Category Archives: info kesehatan

Ketahui 10 Faktor Pemicu Pembengkakan Pada Organ Hati atau Liver

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peranan penting dalam kerja organ tubuh kita. Fungsi dari hati yang pertama yaitu untuk menyaring racun didalam darah. Hati yang memiliki beberapa fungsi lainnya yaitu untuk memproduksi empedu, tempat menyimpan vitamin dan juga zat besi, memecah hemoglobin, menyimpan glukosa, mengkonverensi amonia menjadi urea yang penting dalam metabolisme serta dalam menghancurkan sel-sel darah merah tua.

Bengkaknya pada liver bukan karena cadanya cairan yang telah menumpuk seperti definisi pembengkakan yang biasanya kita ketahui. Hati bengkak dinamakan dengan fatty liver, yang dimana terdapat penumpukan lemak yang ada pada bagian hati. Organ hati tergolong tidak normal jika kadar lemak mencapai 5-10% dari berat organ hati biasanya. Baca juga : Obat Herbal Hati Berlemak

Fatty liver juga merupakan gejala awal yang dapat memunculkan masalah pada organ hati, termasuk gangguan fungsi hati. Pembengkakan tersebut akan membuat liver sulit untuk bekerja dengan baik yang nantinya akan diikuti dengan gejala-gejala penyakit liver.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

faktor pemicu pembengkakan hati

Penyebab Hati Bengkak

1. Penyumbatan pada saluran empedu

Saluran empedu yang tersumbat dikenal dengan istilah Cholelithiasis. Hati akan membuat cairan dalam empedu kemudian akan menyimpan jika saluran pada empedu tersumbat, lalu hati akan terhalang dari fungsinya dalam menyalurkan zat yang tersimpan dalam kantong empedu. Peradangan pada sel hati merupakan resiko dari pembengkakan akibat dari penyumbatan kantong empedu.

2. Infeksi virus hepatitis

Pada umumnya infeksi virus hepatitis merupakan salah satu penyebab dari pembengkakan hati atau liver, bahkan dapat membuat gagal atau rusak pada organ hati. Infeksi tersebut merupakan penyakit yang menular yang telah kita ketahui juga memiliki serangkaian jenis kondisi yaitu penyakit hepatitis A hingga E namun memiliki gejala yang berbeda pada setiap tipenya. Perlu diketahui, penyakit hepatitis ini dapat menyebabkan kanker hati dan hingga kematian.

3. Kolesterol tinggi

Salah satu fungsi hati yaitu untuk mengubah kolesterol menjadi asam lemak, namun jika jumlah kolesterol didalam tubuh terlalu banyak maka cara kerja liver akan lebih berat. Itulah sebabnya sakit kolesterol sering dihubungkan dengan pembengkakan organ hati. Sehingga kolesterol tinggi juga akan membawa penderita memiliki penyakit liver.

4. Diabetes

Seseorang yang menderita penyakit diabetes ternyata dapat beresiko terkena hati bengkak. Hati yang memiliki peran untuk mengatur kadar gula serta menyimpan energi, tetapi pada penderita diabetes yang gula darahnya tinggi maka dapat memicu terjadinya pembengkakan pada hati bahkan akan membuat fungsi hati menjadi kacau.

5. Obesitas

Berat tubuh yang berlebih sangat beresiko memiliki penyakit seperti jantung, stroke, atau hipertensi. Selain itu juga, obesitas dapat menyebabkan hati bengkak karena terlalu banyaknya lemak yang menumpuk pada bagian organ hati. Lipid atau lemak yang telah tertimbun pada sel-sel hati jika tidak segera ditangani maka akan membuat kesehatan hati menjadi menurun.

6. Keracunan

Hati merupakan organ yang berperan untuk menawarkan racun didalam tubuh. Apabila zat racun tidak bisa dinetralisir maka akan menumpuk pada liver. Bahkan jika dibiarkan, maka penumpukan zat akan semakin terkena efek buruknya.

