Tips Melindungi Pasangan Supaya Tidak Tertular Hepatitis

Sangat penting bagi Anda dan juga pasangan untuk mempertimbangkan dalam mencegah adanya infeksi hepatitis B. Karena menularnya virus hepatitis B pada pasangan Anda didalam kehidupan sehari-hari memang sangatlah mungkin. Oleh karena itu kita harus mengetahui cara untuk melindungi orang yang kita sayang dari penyakit yang menular ini.

Apabila Anda telah didiagnosis mengalami penyakit hepatitis B, maka pasangan mungkin akan menjadi perawat, pendukung ataupun tempat untuk bersandar. Akan tetapi, meskipun menjadi pendukung setia, tidak akan menjamin dirinya aman dari penularan penyakit hepatitis tersebut. Karena dengan berada dekat dengan Anda yang hampir setiap waktu akan membuatnya sangat rentan untuk terkena infeksi virus hepatitis yang dimiliki oleh Anda.

tips melindungi pasangan supaya tidak tertular hepatitis

Sebelum membahas tips untuk melindungi pasangan dari penyakit hepatitis B, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai cara penularan virus hepatitis B.

Cara penularan virus hepatitis B bisa dengan melalui darah, air mani, atau pada cairan tubuh lainnya yang terinfeksi dengan virus hepatitis B serta yang memasuki tubuh pasangan yang tidak terkena infeksi tersebut. Pasangan Anda bisa terkena infeksi virus dengan melalui aktivitas sehari-hari seperti berhubungan seks, alat suntik, menggunakan jarm, atau peralatan obat suntik lainnya. Bahkan dengan menggunakan barang-barang bersama seperti sikat gigi, alat cukur mungkin bisa terinfeksi. Selain itu juga, pasangan Anda bisa terinfeksi apabila melakukan kontak langsung dengan darah atau luka yang terbuka di bagian tubuh Anda, serta dapat terpapar darah yang terkena infeksi dari tusukan jarum atau benda tajam lainnya.

Berikut ini cara untuk melindungi pasangan supaya tidak tertular hepatitis :

1. Melakukan tes darah

Hubungan seksual yang merupakan salah satu utama dalam penularan adanya virus hepatitis. Sebagai pencegahan adanya suatu infeksi, maka diperlukan untuk mengingatkannya dengan dokter untuk melakukan tes darah guna untuk memeriksa apakah ia terinfeksi atau tidak. Meskipun kedua orang tersebut telah menjalankan cara untuk mencegah datangnya infeksi, tetapi tes darah juga sangat diperlukan.

Namun jika pasangan tidak terkena infeksi hepatitis B, maka hal yang harus dilakukan yaitu melakukan vaksin. Perlu diketahui bahwa vaksin dapat melindungi dari adanya virus hepatitis B. Setelah melakukan serangkaian suntikan, maka pasangan juga masih membutuhkan tes darah guna untuk memastikan bahwa ia terlindungi.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

2. Gunakan kondom saat berhubungan seks

Setelah pasangan telah diberikan vaksin, maka ada suatu keharusan bagi pasangan untuk menggunakan kondom lateks ketika berhubungan seks. Selain itu juga gunakan pelumas seks yang berbahan dasar air untuk menjaga supaya bahan kondom tersebut tidak cepat aur dan robek. Pelumas tersebut dapat mengurangi terjadinya luka goresan akibat dari gesekan pada penis atau bagian dalam vagina. Oleh karena itu pasangan harus menggunakan kondom dari awal hingga akhir aktivitas seksual. Setelah itu, apabila pasangan yang akan mengurus atau membuang alat pengaman yang telah dipakai, maka diharuskan untuk mengingatkan dalam melakukannya secara berhati-hati.

3. Menjalani pengobatan untuk pencegahan

Apabila pasangan Anda telah terpapar darah atau suatu cairan tubuh lainnya dengan tanpa sengaja, maka diharuskan untuk menjalani pengobatan pencegahan. Sangat penting bagi pasangan Anda untuk diberikan HBIG dan langsung menerima rangkaian vaksin hepatitis B, serta dianjurkan dalam 17 sampai 14 hari, maka ia bisa terlindungi dengan baik dari virus hepatitis B.

