepatitis dan sirosis hati juga hampir mirip, diantaranya :

Tanda dari kedua penyakit ini yaitu mengalami perubahan bagian kulit dan bola mata menjadi menguning. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, kemungkinan Anda sedang mengalami gangguan pada fungsi hati.

Pada kondisi seperti ini terjadi gangguan pada fungsi hati. Biasanya kondisi ini akan diiringi dengan gejala sulit untuk bernafas dikarenakan adanya cairan yang menumpuk pada sekitar perut.

  • Gatal pada permukaan kulit

Hal ini diakibatkan karena zat bilirubin yang masuk kedalam aliran darah sehingga akan muncul dibawah permukaan kulit. Biasanya gejala tersebut akan diiringi dengan bercak-bercak berwarna kemerahan.

  • Kaki bengkak

Terjadinya pembengkakan pada kaki dapat disebabkan oleh penumpukan cairan pada sekitar kaki (edema). Pada hal ini akan menunjukkan bahwa aliran darah didalam tubuh mengalami gangguan.

  • Mengalami tanda-tanda lainnya seperti mual, muntah, susah tidur, bahkan hilang kesadaran.

Berikut ini perbedaan hepatitis dan sirosis hati

Dari kedua penyakit tersebut memiliki peluang kesembuhan yang berbeda. Pada kebanyakan kasus yang terjadi, hepatitis dapat disembuhkan, apalagi jika kondisinya berhasil terdeteksi sejak dini. Sedangkan pada sirosis hati merupakan suatu infeksi yang kronis yang dapat menyebabkan organ sudah memiliki banyak luka dimana-mana sehingga kemungkinan tidak bisa disembuhkan seperti sebelumnya.

Pengobatan yang dilakukan dari kedua penyakit tersebut juga akan berbeda karena pada tingkat keparahannya juga berbeda. Biasanya seseorang yang mengalami hepatitis akan diberikan obat dan istirahat yang cukup. Tetapi hal tersebut juga tergantung pada jenis hepatitis yang diderita. Sedangkan seseorang yang mengalami sirosis hati, biasanya akan menjalani pengobatan dengan melalui operasi atau bahkan melakukan transplantasi hati (cangkok hati).

Penyakit manakah yang lebih berbahaya?

Pada dasarnya, kedua penyakit antara hepatitis dan sirosis hati ini dapat menyebabkan komplikasi bagi tubuh yaitu kanker hati. Tetapi, jika pada seseorang yang mengalami penyakit hepatitis maka tingkat kesembuhannya cukup besar, tergantung pada penyebab penyakit.

Sedangkan pada sirosis hati merupakan peradangan hati pada tahap akhir yang kemungkinan tidak bisa dikembalikan lagi. Seseorang yang mengalami penya tersebut maka akan beresiko lebih besar mengalami gagal hati atau kanker hati. Tetapi, pada pengobatannya pun akan tetap dilakukan untuk menurunkan komplikasi serta mencegah organ hati yang semakin rusak. Pada beberapa jenis hepatitis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan hati mengalami sirosis hati. Sementara jika sirosis hati tidak bisa ditangani dengan baik maka tim medis akan melakukan cangkok hati.

| Apa Sih Perbedaan Sirosis Hati dan Hepatitis?