7. Mengkonsumsi minuman beralkohol

Telah kita ketahui bahwa minuman beralkohol dapat merusak kesehatan tubuh, termasuk pada organ hati karena mengandung etanol. Zat yang tertimbun didalam hati akan membuat sel yang ada didalamnya rusak karena tidak dapat menolerir zat racun tersebut dengan waktu yang lama. Dan inilah yang menjadi penyebab penyakit liver yang disebut dengan hepatitis alkoholik.

8. Adanya penumpukan asam fitanik

Nama lain dari kondisi penyakit ini yaitu penyakit refsum yang dimana penderita akan terdapat asam fitanik yang tertimbun serta akan memicu kerusakan saraf dan retina, dan berimbas pada organ hati yang bengkak sehingga menjadi tidak berfungsi dengan baik. Penyakit ni akan menimbulkan ketidaknyamanan pada pergerakan tubuh dikarenakan kaku pada tulang dan kulit akan mengalami perubahan.

9. Munculnya fibrosis kistik

Fibrosis kistik juga dapat menyebabkan pembengkakan pada hati bahkan membuat fungsinya menjadi rusak. Faktor ini tergolong keturunan atau faktor genetik yang cukup umum, dan dapat menyerang pada siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa.

10. Kelainan bawaan

Seseorang yang mengalami kelainan bawaan terjadi pada metabolisme tirosin, glikogen, homosistin, serta galaktose yang dapat memicu terjadinya pembengkakan organ hati sehingga akan membuat hati tidak berfungsi dengan normal.

Gejala Hati Bengkak

Gejala yang terjadi pembengkakan pada organ hati diataranya :

  • Perut terasa mual
  • Kulit menguning
  • Turunnya berat badan secara drastis
  • Sendi terasa nyeri
  • Muncul bau mulut atau bau badan yang berlebihan
  • Selaput mata berubah menjadi kuning
  • Perubahan warna air seni yang tidak normal
  • Merasa lesu dan letih serta cepat lelah

Sedangkan pada kondisi hati bengkak kronis, gejala yang terjadi seperti :

  • Muntah darah
  • Kencing yang disertai dengan darah
  • Kaki akan mengalami pembengkakan

Itulah 10 faktor pemicu terjadinya pembengkakan pada organ hati atau liver yang perlu Anda ketahui.

| Ketahui 10 Faktor Pemicu Pembengkakan Pada Organ Hati atau Liver

Cara Penularan Pada Penyakit Hepatitis Virus A, B, C dan D

Hepatitis merupakan suatu kondisi peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh toksin atau senyawa kimia, atau mungkin pada obat yang mampu menjadikan seseorang telah terinfeksi. Hepatitis dengan masa berlangsung yang tidak akan lebih dari 6 bulan juga diketahui dengan sebutan hepatitis akut, sedangkan pada hepatitis kronis yaitu kondisi hepatitis yang dengan masa sekitar 6 bulan lebih lamanya.

Biasanya penyebab utamanya yaitu adanya virus, meskipun tidak demikian karena hepatitis juga dapat terjadi karena penggunaan obat-obatan dan juga alkohol. Dari kedua faktor pemicu tersebut dikenal sebagai hepatitis non-virus. Terdapat beberapa cara penularan penyakit hepatitis dengan melalui virus yaitu pada hepatitis A, B, C, dan D.

cara penularan hepatitis a, b, c, dan d

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Cara Penularan Penyakit Hepatitis

1. Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh adanya virus HAV yang dapat menular dengan cara dalam dan menurut para medis dikenal dengan fecal oral (fecal = kotoran), yang artinya dari cara penularan pada hepatitis A ini dapat terjadi pada kontiminas dengan melalui air atau makanan karena adanya paparan virus HAV dengan melalui kotoran tersebut.

Cara penularannya :

  • Mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi
  • Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja seseorang yang telah terinfeksi penyakit hepatitis A akibat dari buruknya kebersihan. Contohnya saat kita akan mengkonsumsi makanan yang telah disiapkan oleh penderita hepatitis A namun belum mencuci tangan dengan baik, apalagi jika penderita tersebut telah melakukan buang air besar.
  • Mengkonsumsi buah-buahan atau sayuran yang yang dicuci menggunakan air yang telah terkontaminasi.
  • Mengkonsumsi makanan laut yang telah tercemat oleh limbah.
  • Berhubungan seksual dengan penderita penyakit hepatitis A.