Itulah beberapa tips untuk melindungi pasangan supaya tidak tertular penyakit hepatitis B yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Related post :

| Tips Melindungi Pasangan Supaya Tidak Tertular Hepatitis

Advertisements

Ini Manfaat Melakukan Tes HBsAg Untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Hepatitis B adalah salah satu jenis penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia. Menurut Kementrian Kesehatan, pada tahun 2014 terdapat sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami Hepatitis B. Maka dari itu sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B dilakukan tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen). Apabila dari hasil tes menunjukkan hasil yang positif, maka hal tesebut menandakan adanya virus hepatitis B didalam tubuh.

manfaat HBsAg untuk hepatitis B

Terkadang penyakit hepatitis B tidak terdeteksi, hal ini dikarenakan ada sebagian penderita yang tidak merasakan gejala saat terinfeksi virus hepatitis B. Berikut ini terdapat berbagai gejala yang terjadi pada penyakit hepatitis B, yaitu :

  • Kulit dan mata menguning
  • Mual dan muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Lelah yang berkepanjangan
  • Kotoran berwarna keputihan
  • Urine berwa gelap

Untuk mendiagnosis secara tepat, maka dokter diperlukan untuk melakukan pemeriksaan secara fisik, tes fungsi hati dan serologi hepatitis B termasuk melakukan tes HBsAg dengan melalui sampel darah. Sebagai langkah untuk mendeteksi dan juga penanganan dini, maka tes HBsAg bagi ibu hamil dan bayi juga sangat penting dilakukan.

Hubungan Tes HBsAg dengan Hepatitis B

HBsAg merupakan protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B. Jika tes HBsAg menunjukkan hasil positif maka artinya bahwa seseorang terkena infeksi virus hepatitis, bahkan kemungkinan virus tersebut dapat menular pada orang lain. Akan tetapi tes tersebut tidak bisa menjadi sautu patokan karena dari hasil HBsAg yang positif bisa terjadi dalam waktu 2 minggu pasca vaksinasi hepatitis B pada beberapa orang.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Apabila diperlukan maka dapat dilakukan untuk melakukan tes tambahan guna untuk memastikan infeksi hepatitis B, yaitu tes Anti HBc, anti HBs dan IgM anti HBc. Dari semua tes tersebut maka dapat diperoleh hasil untuk memastikan penyakit hepatitis B yang sedang dialami, sekaligus untuk mengetahui hepatitis B yang telah diderita masuk ke tahap akut atau kronis.

Hepatitis Akut

Pada penyakit hepatitis B akut, hasil tes akan menunjukkan seperti :

  • HBsAg positif
  • Anti HBc positif
  • IgM anti-HBc positif
  • Anti-HBs negatif

Biasanya infeksi hepatitis B akut akan terjadi dalam waktu singkat, berkisar sekitar 1-3 bulan. Setelah mengalami infeksi hepatitis B, maka tubuh dapat kembali pulih sepenuhnya dalam kurun waktu beberapa bulan dengan adanya dukungan sistem kekebalan tubuh yang baik. Apabila sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan secara tuntas pada virus hepatitis B, maka akan berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Hepatitis Kronis

Sedangkan pada hepatitis B kronis, hasil dari tes akan menunjukkan seperti :

  • HBsAg positif
  • Anti-HBc positif
  • IgM anti-HBc negatif
  • Anti-HBs negatif

Jika infeksi hepatitis B terjadi selama 6 bulan lebih maka kondisi ini termasuk hepatitis B kronis. Biasanya gejala yang akan terjadi lebih ringan atau bahkan tidak mengalami gejala dan sering kambuh. Apabila sistem kekebalan tubuh tidak optimal, maka sangat sulit untuk melawan infeksi virus hepatitis B. Atau bahkan seseorang yang menderita infeksi hepatitis B kronis dapat menderita penyakit ini sepanjang hidupnya. Sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan suatu komplikasi yang serius seperti sirosis dan kanker hati apabila tidak segera diobati.