2. Hepatitis B

Cara penularan dengan melalui hepatitis B yaitu virus HBV yang berupa jenis penyakit liver yang memang sangat membahayakan bahkan dapat mengakibatkan seseoang mengalami kondisi yang sangat buruk. Pada kasus HBV dapat menghilangkan secara alami, namun jika pada 10% kasus pada virus tersebut maka akan berkembang menjadi penyakit yang kronis kemudian akan mengalami kanker hati atau sirosis. Tidak sedikit pada anak dan juga bayi yang dapat terjadi pada penyakit tersebut yang tidak bisa disembuhkan, sehingga penyakit liver sangat membahayakan jika pada usia dewasa nanti. Gejala awal yang terjadi pada penyakit hepatitis B yaitu seperti nyeri disertai gatal pada bagian persendian, nyeri dada pada bagian perut, nafsu makan berkurang, dan mengalami mual serta muntah.

Cara penularannya :

  • Kontak darah
    Dengan melalui transfusi darah yang dilakukan pada orang yang terserang virus HBV pada orang yang tidak terkena infeksi.
  • Kontak seksual
    Seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman atau pelindung maka akan sangat mudah mengakibatkan air liur ataupun cairan pada vagina yang akan masuk dengan melalui tubuh wanita.
  • Dari ibu pada anaknya
    Seperti yang dapat terjadi pada seorang ibu yang sedang ada pada masa kehamilan kemudian ia terkena virus tersebut sehingga akan sangat mudah janin yang ada pada kandungannya akan terserang virus HBV.

3. Hepatitis C

Penyakit hepatitis C dapat terjadi dengan melalui virus HCV, dan cara penularan pada hepatitis C sama halnya dengan hepatitis B.

Cara penularan :

  • Melalui hubungan seksual yang tidak menggunakan alat pelindung bagi orang yang terserang hepatitis.
  • Melalui transfusi darah.
  • Penularan dari ibu pada anaknya pada masa kehamilan.
  • Penggunaan jarum suntik atau peralatan lainnya dengan cara bersamanaan dengan penderita hepatitis C.

4. Hepatitis D

Virus Delta merupakan penyebab dari penyakit hepatitis D. Virus yang hanya berkembang pada dalam tubuh tersebut telah mengalami suatu infeksi atau pada virus hepatitis B. Meksipun pada jenis ini sangat jarang terjadi, tetapi pada penyakit hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang membahayakan dari jenis penyakit hepatitis lainnya.

Jika membedakan penderita hepatitis D dengan hepatitis B memang sangat sulit, karean gejala tersebut hampir sama, seperti :

– Mudah lelah
– Sakit perut
– Muntah
– Adanya rasa nyeri pada bagian persendian
– Warna urine berubah menjadi gelap
– Terjadinya perubahan warna kulit pada tubuh menjadi warna kuning.

Cara penularannya :

Pada virus hepatitis D dapat menular atau menyebar dengan melalui kontak darah yang terkontaminasi atau pada ciaran tubuh lainnya. Menurut Rumah Sakit Anak juga menjelaskan bahwa sekitar 5% pada penderita hepatitis B juga terkena hepatitis D.

| Cara Penularan Pada Penyakit Hepatitis Virus A, B, C, dan D

Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Masih banyak orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara hepatitis dengan HIV. Kebanyakan orang menyimpulkan bahwa penyakit HIV lebih berbahaya dibandingkan dengan hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis ternyata lebih berbahaya daripada virus HIV. Bahkan resiko terinfeksinya virus hepatitis lebih tinggi dibandingkan dengan virus HIV.

Menurut WHO, sebanyak 30% positif terinfeksinya hepatitis B, dan berdasarkan peta sebaran hepatitis yang dibuat oleh WHO juga, Indonesia termasuk pada tingkat infeksi yang sedang sampai tingkat tinggi. Untuk di daerah pulau jawa yang telah terinfeksi hepatitis dibawah 8%, sedangkan untuk luar jawa telah mencapai lebih dari 8%.

hepatitis dengan hiv

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab dari hepatitis virus yaitu virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala hepatitis berupa rasa yang tidak nyaman atau tidak enak pada bagian perut, mual, demam, hilangnya nafsu makan, mudah lelah, air seni kecoklatan, dan kulit menguning. Tes darah yang digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut, namun apabila mungkin, maka jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan pada dalam darah dan juga cairan atau tubuh seperti air mani. Penularan virus dari seseorang ke orang lain yaitu dengan melalui darah yang telah terinfeksi yang telah masuk kedalam tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat terjadi, antara lain :

  • Melalui suntikan akibat dari peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti pada luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena), ataupun benda yang lainnya.
  • Melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B)
  • Melalui perpindahan dengan cara tidak langsung dari darah yang telah terinfeksi lewat penggunaan seperti sikat gigi, pisau cukur, atau barang pribadi lainnya.
  • Melalui kontal selaput lendir (seperti cairan atau bahan tubuh yang melewati mulut, mata, hidung, atau kulit terbuka)
  • Melalui transfusi darah atau produk darah yang telah terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi.
  • Pada masa kehamilan, persalinan dan juga menyusui dari ibu pada anak.

Virus Hepatitis dan HIV

Mengenai virus hepatitis maka tidak terlepas dari masalah HIV dan AIDS. Karena mengingat Negara Indonesia merupakan negara yang yang dengan epidemin HIV yang telah terkonsentrasi pada populasi yang beresiko. Apabila virus hepatitis A dan hepatitis E ditularkan dengan melalui fecal oral, maka adak dapat dicegah dengan melalui pola hidup yang sehat. Sedangkan untuk hepatitis B dan hepatitis D, pada umumnya ditularkan dengan melalui media cairan tubuh (darah, vagina, dan cairan semen), sedangkan hepatitis C yang telah ditularkan melalui kontak darah penderita memiliki kesamaan media penularan virus HIV. Maka dari itu penderita hepatitis B, C, dan D kemungkinan akan terluar dari virus HIV juga.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B dan hepatitis C, namun dalam penyebarannya dengan cara yang sama dengan VHB. Biasanya HIV tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual atau kontak mata. Meski demikian pada virus tersebut bisa dipindahkan dengan melalui bahan yang telah terinfeksi seperti pada darah atau cairan tubuh lainnya. Meskipun HIV dapat bertahan dengan cairan yang ada pada dalam cairan atau bahan tubuh, namun virus ini akan lebih rentan dibandingkan dengan virus hepatitis, yang tidak dapat bertahan dengan waktu yang lama.

Seseorang yang menderita HIV dan AIDS maka akan sering terkena virus hepatitis, apabila terjadi dalam jangka waktu yang panjang maka akan menyebabkan kematian. Virus hepatitis yang lebih cepat akan menyerang pada kerusakan hati pada penderita HIV dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV.

HIV dan HCV yang ditularkan dengan melalui hubungan darah yang terinfeksi disebut dengan koinfeksi. Koinfeksi HCV dikaitkan dengan penyakit HCV yang kerusakan hati lebih tinggi. Adanya kolaborasi untuk menangani pada masalah hepatitis dengan HIV dan AIDS harus dioptimalkan secara terus menerus. Pada penyakit keduanya bisa saja menyerang pada siapapun, terutama pada kelompok usia produktif yang berakibat pada menurunnya produktifitas kerja seseorang dan apabila tidak adanya pencegahan atupun pengobatan yang komprehensif.

| Ketahui Hubungan Antara Virus Hepatitis Dengan HIV

Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Semakin lama penyakit diabetes menjadi penyakit umum. Meskipun kebiasaan gaya hidup yang sehat dapat membantu untuk mencegah diabetes, namun melakukan pola makan yang buruk juga bukan menjadi penyebab dari adanya diabetes.