Untuk mendapat perlindungan dari penyakit hepatitis B, maka sangat diperlukan untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, menjalani pola hidup yang sehat, serta hindari perilaku yang beresiko seperti seks bebas dan juga berbagi memakai jarum suntik. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin termasuk pada tes HBsAg merupakan salah satu langkah yang penting dalam mendeteksi dini penyakit hepatitis B.

| Baca juga : Berbagai Alasan Hepatitis B Mudah Menyebar di Indonesia

| Ini Manfaat Melakukan Tes HBsAg Untuk Mendiagnosis Hepatitis B

Waspada ! Ini Dampak Minum Obat Sembarangan Pada Organ Hati

Obat memang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami sakit, baik sakit ringan maupun sakit berat. Bahkan ada juga seseorang yang mungkin ketergantungan pada obat tertentu untuk mengontrol sakit yang sedang diderita.

Akan tetapi, sebaiknya gunakan obat tersebut yang sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Mengkonsumsi obat yang tidak digunakan sesuai dengan aturan konsumsi maka dapat merusak pada organ tubuh termasuk pada hati. Karena hati merupakan salah satu organ tubuh yang terlibat dalam metabolisme obat didalam tubuh sehingga dampak dari obat yang dikonsumsi bisa terjadi pada hati.

waspada dampak minum obat sembarangan pada organ hati

Fungsi Organ Hati

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang terletak pada bagian kanan atas rongga perut, dibawah diafragma dan di atas lambung, ginjal sebelah kanan serta usus. Fungsi hati yaitu dalam mengontrol kadar kimia dalam darah dan juga mengeluarkan empedu (yang memiliki peran penting dalam memecah dan menyerap lemak didalam tubuh). Selain itu organ hati juga terlibat dalam berbagai metabolisme zat gizi (lemak, karbohidrat dan protein), suplemen, obat dan lainnya yang dikonsumsi. Fungsi lain dari hati dapat membantu dalam membuang suatu sisa yang sudah tidak terpakai lagi oleh tubuh.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

Darah yang mengandung nutrisi dari makanan dan juga obat-obatan zat kimia dibersihkan dalam hati. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengubah zat kimia yang memiliki potensi berbahaya menjadi tidak berbahaya. Lalu zat tersebut akan dikeluarkan dengan empedu supaya dihilangkan dari organ tubuh bersama dengan tinja, atau dikeluarkan oleh ginjal supaya dihilangkan dari tubuh melalui urine.

Lalu bagaimana dampak dari obat pada hati?

Zat kimia yang sudah tidak terpakai lagi oleh tubuh akan dikeluarkan oleh hati dan dihilangkan dari tubuh. Oleh karena itu hati berperan penting dalam proses metabolisme obat dalam tubuh. Apabila penggunaan obat merusak pada ogran hati, maka hal tersebut dapat mengganggu pada fungsi normal hati sehingga berbagai metabolisme dalam tubuh akan terganggu.

Mengkonsumsi obat sembarangan dapat langsung meruksak hati. Pada beberapa obat lain juga dapat diubah oleh hati menjadi bahan kimia yang dapat menyebabkan terjadinya luka pada hati secara langsung ataupun tidak langsung. Ada 3 cara obat yang dapat merusak hati yaitu tergantung pada dosis obat, alergi obat dan kerentanan hati pada seseorang terhadap obat.

Baca juga : Gejala Awal Kerusakan Hati yang Sering Diabaikan

Biasanya dampak dari obat pada hati tidak akan sampai menimbulkan bahaya apabila dikonsumsi sesuai anjuran. Pada obat-obatan yang diketahui memang cukup membahayakan terutama pada organ hati, akan mencantumkan seperti peringatan mengenai penggunaan bagi penderita gangguan organ hati. Maka dari itu biasakan untuk selalu membaca aturan pakai sebelum minum obat.

Berikut ini terdapat salah satu obat-obatan yang beresiko terjadi kerusakan hati :

Salah satu obat yang dapat merusak hati apabila dikonsumsi secara berlebihan yaitu Acetaminophen. Pada obat ini tersedia tanpa adanya resep dari dokter sehingga Anda dapat mengonsumsinya kapan saja. Tetapi Anda perlu memperhatikan cara penggunaan obat tersebut.