Virus hepatitis C juga sering dikaitkan dengan penyakit diabetes, dan pada beberapa orang bahkan dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis C merupakan suatu infeksi virus C yang terjadi pada organ hati sehingga menyebabkan hati menjadi bengkak akibat dari peradangan sel-sel hati. Pada keadaan ini maka akan menyebabkan gangguan pada fungsi hati. Virus dari hepatitis C ini dapat ditularkan dengan melalui darah, dan dianggap lebih berbahaya karena tidak ada vaksin untuk virus ini. Hepatitis C akan mencegah hati dengan melakukan fungsi normalnya, termasuk untuk mencerna makanan, mencegah infeksi, menyimpan nutrisi dan energi, dan membersihkan zat kimia dari aliran darah.

Artikel terkait : Obat Hepatitis

Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

komplikasi dabetes terhadap hepatitis

Selain mengganggu pada fungsi hati, ternyata hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Biasanya diabetes tipe 2 terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit terjadi dalam waktu yang lama). Dan hal ini terjadi akibat dari salah satu gangguan fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, yang dimana hati tidak akan mampu untuk menyimpan kelebihan glukosa yang ada didalam darah sehingga kadar gula akan meningkat (hiperglikemia).

Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C, dan hal ini terjadi karena kadar gula yang sangat tinggi serta tidak terkontrol dalam waktu yang lama dan menyebabkan hati menjadi harus bekerja lebih keras sampai terjadi meradang. Menurut salah satu studi the American Diabetes Assocation (ADA), terdapat sekitar 80% penderita diabetes telah mengalami penumpukkan glukosa yang berlebih pada hati sehingga menyebabkan hati menjadi lebih sulit untuk melawan berbagai macam infeksi termasuk pada infeksi virus hepatitis C.

Komplikasi

Apabila menderita diabetes dan juga hepatitis C maka juga akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain seperti sirosis hati (dapat menyebabkan meningkatnya kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes), serta gagal pada hati yang berakibat fatal. Meskipun tidak semua pada penderita hepatitis C mengalami diabetes ataupun sebaliknya, namun akan tetap beresiko lebih tinggi. Maka dari itu penderita sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sejak dini sehingga akan dapat mendeteksi pada gangguan dan mendapatkan pengobatan cepat.

Insulin dan Pengobatan Virus Hepatitis C

Sangat penting untuk menggunakan insulin seperti yang telah direkomendasikan oleh dokter apabila memiliki penyakit diabetes. Namun jika Anda mengalami penyakit hepatitis C, maka dalam penggunaan insulin akan menjadi rumit dan harus dipertimbangkan kembali. Karena insulin dapat menyebabkan perubahan pada metabolisme hati serta menurunkan kemampuan organ hati dalam melawan berbagai macam infeksi.

Tindakan Pencegahan Virus Hepatitis Akibat Diabetes

Berikut beberapa tindakan dalam pencegahan yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya hepatitis serta tejadinya kerusakan pada organ hati, antara lain :

– Pastikan untuk mengurangi berat badan apabila memiliki masalah pada kelebihan berat badan Anda.

– Tidak terlalu dekat dengan penderita hepatitis karena penyakit hepatitis tergolong penyakit menular dan pada penderita diabetes akan lebih mudah tertular dengan penyakit tersebut.

– Mencegah penyakit hepatitis dengan cara meningkatkan antibodi, serta mendapatkan vaksinasi hepatitis untuk meningkatkan antibodi.

Baca juga : Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apabila Anda menjalankan semua tindakan pencegahan secara disiplin, maka Anda juga akan terbebas dari masalah kerusakan organ hati serta hepatitis akibat dari diabetes tesebut.

| Komplikasi Diabetes Dapat Menyebabkan Infeksi Virus Hepatitis C

Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Hepatitis B adalah sebuah penyakit yang ditularkan dengan melalui virus yang masuk pada cairan tubuh secara langsung. Penyakit hepatitis sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menyerang pada bagian hati secara langsung sehingga akan membuat penderita mengalami gangguan pada organ hati yang sangat serius. Penyakit ini dapat terjadi pada ibu hamil dan sangat berbahaya pada janin yang ada pada kandungannya.

Pada umumnya ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B dengan melalui beberapa perantara seperti cairan vagina, air mani, dan tes darah yang tidak steril pada jarum suntiknya. Pada sistem kekebalan tubuh pun akan semakin lemah karena adanya virus yang aktif didalam tubuhnya. Biasanya pada beberapa orang dewasa akan sembuh dari penyakit hepatitis B ini secara alami karena kekebalan tubuhnya, namun penyakit hepatitis B ini bisa lebih berat apabila terjadi pada ibu hamil. Lalu bagaimana kondisi awal pada ibu hamil yang terkena penyakit hepatitis B?

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Berikut beberapa gejala atau ciri-ciri hepatitis B pada ibu hamil :

ciri-ciri hepatitis pada ibu hamil

1. Flu Saat Hamil

Awal saat virus menyerang tubuh pada ibu hamil dapat menyebabkan gejala ringan seperti flu. Namun jika flu parah saat sedang hamil maka akan merasakan sakit kepala, hidung tersumbat, batuk, dan masalah flu lainnya.

2. Tubuh Terasa Sakit

Virus yang menyerang pada tubuh akan menyebabkan kondisi menjadi tidak nyaman pada ibu hamil. Tidak hanya pada bagian tulang dan sendi saja, namun pada semua bagian tubuh akan merasakan sakit. Pada saat inilah virus sedang berkembang dan berusaja merusak fungsi organ hati. Ketika dalam beberapa bagian tubuh disentuh maka akan terasa lebih sakit dibandingkan dengan biasanya. Apabila ibu hamil bekerja sambil berdiri maupun duduk dengan dalam jangka waktu yang lama maka kondisi kelelahan akan menjadi semakin buruk, termasuk pada bagian kaki bengkak pada ibu hamil.

3. Ibu Hamil Cepat Lelah

Infeksi virus dapat menyebabkan kondisi hati akan melemah. Dari semua sistem yang melibatkan organ hati tidak akan bekerja dengan baik. Bahkan hati juga tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga akan banyak racun didalam tubuh.

4. Nafsu Makan Menurun

Gejala dari hepatitis B pada ibu hamil akan menyebabkan nafsu makannya berkurang, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh terjadinya morning sickness meskipun kondisinya bisa memburuk. Hati bekerja sangat penting untuk mengahasilkan enzim yang dapat membantu dalam penyerapan nutrisi didalam tubuh. Saat muncul infeksi pada bagian hati maka ibu hamil tidak akan bisa menerima makanan dengan baik, sehingga pengolahan nutrisi akan menjadi gangguan dan ibu hamil pun tidak akan merasa lapar.

5. Morning Sickness Parah

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan morning sickness yang parah. Biasanya ibu hamil mengalami kondisi tersebut saat masuk pada trimester pertama. Hal ini berlainan apabila sang ibu masih mengalami morning sickness pada trimester selanjutnya maka akan menderita hepatitis B, sehingga tubuh ibu hamil akan menjadi lebih lemah.

6. Kulit dan Putih Mata Menguning

Penyakit hepatitis B dapat menyebabkan bagian putih mata dan kulit menjadi menguning. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa yang memang sudah terkena infeksi. Tetapi gejala tersebut muncul pada ibu hamil yang sebelumnya sudah terkena infeksi virus hepatitis B. Pada perubahan warna putih mata dan kulit yang menguning disebabkan oleh adanya akumulasi kadar bilirubin didalam tubuh ibu hamil, Hati yang berfungsi untuk mengatur kadar bilirubin, apabila bermasalah maka kadar bilirubin akan menjadi tinggi dan zat dapat menumpuk didalam hati.

7. Gangguan Pencernaan

Hati juga berperan penting untuk sistem pencernaan. Saat gangguan pada hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak akan bekerja dengan baik. Pada beberapa gangguan pencernaan dapat terjadi seperti sakit perut, mual terus menerus, muntah, dan diare. Semua gejala tersebut sangat berat karena ibu hamil juga mengalami morning sickness. Ketika gangguan pencernaan terjadi maka ibu hamil juga harus mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Karena jika terjadi diare maka akan menyebabkan gangguan pada sangat berat karena sang ibu tidak menerima makanan dengan baik.