Seseorang yang mengonsumsi Acetaminophen dengan dosis tinggi dan terus menerus selama beberapa hari maka dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Bagi Anda yang tidak mengalami gangguan kesehatan tubuh, disarankan untuk tidak mengonsumsi obat tersebut lebih dari 1000 mg per kali minum atau tidak boleh lebih dari 3000 mg per hari.

| Waspada ! Ini Dampak Minum Obat Sembarangan Pada Organ Hati

Kenali Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E

Hepatitis E adalah suatu infeksi pada organ hati akut yang berpotensi cukup serius yang disebabkan oleh adanya Virus HEV. Penyakit hepatitis memiliki beberapa jenis yaitu hepatitis A, B, C, D, E dan F. Dengan berbagai jenis penyakit tersebut maka tentunya memiliki gejala maupun penyebab yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat dari jenis penyakit hepatitis yang telah diderita.

Ternyata penyakit hepatitis E merupakan jenis penyakit yang sangat mudah menyebar dalam lingkungan yang kotor serta tidak higienis. Biasanya penyebab timbulnya penyakit hepatitis tersebut dengan melalui makanan atau minuman yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Maka dari itu kita harus selalu untuk memperhatikan makanan dan minuman yang akan kita konsumsi guna untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

ciri-ciri penyakit hepatitis e

Penyebab penyakit hepatitis E ini hampir sama dengan hepatitis A. Resiko seseorang terkena infeksi HEV dapat meningkat apabila tinggal atau bepergian ke negara dengan kualitas yang buruk terutama pada wilayah yang sangat padat penduduknya. Selain itu juga, penyakit ini dapat ditularkan dengan melalui transfusi darah. Pada ibu hamil yang terinfeksi juga dapat menularkan virusnya kedalam janin yang ada didalam kandungan. Bahkan hepatitis E bisa menular dari hewan yang telah mengalami infeksi.

Hepatitis E yang bisa menyerang pada siapa saja, termasuk anak-anak. Biasanya seseorang yang telah terkena penyakit ini tingkat kematiannya cenderung rendah. Meskipun penyakit ini juga terkadang menjadi penyakit akut dan parah yaitu pada ibu hamil. Pada ibu hamil saat menginjak bulan ketiga sangat berhubungan dengan sindroma kegagalan fungsi hati fulminan. Berikut ini ciri-ciri penyakit hepatitis E.

| Artikel terkait :

Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E :

1. Menurunnya nafsu makan, sehingga penderita akan mengalami rasa mual dan ingin muntah apabila dipaksa untuk mengonsumsi makanan.

2. Warna kulit dan mata berubah menjadi kuning, dan wajah yang pucat.

3. Warna urine berubah menjadi gelap.

4. Penderita akan mengalami kelelahan, padahal tidak melakukan aktivitas tertentu.

5. Suhu badan akan menjadi tinggi, bahkan bisa mengalami demam yang berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Selain itu juga akan merasakan kedinginan dan menggigil.

6. Penderita akan mengalami rasa nyeri pada otot dan sendi.

Apakah penyakit hepatitis E akan mengalami komplikasi?

Pada kebanyakan orang yang mengalami infeksi HEV sewaktu dewasa kemungkinan bisa pulih kembali dan hanya dengan komplikasi yang sedikit, karena angka kematian pada virus ini termasuk rendah. Tetapi pada kasus langka adanya infeksi ini dapat menyebabkan gagal hati yang mengancam pada kematian. Perlu diketahui bahwa penyakit ini sangat beresiko pada ibu hamil.

Pencegahan Hepatitis E

Sebaiknya untuk tidak sembarangan mengonsumsi air yang tidak bersih atau makanan mentah yang tidak dikupas. Hal ini termasuk pada buah-buahan maupun pada sayuran yang biasanya hanya dibilas saja. Alangkah baiknya untuk meminum air rebusan. Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

| Kenali Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis E

5 Manfaat Olahraga Untuk Penderita Hepatitis

Tahukah Anda bahwa dengan melakukan olahraga ternyata dapat membantu untuk mengobati berbagai penyakit, dan salah satunya yaitu hepatitis. Olahraga merupakan suatu aktivitas yang dapat melancarkan sistem peredarah darah dan juga mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat. Olahraga yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi tidak banyak orang yang melakukan olahraga secara rutin.