Resiko ibu hamil terkena hepatitis B

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil dapat mempengaruhi pada kondisi kesehatan ibu dan juga janin. Saat semua gejala hepatitis muncul maka pemeriksaan sangat perlu dilakukan lebih cepat. Berikut terdapat dampak hepatitis B bagi janin :

  • Beresiko tinggi lahir secara prematur.
  • Bayi lahir dengan kondisi yang kurang sehat termasuk berat badan yang rendah serta bayi kuning.
  • Sang ibu dan bayi akan mengalami diabetes gestasional.
  • Ibu akan mengalami pendarahan yang berat selama masa kehamilan, bahkan sebelum pada persalinan.
  • Bayi akan memiliki resiko terkena hepatitis B sehingga harus menerima vaksin setelah proses kelahiran.

| Ciri-ciri Penyakit Hepatitis B Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Pada dasarnya penyakit hepatitis dapat menyerang pada siapa saja, dan tidak dibatasi oleh usia serta jenis kelamin. Tetapi apakah penyakit hepatitis dapat menyerang pada ibu hamil? Jika iya bagaimana gejala serta prosentasi hepatitis pada kehamilan?

waspada hepatitis pada bumil

Harus diwaspadai bahwa ikterus atau gejala kuning bisa terjadi akibat hepatitis virus. Pada wanita hamil cenderung lebih mudah terkena hepatitis virus karena pada persoalan sanitasi dan nutrisi yang buruk. Hal tersebut bisa dimengerti karena menjadi penyebab signifikan seseorang terkena penyakit hepatitis virus yaitu karena lingkungan yang buruk dan kurangnya asupan nutrisi. Pada sebuah penelitian telah ditemukan bahwa 9,5% hepatitis virus terjadi pada usia trimester pertama, 32% trimester kedua, dan 58% pada trimester ketiga.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Pengaruh Hepatitis Pada Masa Kehamilan

Pada wanita hamil usia trimester I atau paling lambat permulaan trimester kedua yang dikatakan sedikit beruntung karena gejala disebabkan tidak terlalu berat. Tetapi gejala yang masih ringan, penderita hepatitis ini harus melakukan pemeriksaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyakit hepatitis ini sangat berbahaya apabila telah menyerang pada wanita hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau akan memasuki masa kelahiran. Dan pada umumnya dapat menunjukan gejala fulminant.

Menurut pada praktisi kesehatan banyak menyimpulkan bahwa berat atau ringannya gejala hepatitis virus pada masa kehamilan tergantung pada kecukupan gizi wanita hamil tersebut. Apabila ibu hamil tidak mendapatkan gizi yang baik, seperti kekurangan protein, maka infeksi virus akan memberikan gejala yang cukup berat.

Hepatitis virus juga tidak hanya mengganggu pada wanita hamil saja, namun juga dapat mempengaruhi pada kondisi sang janin, baik saat masih ada didalam kandungan ataupun saat sudah dilahirkan. Dan penularannya dengan melewati plasenta, ASI, terjadi kontak langsung antara ibu dengan anak, dan ketika bayi telah terkontiminasi dengan darah atau tinja saat proses persalinan.

Pencegahan Hepatitis Pada Kehamilan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk terhindar terjadinya hepatitis virus pada masa kehamilan yaitu dengan cara :

– Memberikan immunoglobulin sebanyak 0,1 cc/kg pada wanita hamil yang mengalami kontak langsung dengan penderita hepatitis.

– Dapat memastikan kecukupan gizi pada wanita hamil, terutama pada mencukupi kebutuhan proteinnya.

– Pada proses kehamilan berikutnya, alangkah baiknya berikan jarak minimal 6 bulan setelah terjadinya persalinan pertama.

Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan supaya penyakit hepatitis virus pada kehamilan bisa diminimalisir. Dalam upaya pencegahan lainnya juga sangat perlu dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, karena virus akan mudah berkembang pada tempat yang tidak bersih.

| Waspada Hepatitis Terjadi Pada Ibu Hamil

Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B

Apa manfaat dari vaksinasi Hepatitis B?