Olahraga yang dapat memperbaiki tubuh dan juga kesehatan secara keseluruhan, terutama pada orang yang menderita penyakit kronis seperti hepatitis.

manfaat olahraga untuk penderita hepatitis

Berikut ini 5 manfaat olahraga bagi penderita hepatitis :

1. Meningkatkan masa otot

Olahraga merupakan cara terbaik untuk memperkuat otot tubuh. Apabila melakukan olahraga secara teratur maka dapat mempertahankan berat badan yang sehat. Memiliki berat badan yang berlebihan akan meningkatkan jumlah sel lemak pada hati yang dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati bahkan kerusakan hati. Berat badan yang berlebih juga merupakan suatu alasan pemicu terjadinya resistensi insulin dan juga diabetes tipe 2.

2. Menguatkan sistem kekebalan tubuh

Olahraga yang menstimulasi sel-sel darah putih yang bergerak kedalam tubuh. Antibodi yang diaktifkan ini akan dihasilkan oleh hormon yang bekerja untuk memperingatkan tubuh supaya bisa melindungi diri dari virus seperti pilek dan juga flu. Namun terlalu banyak antibodi juga akan memberikan efeknya, oleh karena itu sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Untuk melakukan penyesuaian maka diharuskn untuk mengetahui terlebih dahulu kadar darah lengkap (CBC) terakhirnya. Maka pelajaran yang harus diambil yaitu melakukan olahraga dapat memperkuat pada setiap bagian tubuh, bahkan pada sistem kekebalan tubuh yang mengalami lemah.

3. Membakar kalori

Pada sebagian orang akan kesulitan untuk menjaga berat badan ketika menderita hepatitis. Hal ini karena hati yang tidak akan memproses protein dan juga karbohidrat secara efektif. Dengan melakukan olahraga maka tubuh akan bekerja secara efektif.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

4. Memberikan energi

Ternyata dengan melakukan olahraga dapat membantu untuk mempertahankan kesehatan dengan seiringnya waktu serta dapat memberikan dorongan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas seperti biasanya.

5. Meningkatkan mood

Menurut penelitian yang telah dilakukan bahwa adanya kaitan langsung antara depresi dan juga virus hepatitis C yaitu sebagai akibat dari obat-obatan dan gejalanya. Pada selama olahraga, tubuh akan menghasilkan endorfin yang dapat memblokir reseptor nyeri serta akan menghasilkan perasaan fisik yang sehat. Pada hormon tersebut seperti sedatif yang memang telah terbukti dapat mengurangi stres. Melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki juga akan berdampak baik pada kesehatan otot.

Dengan melakukan olahraga secara rutin, maka akan berdampak baik bagi kesehatan terutama bagi penderita hepatitis. Apalagi dengan mengikuti program latihan yang dianjurkan oleh dokter, maka akan sangat membantu dalam pengobatan hepatitis tersebut.

| 5 Manfaat Olahraga Untuk Penderita Hepatitis

Upaya Pencegahan Penyakit Kuning Secara Efektif

Tanda-tanda penyakit kuning muncul karena didalam tubuh terjadi pengendapan zat bilirubin, yaitu zat sisa sel darah merah yang mengalami penguraian. Bilirubin adalah zat sisa yang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh yang kemudian dibuang oleh tubuh kedalam bentuk feses (kotoran) dan urine. Pada gejala penyakit kuning ini dapat disebabkan oleh adanya jaringan hati yang mengalami kelainan sebelum zat bilirubin masuk kedalam jaringan darah menuju organ hati. Didalam hati dan setelah mengalami proses reaksi kimia didalam hati.

Seseorang yang menderita penyakit kuning, maka organ hatinya akan bekerja lebih keras sehingga menyebabkan fungsi organ hati semakin menurun. Pencegahan penyakit kuning pada bayi maupun orang dewasa sangat perlu dilakukan yaitu dengan cara memperbaiki pola makan dan juga gaya hidup yang baik.

cara efektif mencegah penyakit kuning

Ada beberapa cara yang harus dilakukan guna untuk mencegah penyakit kuning tersebut, antara lain :

1. Melakukan Vaksinasi

Dengan melakukan vaksinasi maka bisa mencegah penyakit kuning dengan baik. Dengan cara tersebut maka penyakit kuning bisa dicegah dengan cara mencegah suatu infeksi serta kondisi yang mendasari pada penyakit tersebut. Sehingga organ hati akan berada pada kondisi yang lebih baik sekaligus terlindungi dari penyakit kuning.

2. Menjaga Berat Badan

Menjaga berat badan supaya tetap ideal memang sangat penting guna untuk mempertahankan kesehatan jaringan liver atau hati. Memiliki tubuh yang terlalu gemuk dapat memperlambat kinerja hati dalam menyaring racun kedalam tubuh sehingga mengakibatkan seseorang rentan terserang gejala penyakit kuning, apalagi jika sudah berintaraksi langsung dengan penderita penyakit kuning yang belum sembuh.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol harus dihindari guna untuk mencegah kerusakan organ hati yang semakin parah. Alkohol tidak hanya berpengaruh pada sistem saraf tetapi juga dapat berakibat buruk bagi organ hati yang dimana organ tersebut akan lebih rentan terhadap radang yang nantinya akan mengurangi kemampuan hati dalam menyaring racun dan juga terjadi penyakit kuning tersebut.

| Artikel terkait : Obat Penyakit Kuning

4. Olahraga Secara Teratur

Dengan melakukan olahraga secara teratur menjadi cara untuk mencegah penyakit kuning. Bahkan dapat meningkatkan kualitas organ hati dalam mengatur hormon. Meningkatnya imunitas tubuh akan menghindari gejala penyakit kuning yang terjadi karena tertularnya penyakit kuning dari orang lain.

5. Hindari Penggunaan Jarum Suntik

Pada pencegahan ini sangat penting karena penggunaan jarum suntik secara sembarangan atau lebih dari 1 orang, atau jika jarum suntik yang digunakan tidak steril atau bekas penderita hepatitis maka dapat menyebabkan penyakit kuning menular.

6. Hindari Konsumsi Obat

Hindari mengonsumsi obat sembarangan atau berlebihan karena obat yang tanpa disertai resep dokter dapat meningkatkan resiko penyakit kuning.

7. Banyak Minum Air Putih

Tubuh yang kekurangan asupan air putih dapat menimbulkan organ hati bekerja menjadi lebih keras untuk dapat mengendalikan metabolisme tubuh saat terserang dehidrasi. Apabila kondisi terebut terus terjadi maka organ hati akan mengalami kerusakan, kelelahan, serta mundurnya fungsi. Dan salah satu dampak dari kurangnya minum air putih yaitu timbulnya gejala penyakit kuning dengan melalui penularan dari orang yang sedang terkena penyakit kuning.

8. Atur Pola Makan Sehat

Cara mencegah penyakit kuning dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi berbagai makanan sehat seperti wortel, tomat, air tebu, dan sebagainya.

9. Konsumsi Zat Besi Bagi Ibu Hamil

Terjadinya penumpukkan bilirubin merupakan pecahan dari sel darah merah yang akan membuat kinerja organ hati mengalami hambatan. Cara mencegah bayi lahir dengan sakit kuning, maka pada masa kehamilan dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Tidak hanya untuk mencegah penyakit kuning pada bayi, tetapi kandungan zat besi juga sangat berguna untuk menurunkan ibu terkena anemia selama masa kehamilan.

10. Batasi Asupan Sodium

Adanya cairan sodium yang berlebihan dapat meningkatkan resistensi cairan sehingga dapat beresiko pembengkakan yang semakin meningkat. Sodium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga tekanan darah serta keseimbangan cairan didalam tubuh, tetapi kadar asupan tidak boleh berlebihan.