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis yang wajib diberikan pada bayi baru lahir. Pada orang dewasa pun dapat menghindari dari infeksi berbahaya tersebut dengan vaksinasi tersebut. Dalam pemberian vaksin hepatitis B yang dimaksud yaitu untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Vaksinasi yang dimaksudkan juga untuk mencegah berbagai akibat yang bisa ditimbulkan oleh infeksi hepatitis B, seperti kanker hati dan sirosis.

manfaat vaksin hepatitis B

Hepatitis B yang merupakan penyebab utama dari penyakit kronis, yang kemudian menjadi sirosis serta kanker hati. Hal ini yang menjadikan penyakit hepatitis B menjadi masalah termasuk di Negara Indonesia. Vaksinasi hepatitis B dapat diberikan dengan vaksin yag lain, selain dari pemberian tunggal. vaksinasi ini juga dapat melindungi infeksi hepatitis B dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Imunisasi vaksin penyakit hepatitis B ini merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis. Pada kandungan vaksin tersebut yaitu HBsAg dalam bentuk cair. Dengan frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan pengutanya dapat diberikan pada usia 6 tahun. Pada waktu imunisasi ini diberikan dengan melalui intramuskular.

Manfaat Vaksin Hepatitis B

Sangatlah banyak dalam pemberian vaksin hepatitis B pada penderita ataupun orang yang sehat, karena dalam proses penularannya yang cepat serta gejala yang muncul ketika sudah mencapai kondisi yang kronik. Oleh karena itu sangat dianjurkan pada siapa saja. Berikut manfaat vaksin hepatitis B :

1. Sangat diperlukan bagi seseorang yang telah memiliki pasangan tersuspect virus hepatitis B. Pada kondisi tersebut maka penularan akan sangat rentan melalui hubungan seksual. Jadi apabila salah satu pasangan terkena hepatitis B, maka harus seger melakukan vaksinasi supaya tidak menular.

2. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk orang yang telah memiliki riwayat penyakit hati kronik dan ginjal.

3. Sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan penyakit hati akut dan ginjal sehingga sangat bermanfaat apabila dilakukan.

4. Pemberian vaksin dapat dirasakan oleh staf medis atau orang yang bekerja dirumah sakit karena profesi yang berhubungan dengan darah serta pasien yang memiliki penyakit berbagai penyakit, bahkan dengan peralatan medis yang kurang steril.

5. Bagi pengguna narkoba yang memasuki jarum suntik, pemberian vaksin hepatitis B sangatlah bermanfaat. Karena salah satu faktor penularan hepatitis pemakai obat-obatan terlarang berasal dari jarum suntik.

6. Vaksin hepatitis B sangat bermanfaat untuk penderita HIV karena virus tersebut sering tertular dengan melalui jarum suntik atau kontak langsung dengan penderitanya. Banyak penderita HIV yang memiliki penyakit tambahan pada tubuhnya sehingga tidak menutup kemungkinan juga menderita penyakit hepatitis B.

Dosis Vaksinasi

Vaksinasi hepatitis B yang terdiri dari bahan yang aman dan tidak akan menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini sangat efektif untuk semua kalangan usia, dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali dalam periode 6 bulan. Pada umumnya bayi akan memperoleh tiga dosis vaksinasi hepatitis B. Untuk dosis yang pertama pada saat bayi dilahirkan, dosis kedua bayi saat usia 1-2 bulan, dan dosis ketiga usia 6-18 bulan. Ada juga pada sebagian bayi yang mendapatkan 4 dosis apabila menggunakan vaksinasi hepatitis kombinasi.

Sedangkan bagi vaksinasi pada orang dewasa terbagi kedalam tiga dosis, yaitu dosis pertama dan kedua dengan adanya jeda waktu empat minggu, kemudian disusul oleh dosis terakhir pada lima bulan kemudian. Akan terjadi beberapa reaksi ringan setelah pemberian vaksinasi, seprti rasa nyeri saat disentuh dan demam.

Cara Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B termasuk pada lima jenis imunisasi dasar yang biayanya disubsidi oleh pemerintah. Untuk bayi dan anak-anak dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B bersama dengan imunisasi BCG, Polio, DPT-HB, serta campak. Sedangkan vaksinasi pada orang dewasa dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dengan biaya ditanggung sendiri.

| Ketahui Pentingnya Pemberian Vaksinasi Hepatitis B