Upaya untuk mencegah penyakit kuning sangat perlu untuk dilakukan setiap harinya. Karena tidak hanya untuk menurunkan resiko terkena penyakit kuning saja, tetapi cara-cara diatas juga sangat bermanfaat dan baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

| Baca juga :

| Upaya Pencegahan Penyakit Kuning Secara Efektif

Inilah Tips Berhenti Merokok Untuk Penderita Kanker Hati

Menurut penelitian, hampir 50% dari 125 kasus terjadinya kanker hati disebabkan oleh kebiasaan merokok. Hal ini menunjukkan bahwa merokok akan meningkatkan resiko pada kanker hati. Meskipun fakta tersebut, masih terdapat kesulitan untuk berhenti melakukan aktivitas merokok. Maka dari itu, terdapat beberapa tips yang dapat membantu untuk Anda yang ingin berhenti merokok khususnya bagi penderita kanker hati.

tips berhenti merokok bagi penderita kanker hati

Tips Berhenti Merokok

  • Membuat alasan pribadi

Untuk mendapatkan motivasi, maka Anda diperlukan untuk membuat alasan pribadi yang kuat dan bertujuan untuk berhenti merokok. Anda dapat memulainya dengan cara membuat daftar alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok. Serta usahakan juga untuk mengingat alasan tersebut seperti untuk mencegah keluarga menjadi perokok pasif, menurunkan resiko penyakit jantung, paru-paru dan kondisi lainnya. Sehingga dari berbagai alasan tersebut akan cukup efektif dalam membantu Anda untuk berhenti merokok.

  • Ubahlah jenis minuman

Pada umumnya, minuman alkohol biasa dikonsumsi secara bersamaan dengan rokok. Meskipun kopi dan teh juga membuat rokok menjadi terasa lebih enak. Alih-alih minuman alkohol maupun minuman yang dapat mengundang hasrat merokok, maka pilihlah menjadi air mineral dan jus. Pada jenis minuman ini sangat baik bagi kesehatan bahkan dapat membatasi alkohol. Namun bagi Anda yang terbiasa merokok setelah makan, maka lakukan kegiatan tersebut pada pengalihan lain seperti menyikat gigi, mengunyah permen karet sebagai cara alternatif.

  • Aktif bergerak

Menurut studi ilmiah menunjukkan bahwa dengan melakukan olahraga maka dapat mengurangi rasa ketagihan dan dapat memicu otak untuk menghasilkan kandungan senyawa anti-craving alias anti-ngidam. Dengan itu Anda dapat memulainya dari gerakan-gerakan kecil seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan dalam beberapa waktu saja. Keinginan untuk merokok bisa berkurang saat melakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan. Pada langkah tersebut juga dapat membantu untuk mencegah terjadinya kenaikan berat badan saat berhenti merokok.

| Artikel terkait : Obat Hepatitis

  • Hindari berbagai produk tembakau

Hindari sesuatu yang berbau asap dengan cara mencuci pakaian Anda. Karena pasalnya pada langkah ini sangat berguna untuk menghindari berbagai hasrat yang ingin menghisap tembakau.

  • Minta dukungan keluarga dan orang sekitar

Dengan meminta dukungan ataupun dorongan pada keluarga maupun orang-orang yang ada di sekeliling Anda dalam rencana untuk berhenti merokok merupakan sesuatu yang baik, sehingga akan mendapatkan dukungan serta saling membantu dalam memerangi kecanduan merokok.

  • Biarkan tangan dan mulut sesibuk mungkin

Nicotine replacement therapy (NRT) seperti nicotine patch, permen karet, tablet, lozenges atau semprotan hidung yang dapat melipatgandakan peluang supaya berhasil pada rencana berhenti merokok. Anda dapat menggunakan produk seperti inhalator atau e-cigarettes.

Selain mencegah kanker hati, maka tindakan untuk berhenti merokok juga dapat memperbaiki pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika langkah-langkah diatas masih kesulitan untuk berhenti, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter supaya mendapat saran yang lebih lanjut.

| Inilah Tips Berhenti Merokok Untuk Penderita Kanker Hati